Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bersaing dengan Calon Suami dalam Mengejar Beasiswa LPDP

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
4 Mei 2018
A A
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Ilustrasi Lulusan LPDP Susah Cari Kerja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Keistimewaan tunjangan keluarga LPDP di jenjang S-2 sudah menghilang sejak awal tahun 2017 lalu. Artinya, pilihan yang tersisa hanya satu: kamu harus terjun ke dalam medan peperangan dan melawan calon suamimu sendiri dalam seleksi beasiswa LPDP.

Setelah sebelumnya ramai terjadi kegalauan massal antara keinginan melanjutkan S-2 atau menikah, munculnya pengumuman beasiswa yang dikeluarkan oleh LPDP kemarin, Kamis (3/5/2018), ibarat pelepas dahaga bagi para pejuang beasiswa.

Hal ini mengingatkan saya pada seorang teman wanita yang menikah dua tahun lalu. Dua minggu setelah pernikahannya, dia pergi dengan suaminya ke luar negeri. Bukan sekadar berbulan madu, mereka menghabiskan waktu selama 1-2 tahun ke depan karena sang suami resmi diterima menjadi mahasiswa S-2 di universitas luar negeri dengan beasiswa LPDP.

Wooooow~

Teman saya berangkat dengan bahagia, mengingat suaminya mendapat tunjangan biaya hidup awardee dan tunjangan keluarga/istri dari LPDP. Yha, keistimewaan LPDP yang satu ini memang sempat menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang, khususnya yang ingin berkuliah di luar negeri.

Apalagi, selepas banyak orang menyuarakan kegalauannya memilih antara S-2 atau menikah, tren pun bergeser. Kini, kebanyakan orang lebih galau memilih antara menikah atau traveling, yang berarti bahwa kecenderungan untuk menempuh S-2 memang “terancam” tertindas oleh keinginan traveling!!!

Nah, memadukan hasrat traveling dan kesempatan untuk menemani suami berkuliah S-2 di luar negeri sudah tentu menjadi jawaban yang tepat. Itulah sebabnya LPDP menjadi beasiswa kesayangan banyak orang—tak hanya calon awardee, tapi juga calonnya calon awardee. Hehe.

Namun sayangnya, keistimewaan tunjangan keluarga ini sudah menghilang dari baris fasilitas beasiswa kuliah S-2 sejak awal tahun 2017 lalu. Jadi, jika calon suamimu kini sudah gigih mengejar beasiswa LPDP untuk jenjang S-2 di luar negeri, kamu tidak bisa lagi seenaknya berharap akan diboyong dengan mudah.

Artinya, pilihan yang tersisa agar kamu bisa benar-benar merasakan hidup di luar negeri—kali ini dengan prioritas utama berkuliah S-2—hanya ada satu jalan saja: kamu harus terjun ke dalam medan peperangan dan melawan calon suamimu sendiri dalam seleksi LPDP!!!

[!!!!!!!!!!!111!!!!!]

Maka, mulai dari sekarang, pejamkan matamu dan bergumamlah, “Maaf, Sayang, tapi aku harus menjadi saingan terberatmu,” lalu ikuti tips dan trik berikut ini:

Doakan yang Terbaik

Ini adalah langkah paling penting sekaligus paling template yang perlu kamu lakukan. Sebagai orang terdekat pasanganmu, sudah tentu kamu harus mendoakan yang terbaik dari “persaingan” kalian dalam perebutan kursi kuliah di luar negeri menggunakan beasiswa LPDP. Apalagi, kuota yang disiapkan oleh pihak LPDP tahun ini hanyalah 4.000 kursi, untuk kuliah di dalam negeri (35%) maupun luar negeri (65%).

Berdoalah dengan khusyuk dan khidmat. Sebagai pasangan yang baik, kamu tentu bisa berdoa agar kalian berdua mendapatkan  beasiswa LPDP bersamaan. Tapi, kamu juga bisa memilih untuk berdoa agar calon suamimu kelak siap menghadapi LDR karena kamu akan berkuliah di luar negeri.

Iklan

Aseeeek, yang penting yakin~

Cek Usia Masing-Masing

Dalam hal mendaftar S-2 dengan beasiswa LPDP, kamu harus memastikan usiamu dan usia calon suamimu memenuhi syarat yang diberikan. Untuk program master, usia maksimal calon awardee adalah 35 tahun.

Nah, sekarang, perhatikan tahun kelahiranmu di KTP, begitu pula calon suamimu. Kalau memang kalian sudah melebihi usia 35 tahun, ya buat apa coba saingan?

Bujuk Dia Agar Mendaftar Beasiswa LPDP di Jalur yang Lain

Tujuannya? Tentu saja demi mengurangi saingan, apalagi jika kalian mengincar universitas dan jurusan yang sama, dari jalur pendaftaran reguler yang sama pula!

Alihkan perhatiannya dengan menyodorkan jalur-jalur lain yang tidak kalah menjanjikan, misalnya dengan berkuliah di dalam negeri. Bahkan, jika perlu, doronglah ia untuk mengikuti program beasiswa LPDP dengan metode terbaru: mekanisme co-founding. Artinya, calon penerima beasiswa bisa bersama-sama dengan LPDP membiayai pendidikannya (sharing cost).  Tujuan dari program ini sendiri adalah agar LPDP dapat memperlebar kesempatan bagi putra-putri Indonesia terbaik.

Selain cerdik, cara ini juga bisa menjadi bentuk halus bagimu untuk bilang bahwa calon suamimu adalah putra Indonesia terbaik.

Cieee~

Singgunglah tentang Seleksi CPNS yang Kabarnya Akan Berlangsung Sebentar Lagi

Di tahun 2018 ini, konon katanya seleksi CPNS akan dibuka. Sebagai calon kepala keluarga, kirimkanlah broadcast pengumuman CPNS kelak padanya.

Tidak, tidak, kamu tidak sedang menghalanginya dari LPDP—kamu sedang memberikannya pilihan.

Eaaaaaaaa.

Anyway, selamat berjuang, pejuang beasiswa!

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2021 oleh

Tags: beasiswaco-foundingCpnsInstagramistriLPDPS-2s2sharing costsuamitunjangan keluargavideo chat
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO
Sehari-hari

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO
Sehari-hari

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Urban

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO
Edumojok

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026
Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.