Usia 25-an tahun buat perempuan Indonesia yang belum berpasangan memang bukan perkara mudah. Kalian yang telah berpasangan tapi tak kunjung dilamar, atau yang memang belum berpasangan baik karena belum ketemu laki-laki yang pas ataupun memang-males-aja-sih-punya-pasangan pasti jengah dengan lambe-lambe turah yang ada di mana-mana.

Ketika reuni SMA dan kamu baru pulang presentasi paper soal perkembangan ekonomi Indonesia pasca-MDGs, misalnya, pertanyaan pertama yang kamu dengar bahkan ketika baru salam-salaman adalah, “Kok calonnya nggak diajak?” Atau ketika lulus sumpah dokter dan kamu baru saja pulang dari pedalaman Nusa Tenggara buat mengabdi di sebuah puskesmas terpencil, para kanca tipis itu tetap akan bertanya, ”Terus kapan rencana nikah?”

Bahkan ketika kamu baru saja menandatangani kontrak dengan klien untuk proyek pertama yang akan jadi tambahan portofolio berharga buat hidupmu, bapak dan ibu di rumah dan selusin saudara yang telah sukses beranak pinak tetap saja menggugat, ”Nggak lebih baik nikah dulu aja?”

Kalian tidak sendiri. Saya juga punya tipikal teman-teman di media sosial yang tidak pernah mengapresiasi pencapaian saya sebagai penulis atau fasilitator. Ketika saya membagikan gagasan, mampir ngasih jempol saja ogah. Tetapi … jika saya sedang iseng nyetatus soal pernikahan, mereka cepet banget nyamber, ”Makanya, nikah dong! Biar ngerasain.” Ada juga yang bilang dengan lugas, ”Pokoknya kamu tetap belum keren kalau belum menikah.”

Dan yang paling menyebalkan adalah komentar semituduhan, “Galau ya …?”

Kadang-kadang saya ngebatin, Lu lagi galau ya gara-gara nikah tapi insecure sama suami sendiri, makanya hobi ofensif ke orang lain? *evil grin*

Rasa jengah semacam itu kadang-kadang harus banget ditambah dengan ceramah dari para ustadz yang berasal dari bagian bumi datar yang bilang kalau pakai sepatu hak tinggi dan pembalut bikin kita susah hamil, melahirkan caesar sama dengan bersekutu dengan jin, foto selfie haram, dan memakai parfum adalah tindakan melacur. Baiklah, anggap saja itu ujian kesabaran perempuan Indonesia yang kelak bisa membuat kita bebas masuk surga lewat pintu mana saja.

Tapi, meme soal laki-laki yang lari terbirit-birit dikejar perempuan dengan pendidikan S-2 dan S-3 itu bikin saya sungguh-sungguh ingin bertanya: jadi kalian yang takut sama perempuan berpendidikan tinggi itu maunya dapet pasangan yang lulusan apa? Sekolah Rakyat?

Yah … kan udah nggak ada, Akhi. Fujinkai, yang dibikin Jepang tahun ’40-an aja udah galakin program pemberantasan buta huruf dan ngedukasi macem-macem pekerjaan sosial. Gerwani, tahun ’60-an juga udah berorganisasi buat ningkatin kesadaran perempuan tani, kerja bareng Buruh Tani Indonesia (BTI), bahkan bikin banyak (((seminar nasional))) buat bahas pendidikan, hak kepemilikan tanah kaum perempuan tani, mendorong penghapusan rodi yang berlaku di desa-desa, membahas masalah pembagian harta waris, hak-hak perempuan untuk ikut serta dalam proyek-proyek masyarakat, dan menghapus sikap diskriminatif terhadap perempuan mandul.

Oh, cari contoh yang syar’i? Yawlaaa … tahun 1919, Nyai Ahmad Dahlan bareng Aisyiyah itu udah bikin TK alias busthanul athfal yang sampe sekarang jumlahnya sudah mencapai 5.865 buah. Dan sekarang, perguruan tinggi Aisyiyah itu di mana-mana. Baiklah, kali ini NU kalah karena Universitas Nahdlatul Ulama yang masih unyu-unyu itu belum punya Universitas Fatayat atau Universitas Muslimat.

Tapi, coba Akhi pikir, dosen-dosen perempuan itu apa nggak S-2 dan S-3? Apa mereka, para alimat alias para ulama perempuan itu, susah diatur seperti yang Akhi tuduhkan? Pikiran Akhi sepertinya yang susah diatur karena kebanyakan ngebayangin bidadari surga yang selalu perawan.

Terus, kalian mau dilempar ke masa kapan lagi? Nggak perlulah dilempar ke masa jahiliyah ketika para laki-laki tega mengubur hidup-hidup para perempuan lalu mengurungnya dalam rumah, tidak memfungsikan daya pikir, tangan, kaki, dan menjadikan perempuan barang pajangan kan?

Ngomong-ngomong, Akhi kok pikirannya bisa sama kayak Ibuisme Negara ala Orde Bau-nya Soeharto banget sih? Itu lo, saya jadi ingat sama Panca Dharma Wanita yang jadi hafalan wajib ibu-ibu PKK tempat ibuku hobi ikut arisan alat masak bulanan itu.

Poin-poin Panca Dharma Wanita: Pertama, wanita sebagai istri pendamping suami. Poin ini berakibat, pemimpin Dharma Wanita itu harus sesuai jabatan suami. Biasanya sih istri jenderal atau pegawai negeri tingkat tinggi. Perempuan mandiri lainnya, di zaman Orde Bau, mana boleh berkarya.

Kedua, wanita sebagai ibu rumah tangga. Ketiga, wanita sebagai penerus keturunan dan pendidik anak. Poin-poin ini nih yang bikin laki-laki semena-mena seolah-olah tugas mendidik anak itu cuma tugas perempuan. Laki-laki yang menghasilkan uang lalu merasa berhak berbuat apa saja, termasuk melanggengkan kekerasan dalam rumah tangga.

Keempat, wanita sebagai pencari nafkah tambahan. Yah, hanya sekadar tambahan sehingga layak digaji rendah dan tidak layak punya jabatan setara dengan laki-laki meskipun punya kompetensi. Dan kelima, wanita sebagai warga negara dan anggota masyarakat, pilihan politiknya harus ngikut suami sehingga kalau suaminya pilih mencoblos pohon beringin, istri dan keluarga batih semua harus ikut pilih pohon beringin.

Saya sih yakin kalian para akhi yang takut perempuan dewasa nan berbinar cemerlang ini sebetulnya nggak ngerti-ngerti amat sama sejarah. Lha wong kalian ini aslinya cuma pecundang yang malu ngakuin kepecundangan kalian.

Lagian, kalau udah lebih dari 25 belum nikah terus kalian percaya diri nggak akan milih kami juga kenapa? Kalian nggak tahu aja kalau kami lebih milih berondong cerdas atau om-om bijak yang cinta perempuan matang, berkarisma, dan multitalenta.

Lekas menikah dan alhamdulillah bahagia itu jatah dari Yang Maha Kuasa, sebagaimana kelonggaran rezeki buat sekolah tinggi lalu berkiprah dan banyak bikin manfaat buat sesama.

Jadi, kenapa perkara jodoh pakai bawa-bawa urusan gelar sama umur ketuaan?

  • mba kalis junjunganku….

  • Rosalina

    Mba kalis junjunganku ♡

  • Mas Aris

    “Aku paling benci banget kalo di acara *PERNIKAHAN* bertemu org yang tua2,
    Mereka tu selalu nanya:
    “Kapan nyusul? Kapan nyusul?”
    Sudah tau aku masih belom punya pacar.

    ”Makanya, pas di acara *PEMAKAMAN* , aku gantian nanya ke mereka yang tua2
    “Kapan nyusul ???
    Eh…aku malah ditampar….. 😞😢😢😬😬

    Salah aku apa coba ???

    • Diyah Hesti

      Stand-up comedy yang satu ini lucu banget sih. Sukses bikin ketawa ngakak. 😂

    • Dewi Nikki

      HAHAHAHA ngakak*

    • Muhammad Firdaus

      org kamu salah, makanya mereka marah. mati kan gak harus liat umur. barusan hari ini teman adik saya yg umur 22 thn meninggal dunia secara mendadak.

      • Adin

        Persis mas, nikah juga ga harus liat umur 🙂

      • Leni Samira

        Nikah jg ga harus liat umur kan 😂

      • sarkas keleus, mwahahahahh

  • mas bib

    mba kalis junjunganku…

  • yap

  • THE yone

    Asiekkkk,,, yg belum nikah, jangan bersabar lagi

  • Sari Musdar

    moga2 dapat yg spt George clooney, ngga terintimidasi dgn perempuan pintar, aamiin

    • Colonel Senna

      Jorj Cluniy mah tamvan dan tajir mbak, gak mungkin lah terintimidasi :v

    • DS

      Selamat jalan pria insecure lah yaa

  • Yuni Astutik

    Hahahah mbak Kalis junjungankuuu

  • Pasipon Sakikjul

    Apakah anda merasa sudah berpendidikan tinggi? Seorang wanita yang
    berpendidikan tinggi dan berakhlak mulia tidak akan menulis opini seperti yang anda tulis.

    • Dimas Satrio

      tertriggered :D,

      kalau orang lain boleh boleh saja menyarankan untuk nikah cepat, kenapa anda mesti pusing dia menyarankan yang lain?

    • Nincompoop

      kamu gimana? komen2 kyk gini berarti kamu berpendidikan rendah dan berakhlak tercela

    • Noya Cheese Cracker❤

      Lihat diri sendiri dulu coba deh

    • ChikoOmada

      Bilang aja lu takut sama perempuan pinter. Bilang aja gelar lu terlalu cemen dibanding perempuan2 pinter tsb. Bilang aja karier mrka lebih cemerlang daripada elu. Bilang aja lu sebenernya takut ga bisa menghidupi mrka krn elu jauh lebih kere secara finansial drpd mrka. WKWKWK!!! 🤣🤣

    • slickfinger

      akhi2 cupet #3 nongo

    • Reni Octaviani

      Ini contoh akhi2 cupet

  • Rifaldi Badar Abdillah

    Izin berkomentar ya mbak..
    Menurut saya tulisan mbak ini sedang mengimentari Syariat suatu Agama, yang syariat tersebut yang buat adalah Tuhan dari Agama tersebut. Apakah benar demikian? Kalau benar segera saja bertobat. Kalau saya salah mohon diberitahu atas kesalahan saya. Makasih..

    • Senja Sisi

      Dududu Doremi fasolati
      IQRA sebagai kata partama itu berarti luas mas wati

    • Nincompoop

      kamu salah

    • Riza Karlina Dewi

      Ini nih yang paling saya ga suka. Argumen dibalas argumen, itu sebanding. Bukan argumen dibalas kata-kata: segera saja bertobat. OH men~

      • Arie Raditya

        kontra argumennya aja udah agama mba. agama kan illogical. jd sbenernya ya udah ga relevan ^^

        • Puput Emilifia

          sedih sekali agama di masukkan ke kategori illogical, sedangkan dalam agama islam ilmu pengetauan pun berlandaskan Al-Qur’an.

    • hdk_heru

      Kenapa kalau berargumen tak bisa dengan memberika alasan yang logis dan membumi… Dikit-dikit bilang tobat. Menunjukkan malas nya berpikir. Apakah taat beragama harus menjadikan kita malas berpikir? Berargumenlah dengan cerdas. Yang kayak gini ni yang merendahkan martabat umat Islam.

    • babyxiong

      Bukan kok mas, yang penulis kritik disini itu pola pikir masyarakatnya bukan syariat agama yaitu kalo diumur tertentu belum menikah itu jadi hal yang dianggap memalukan meskipun para perempuan ini punya prestasi yang lebih atau juga proses meningkatkan kualitas diri. Lagi pula setiap perempuan punya harapan pernikahan itu sekali seumur hidup makanya para perempuan berusaha menemukan orang yang paling tepat jadi cenderung hati-hati dalam memilih supaya tidak menyesal kemudian hari. Toh, kalo memang jodoh pasti akan muncul di waktu yang tepat 🙂

    • slickfinger

      Akhi2 cupet #2 nongol.

    • Andhika Satriya Pratama

      Mas mas mbok ya berkomentar itu liat koridornya dibaca yang bener teliti dulu baru komen, malu sok sok an bawa agama, justru anda yang menjatuhkan agamamu sendiri, jalan2 sana gih.

      • Lina Nora Hidayat

        Sebelum berangkat jalan2, minum aqua dulu..

    • Ardilla Alfarosi

      Emang “syariat suatu agama” yang dimaksud cuman nikah doang ya mas?

  • KittyKatz

    Manstap, mbakeeee

  • Prita Prawironoto

    The world is your oyster. Looking forward to read more of your work.

  • anta kusuma

    Terang benerang!

  • A S T R I A N I

    Saya udah nikah walaupun kata org dgn umur yg telat, dan setuju dgan pemikiran mb. Kalis. namun ketika saya berumur 25 dan blm nikah, saya ga pernah merasa risau dgn pertanyaan2 orang ttg pernikahan. Bahkan saya merasa beruntung krn blm terjebak dengan yg namanya pernikahan. Skr saya sudah menikah, krn sy merasa sudah selesai dengan pengembaraan hidup. Dan benar mb. Kalis… saya dapet berondong yang cerdas nan sabar dan tampan. Intinya nikah aja kl udah siap, siap dlm arti siap untuk bertanggung jawab dengan pilihan sendiri 🙂

    • Aulia Makro

      setuju pake banget yg ini!

  • Rahman Diyanto

    Kok naklukin yg d bwh mba level pendidikanny gak bisa!? Ayolah mba,kamu itu pintar!! Faham agama, multi talenta, & brwawasan luas lho

  • Maulida

    Gusti Kanjeng Nabi Muhammad nikah umur 25. Kalau umurmu 25 atau lebih tapi belum nikah berarti hidupmu bid’ah *kata sebuah meme* hahahaha
    Kadang yee segampang itu ngecap hidup orang, emang maido iku paling gampang.

    • Siti Zuhrotun Nisa’

      Hahahahaha, epic mbak :))

  • Fajar Firmansyah

    penulis kena paham Liberal. Kasian, pinter, tapi sayang di salah gunakan…

    • hdk_heru

      Dikit-dikit liberal. Cobalah beri alasan yang logis kenapa itu salah?

    • ChikoOmada

      Bilang aja lu takut sama perempuan pinter. Bilang aja gelar lu terlalu cemen dibanding perempuan2 pinter tsb. Bilang aja karier mrka lebih cemerlang daripada elu. Bilang aja lu sebenernya takut ga bisa menghidupi mrka krn elu jauh lebih kere secara finansial drpd mrka. WKWKWK!!! 🤣

    • slickfinger

      Bahahaha, akhi2 cupetnya nongol juga

    • Vita Yusadiredja

      Lah yang ga liberal itu piye Jal.. yang manut-manut aja? heran deh ada cewek bersuara beda dikit dicap liberal.

    • Siti Zuhrotun Nisa’

      Pertanyaan pertama, liberal itu apa sih? 😀

  • zima aulia

    Yo ngnonoiku leh ngeluapn0 perasaan nk ws mumet…wkwkwk
    Dadi nyangkot”n0 agama lan sejarah

  • endah kemala

    Waaah sy sebenarnya sama ky mbak. Tp hidup itu nikmati aja cara kita & dg pola pikir kita. Toh selama banyak hal yg bs dilaukan & bermanfaat bg orang banyak. Meski byak yg berfikir, “jd cewek jangan sok cerdas. Mau cari lelaki sesempurna apa?” Padahal mrk gk ngerti. Menikah itu persoalan kehidupan & rasa, bukan sekedar siklus yg wajib dilakukan. Bukan mencari pangeran tampan, kaya raya, atw pendidikan tinggi. Tp soal perasaan, saling menghargai, menghormati, memiliki pandangan & cara hidup yg sama. Dan terpenting bs saling membuat lebih baik. Bahkn dlm sejarah Islam, Siti Khadijah memilih seorang pemuda sederhana dibanding pria dewasa kaya krn kerja keras & kejujurannya. Itulah jodoh dr Allah. Bukan sesuatu yg membebani.

  • بني ستياوان

    Mbak , mau jadi istri kedua saya gak? Serius loh.
    Tak tunggu relpy nya.

    • Yosua Soemardjo

      Tipikal yang pake huruf-huruf yang “itu” apa begini ya kalau komen? #ngakak #cupet

      • Phine Pooh

        Kayaknya sih begitu. Hahahaha. Otangnya cuma sejengkal dr selangkangan rata2.

    • Siti Zuhrotun Nisa’

      Mungkin mbak Kalis gak njawab karena sampeyan nulisnya relpy mas, gak ngerti artinya apa :))

  • Rose Familia

    Akhi akhi model gitu lupa kali yaa sama Rasulullah yang menikahi alpha female Khadijah RA. Very mature, CEO, businesswoman, widow, older, and much richer than him tapi justru beliaulah cinta pertama Rasulullah. Ini malah maunya ukhti yang perawan dan penurut buta. Halahhh… itu mah emang nafsu laki.

    • alpha female nya jatuh miskin abis nikah.. diem dirumah..

      • Rose Familia

        berarti bukan alfa female kalau kehabisan akal kecuali suami kolot yang sengaja membatasi

        • Wartawan Bodrex

          Lucu sj, ngomongin emansipasi trus ngambil contoh tindakan mohammed…ky ngomongin studi perdamaian dgn mengaji pemikiran hitler…😂

          • keparatperacau

            Kalo ngeliat konteks, lumayan emansipasi, sih. Kalo kita ngeliat semua tokoh sejarah dengan standar moral hari ini, mereka pasti pelanggar ham, minimal sebagai pemilik budak, lah.

          • Rose Familia

            I see you have biased hatred towards my Prophet and suit yourself. I don’t care.

          • anda yang gak nyambung. bilang khadijah alpha female.
            khadijah itu kaya raya sebelum menikah, setelah menikah dengan Muhammad saw beliau jatuh miskin. diam dirumah gak pergi jualan keluar negeri.

            anda terus bilang katanya suami kolot yang membiarkan istrinya diam dirumah ?

            udah gak tau sejarah.. gak nyambung

          • Rose Familia

            Masnya sombong sekali, ya. Merasa paling paham sejarah kayaknya. Khadijah tidak seperti wanita lain yang jadi bulan bulanan masyarakat patriarki Arab pada umumnya yang nasibnya tergantung pada putusan laki laki. Dia dihormati baik oleh pegawai dan masyarakat termasuk Rasulullah sendiri, dibandingkan wanita Arab lain, I say she is alpha female. Any woman who can make Muhammad SAW falls to her is a very special woman. More than any common females.
            Atau anda mendelik karena mendengar istilah alpha female. Heh. Situ kali akhi cupet yang dimaksud penulis. Mungkin anda juga yang potentially jadi suami kolot yang membatasi istri di rumah. I bet you are.
            Kalau ga suka komen saya ga usah insecure gitu donk, cupet.

          • bukan merasa paling paham. tapi mbak nya yg sotoy sok2an tau sejarah. alpha female aja gak faham apa.. bikin pengertian sendiri. ngerendahin saya, bilang saya cupet… saya tanya “rumus persamaan linear dua variabel” pasti gak ngerti hah

          • Rose Familia

            wah si cupet mulai esmosi

        • lah tadi katanya khadijah alpha female.. terus sekarang bilang muhammad saw suami kolot ? gimana sih ? kl diliat dari foto nya sih pake kerudung.. kok memojokan nabi nya sendiri sih

          • Rose Familia

            kok saya yang bilang Nabi Muhammad kolot? Gak nyambung banget.

    • wamsky

      Alpha female? Wkwkwkwk…
      It kills me, lur

    • Achmad Zubaidi Obeth

      Semoga wanita yang dimaksud emang sekelas sama Khadijah R.A, semoga semoga semogaaa

    • Luqman Bassam Ramadhani

      Ehm, hati2 terbalik mbak, khadijah yg melamar rasulullah saw

      • Rose Familia

        saya juga tahu, mas… does it even matter? the point is, The Prophet did love her deeply and he stayed monogamous with her.

  • Ratih Kusumawardani

    Sabar mbak Kalis… cepet2 nikah tapi asal comot laki juga buat apa.. cepet nikah tapi dg org yg salah juga bikin hidup tambah runyam. Nikah itu bukan utk merubah status.. atau membungkam mulut2 jahil.. krn mereka gak akan berhenti utk jahil. Habis nikah ntar blum juga punya anak.. mereka mulai jahil lagi.. kalo dasar hobi nylathu.. kagak akan pernah puas ngata2in org.
    Nikmati hidup slagi bisa single.. single yg berkualitas.. ada waktunya ntar ketemu jodoh. Hopefully once and for all.

    ( soalnya.. Adik cewekku umur 33 jg blum nikah 😅. Slalu berharap yg terbaik utk org2 di skitar kita. Amiiin )

  • Eki Rahmad

    Tulisan ini bagus… tapi yg nulis perempuan,, mungkin belum klarifikasi ke beberapa laki2… aspek psikologis laki2 perlu diperhatikan juga… sy pribadi tidak masalah dg gelar apapun… tapi klu umur??? Entahlah, bagi sy umur juga menjadi faktor penentu juga… klu di bandingkn dg rasulullah, jelas beda…

    • endi hanzo

      klo umur selama itu msih seumuran buat saya sih ga masalah…
      bahkan lbih tua 3 tahun d atas saya sih ga masalah..
      jodoh, maut, rezeki, itu urusan sang khalik mas, kita mah sebagai manusia jalanin aja yg udah d gariskan 😀

    • Merrill

      Men, cowok itu biasanya mati duluan kok. Kalem aja dapet perempuan yang lebih tua mah – Mau koar-koar biological clock juga emangnya mau punya anak lima biji? Mau disekolahin pake daun?

      • Siti Zuhrotun Nisa’

        Hahahahahahaha, ini juara epic :))

  • tulisan menarik, ringan di baca.

  • Dita Dwi Aprilia

    Suka kata2 nya 😂😂
    “Kalian nggak tahu aja kalau kita juga lebih milih brondong cerdas atau om-om bijak yang cinta perempuan matang, berkharisma, dan multitalenta”

  • Asna Kusuma

    Kepencudangan laki2 yang bilang sekolah jangan tinggi tinggi *pengen nabok 😁

  • Akhmad Arif Abduh

    Bnyk puasa n ttp semangat mbak. Mari kita berjuang sama sama

    • Azhar El-Marosy

      Cieh abduh mau berjuang sama mbaknya haha

      • Akhmad Arif Abduh

        Ente limaza akhiii

      • Akhmad Arif Abduh

        Haza amrun baini wa bainaha hahahaha

  • Bayongski Porsea Yudha

    kalau perempuan yang sekolahnya tinggi2 mau gk model akhi kayak akhi muzamil hasballah ?

  • Henry Ahmad

    maaf, sebenernya saya penasaran ke meme yg dimaksud….kalopun ada yg nyimpen link TKP boleh berbagi

    maap kalo komengnya OOT

  • Hanif Khairuddin

    sabar y mb…
    semoga nanti bs dipertemukan olh Allah dg pasangan yg terbaik utk mb menurut Allah, aamiin

    Utk pertnyaan2 jgn dimasukkan hati, khusundzan aja bhw mrk sedang mengingatkan utk bersegera melaksanakan ibadah menikah karena ‘menurut’ mereka mb sudah memenuhi syarat utk ibadah menikah. Jadikan motivasi aja, misal memang mb merasa sudah ‘siap’ dan syarat utk ibadah menikah merasa sudah terpenuhi, tinggal ihtiar aja mencari calon pasangan dg cara yg diridhoi Allah. Tpi smeisal merasa belum siap semua y tetap istiqomah dg terus melakukan kebaikan atau Bisa juga belajar mengenai ibadah menikah dari buku-buku atau kajian dg sumber2 yg valid.

    Mengenai akhi2, memang sudah kodratnya (fitrahnya) sbg Laki-Laki merasa nyaman dengan pasangan yang dari derajat yang setara atau dibawahnya. derajat disini macem2, misal pendidikan, harta dll, sesuai dg kriteria maisng2 individu dan antara satu dan yang lainnya tidak sama, dimaklumi saja namanya jg manusia.

    Tetapi tidak semua akhi2(saudara laki2 dlm islam) juga mmeiliki pemikiran seperti itu, tergantung dengan wawasan yg ia miliki, tergantung dg pengetahuannya, background maupun lingkungan jug dpt berpengaruh.

    Oleh karena itu, kalau bolehsaran misal mb memang sudah berniat utk mencari calon pasangan, carilah di lingkungan yang sesuai dengan kriteria mb, agak tidak salah dalm memilih nantinya.

    salam.
    Barokallahu fiikum

    • Merrill

      Ini kodrat dan fitrah laki-laki seperti itu tercantum dimana sih? Ada citation-nya? Ada dalilnya?

      • Hanif Khairuddin

        cb tanya aj sm bapak, suami atau temen/saudara laki2nya

  • Widyawan Widarto 闘志

    Meanwhile ada akhi-akhi cupet yang statusnya lagi viral sedang terguncyang dengan tulisan ini~

    Heran padahal tinggal di Jerman…

    • Blau Blue

      Hahaha.. XD

    • Merrill

      Waktu sekolah dan kerja di luar saya juga paliiiiing males ketemu sesama orang indonesia yang macem akhi cupet tersebut. Udah kerjaannya semua dinyinyirin, dulu malah pernah ada yang sampe masuk dorm saya dan me’razia’ makanan saya yang dianggapnya ada enzim haramnya.

      “Biar adek nggak dosa makan yang haram” katanya, dan waktu si Gilang teriyaki yamaha ini manggil Afi ‘dek’ di status viralnya yang lampau, saya langsung ptsd teringat akhi-akhi yang dulu ngebuang berdus-dus snack pocky saya.

      Heran, apa semua akhi-akhi ini nggak dilahirkan, tapi dicetak di sebuah pabrik gitu ya?

      • Fajar Avicenna

        Saya turut berduka atas semua Pocky yang dibuang akhi-akhi tersebut.

    • Wan Fahry

      siapa tuh akhi2 yang terguncang??

      • Blau Blue

        gilang kazuya shimura

  • Tri Astuti Utomo

    Inilah, Mba–karena mindset sebagian masyarakat kita masih berpatokan pada sesukses apapun kita, sebesar apapun pencapaian kita, sesering apapun kita terjun untuk lingkungan sosial–ya kalau belum nikah di usia dewasa madya ke atas ini akan tetepa dipandang sebelah mata oleh kamu mereka2 ini.

  • Bang ojan

    Maksud tulisan ini memang patut diapresiasi. Mbaknya mengkritisi budaya indonesia yg kurang baik spt menganggap rendah kaum wanita, kdrt, disriminasi, tuntutan nikah berlebihan dll. Tapi apa hubungannya sama akhi2 bumi datar, ustad ceramah ya? Mereka salah sama mbaknya apa? Wkwkw apa pernah nglamar mbaknya… Just thinking :))

  • Daniel..

    Kalau menurut ku y…
    Sebenernya g ada yg perlu ngrsa sgtu sensi..hehe sok ya..tp emang jdulnya udh sdkit mancing sih..kl aq bc g ada yg slh sma mbk..sma skali g slh dgn niat perempuan cari ilmu yg tggi..tp jdoh g da yg tw kn mbak..dan saat kita jadi seorang istri..sudah kewjiban kita manut..apalg muslimah tw btul gmn qt hrs ptuh sma suami..sbtin sypa..istri Nabi Muhammad,,dll((istri yg dsbutin mbak bnyak bgt itu)) semua saya yakin juga seorang istri yg patuh sma suami..bahkan kita tw seorang istri yg minta ijin suami untuk jenguk ortunya yg lg skit dan tdk dbolehkan sma suami,,istri ttp g bs nkat gt aj prgi..tp tntu itu g bs dsama in kl suami suka MU istri jg harus suka MU..2 hal dgn point mslh yg sngat berbeda..silahkan cari ilmu cari pnglaman setinggi apapun tp jgn lpa qt istri dr seorang laki laki yg kita pilih dgn rasa syg dan hormat..jgn pkai gelar atau atribut apaun untuk berdebat dgn suami..ddlm berkeluarga ttp posisi perempuan adalah istri..sbntar,,bukan sebagi objek untuk direndahkan..tp subyek yg harus menenangkan..bukan yg harus selalu kalah..tp sadar harus ada yg mengalah..krn dy suami,,nahkoda rumah tgga..bukan rekan kerja atau boss atau bwahan qt..kalau nahkoda ada dua bisa kebelah itu kapal..tenggelam semua rugi..but…sbgai seorang imam,,nahkoda kapal..pliss jgn semaunya bwa kpl…inget dkpl itu kita pnya penumpang yg harus nyman jln sma kita..jgn memutuskan sesuatu hnya krn kita mw dan ingin.apalagi yg mnrut qt btl trus maen hjar aj..trus yg kita anggap istri cmn sidekick aja dan g pntg2 amat pnya cita2..pkokk e mnut..i dont think so..kl istri kita pntr..pnya pnddkan tggi sypa yg sng..qt..y btul..tp hnya spersekian persen..pkrin anak kita kelak..alangkah bhgiannya qt liat anak kita pnya ssok lbu yg pnter..cerdas..turun kesiapa..ke anak qt jg kan..sypa yg g pgn anak kita pnya pnddkan yg bgs..ok klau qt pkr akademik g trllu pntg tp ttp itu sbuah modal yg pntg ddunia saat ini..sama kl qt blng uang bkn sglanya..bnr tp skrg hmpir smua bth uang..segi apapun selama konteks positif…alangkah bangga kita klau istri qt pnya karier bagus dkntor..trlpas mngkin orng pkr qt klah sma istri..pdli amat sma omngan orang..dy nycat nyndir smpe kluar busa jg g bkn hdup qt lbh baik..slama istri kita msh syg dan hrmatin qt sbgai suaminya apalagi yg mw dpkr..suami kl mw mnang2 an sma istri jlas mnang mas.dy tulang rsuk kita..qt yg hrus ngelindungin dy..bkn spya dy ngrsa rpuh..tp jstru spya dy ngrsa dy kuat krn ada kita dsmping dy…
    Peace..Hehe pnjang y..msh mw ngtik nih jmpol..maaf kl ada typo2..

  • Budi Usmanto

    Spertinya lagi curhat…mngeluarkan uneg2/pengalaman. Klu masih umur 25an ya peluangnya masih ada lah buat dpt berondong…tp klu udah mnginjak umur +2, +3 thn di atasnya. Berondong jg akan berfikir 100 kali buat dpt cwek yg jauh di atasnya…apalagi berondongnya berondong cerdas…hehe

  • Midwal Rahmat Putra

    jadi inget iklan “nikah apa s2?”

  • Afida Fauzia

    trus kenapa bawa akhi akhi sih?

  • kata Eckino, ‘menikah itu anugerah tidak menikah yha jugak anugerah’. duduk persoalannya adalah si persoalan duduk di mana; jika kelean bahagya dengan yang kelean lakukan maka gosah ribet ama yang berbeda dilakuken ole yang laen lhaa…. *dan suddha diulastuntas oleh penulisnya

  • Alhamdulillah… udah punya calon.. usianya 21.. bukan 25.. :v

  • haryadi

    Ini curhat atau mau pencerahan ya, tdk perlu menghakimi siapapun, kalau sudah siap nikah monggo segera nikah, kalau belum ya jalanin saja dg baik apapun pilihan kita, tdk perlu menyalahkan akhi akhi yang kamu anggap berpikiran mundur, tidak perlu mendewa dewakan berondong cerdas atau om om bijak, setiap orang memiliki pilihan terhadap hidupnya sendiri, mau nikah atau belum nikah atau tidak menikah yang penting hidup kita berkualitas, sayang kalau masih sibuk nyinyirin orang juga alias bergelar sarjana lambe turah, tetap semangat saja, hidup tidak cukup urusan nikah saja, kalau belum siap jadi ibu untuk anak anak mu, minimal jadilah tante yang baik hati untuk keponakanmu, kalau sudah siap jadi ibu untuk anakmu jadilah ibu yang mulia

  • Faisal Hazami

    Yah kalo di agama kami mah nikah itu urgensinya ibadah. Yang selalu nanya kapan nikah seharusnya jadi cambuk buat diri buat disegerakan. Macem solat tapi ditunda2.

    Karena kami memandang hidup adalah ibadah, banyak sebagian dari kami nikah muda bahkan saat masih kere dan masih kuliah.

    Contoh umum si walkot bandung, nekat nikah muda, berjuang sama2 dari bawah, sampe akhirnya seperti sekarang sukses.

    Manfaat terbesar nikah sebelum mapan dan sukses ya biar anak2 yang dilahirkan bisa tau dan ikut merasakan perjuangan orangtua, proses dari bawah.

    Kami diajarkan konsep sami’na wa atho’na. Kami dengar kami taat. Ketika kami berpikir nikah muda gak ada duit, anak orang mau dikasih makan apa. Tuhan kami pun memberikan solusi, siapa yang nikah akan dibukakan lagi pintu rezeki yang lain. Kami dengar, kami taat, kami yakin.

    Jadi motivasi buat kami menyegerakan menikah. Beda ya dengan buru-buru.

    Dan kami pula diajari milih wanita dari 4 perkara, harta, kecantikan, tahta, agama. Mana yang baik? Tentu agamanya.

    So, agamanya baik, tapi pendidikan dan karirnya masih level terbawah, tetep kami pilih.

    Hidup kami bahagia kok dengan mengamalkan konsep sami’na wa atho’na.

    Kami bakal cenderung mengutamakan agama si wanita dalam memilih pasangan.

    Kami tidak akan memilih perempuan yang pendidikan dan tahtanya tinggi, kalo agamanya tidak tinggi.

    Perempuan yang agamanya tinggi pasti paham kenapa harus lebih dominan dirumah.

    Banyak anak muda sekarang yang rajin ikut pengajian, salah satu tujuannya mempersiapkan diri buat nikah segera.

    Hidup itu ibadah. Bukan perkara puas atau tidak puas.

    Ya itu pandangan kami dari segi agama sih.

    • Trmu

      stju ^^

  • ROMO

    Sepertinya pendidikan emang gag ngaru seh ama pernikahan..sesuai dengan 4 indikator calon pasdup dari Rosul..keturunan..keluarga..tampang..n agamanya..kalo sekolahan dimana ya masuknya..hehehe

No more articles