MOJOK.CO Selain berupaya mendapatkan hati-Nya di bulan puasa yang penuh berkah ini, bisakah kita melanjutkan PDKT demi mendapatkan hatinya pula—hati sang gebetan?

Memasuki bulan Ramadhan—eh, Ramadan—tantangan hidup seolah bertambah. Bukan hanya karena kita harus menahan hawa nafsu dan rasa lapar di siang hari yang melelahkan, tapi juga betapa kita mesti melakukannya sepenuh hati dengan niat beribadah. Masyaallah~

Selain nilai-nilai ibadah yang menyejukkan hati ini, ada juga tantangan yang tak kalah seru: mendapatkan perhatian si pujaan hati yang namanya selalu kita sebut di setiap doa selepas salat wajib. Yaaah, bulan Ramadan ini kan bulan puasa yang suci dan mendamaikan hati. Jadi, kayaknya nggak ada salahnya juga berusaha dengan syahdu di bulan ini.

Mojok Institute telah bertapa selepas buka puasa dan tarawih sembari menunggu sahur untuk merumuskan hal ini. Sekarang, duduklah dan baca baik-baik, agar kamu bisa mengaplikasikan metode PDKT ini dengan baik, benar, dan memenuhi asas pacarable secara sempurna.

1. Ngajakin Bukber: Buka Berdua

Ngajak bukber alias buka bersama—atau dalam konteks ini adalah buka berdua—menjadi senjata ampuh untuk bertemu dengan gebetan di luar. Meski sangat basic, tapi langkah ini memang menjadi langkah yang paling terjangkau karena kamu hanya perlu satu modal utama: perencanaan yang matang seperti sebuah event organizer.

Yah, bukan apa-apa, sih, tapi kan kalau orang diajak bukber biasanya cuma jawab, “Oke, aku ngikut aja,” dan membuatmu harus memikirkan segalanya: berangkat jam berapa, ketemu di mana, dijemput atau nggak, makan di mana, tarawih di mana, dan lain-lain. Mamam~

Baca juga:  Berkompetisi Memperebutkan Kasir Penjaga Minimarket Koperasi

2. Bangunin Sahur

Selain buka puasa, waktu-waktu sahur tentu memegang peran penting dalam PDKT semasa bulan puasa. Karena (((seharusnya))) masa PDKT ini tidak melibatkanmu untuk sahur bareng dengan si gebetan dalam keadaan normal, sebaiknya kamu menunjukkan perhatian dengan cara mengiriminya pesan pengingat waktu sahur telah tiba.

Apa? Terlalu biasa dan membosankan? Tenaaaang, kamu bisa melakukan hal yang lebih impresif untuk si gebetan: bergabung dengan tim ronda di sekitar rumahnya, untuk kemudian berkeliling sambil berseru, “Sahuuur, sahuuur! Sahurlah, Calon Kekasihku, sahuuuur!”

3. Minta Temenin Beli Baju Baru

Seperti lirik lagu yang berbunyi “Baju baru, alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya”, tentu sah-sah saja bagimu kalau berniat membeli pakaian baru menyambut lebaran. Jika kamu menggeleng saat membaca ini, saya sarankan kamu tetap mengangguk karena—ya ampun, Fernando—kamu kan bisa sok-sokan meminta temani si gebetan untuk belanja baju dalam rangka menyukseskan proses PDKT!!!1!!1!!!

Tapi ingat: nggak usah kelamaan memilih baju dan galau sendiri di ruang ganti sambil memegang 3 potong baju sekaligus. Hati-hati saja, bisa-bisa gebetanmu berpikir: “Duh, milih baju aja lama, apalagi milih aku jadi pasangan hidupnya.”

Kapok~

4. Mintain Tanda Tangan Imam dan Khatib Selepas Tarawih

Kalau kamu masih menjadi pelajar yang setiap bulan puasa mendapatkan buku Kegiatan Ramadan yang legendaris itu, selamat! Selamat, karena kamu secara resmi memiliki alat penting untuk melancarkan “serangan” modus PDKT untuk pujaan hati.

Baca juga:  Pentinge Ngampet Nggragas Wayah Buka Pasa

Pastikan kamu mendatangi masjid yang sama dengan si gebetan untuk mengikuti salat Tarawih. Nah, modusmu dimulai setelah itu: setelah hampir semua orang mulai pergi, pelajar-pelajar sepertimu bakal mulai mengantre untuk minta tanda tangan imam dan khatib. Kali ini, carilah gebetanmu dan ulurkan tangan pada bukunya, sambil berkata, “Sini, aku aja yang mintain.”

Sungguh, kebaikan hatimu bakal terus terkenang di hatinya. Yah, setidaknya sampai nanti kamu sahur pun kamu masih bakal senyum-senyum teringat jawaban, “Terima kasih, ya!” darinya.

5. Berbagi Jokes Bulan Puasa Tanpa Joke Kecoa dan Kurma

Konon, kualitas pasangan yang humoris menjadi kriteria utama yang dicari sebagian besar orang. Atas dasar inilah, kamu bisa meneruskan modus PDKT di bulan puasa dengan tetap berupaya menjadi lucu, tanpa melupakan fitrah bulan Ramadan~

Mulailah dengan hal-hal ringan, seperti: “Nggak kerasa, ya, lebaran tinggal 29 hari lagi,” setelah kalian buka puasa di hari pertama, hingga hal-hal absurd seperti: “Eh, Nia Ramadhani itu nanti pasa Idulfitri bakal ganti nama jadi Nia Lebaran nggak, ya?”

Yaaaah, ngelucu apa pun juga boleh. Tapi, satu hal pesan dari saya: nggak usahlah kamu nge-joke dengan kirim gambar kecoa sambil bilang, “Puasa-puasa gini, lihat kecoa jdi kayak lihat kurma, ya?” karena itu sudah soooo yesterday. Please, deh!



Loading...



No more articles