Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Wawancara Eksklusif: Alasan-alasan di Balik Kekalahan AS Roma

Puthut EA oleh Puthut EA
22 Oktober 2014
A A
Wawancara Eksklusif: Alasan-alasan di Balik Kekalahan AS Roma

Wawancara Eksklusif: Alasan-alasan di Balik Kekalahan AS Roma

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Begitu AS Roma kalah 1-7 dari Bayern Muenchen, ada begitu banyak pertanyaan yang muncul di media sosial kepada saya. Secara pribadi saya segera meminta jajaran Mojok Institute untuk menginventarisir daftar pertanyaan, dan menjawab satu per satu. Berikut hasil lengkapnya.

Bagaimana, kok bisa di babak pertama Roma langsung kebobolan 5 gol?

Jadi begini. Sewaktu pemanasan, para pemain Roma dan Muenchen sempat saling becanda. Suasana sangat rileks. Para pemain Roma berpikir bahwa situasi itu akan terbawa sampai ke permainan. Eh ternyata Muenchen main dengan serius. Bahkan kelewat serius. Para pemain Roma ketika kegolan 3 baru menyadari: Lho kok Muenchen jadi serius banget sih… Tapi hal ini sudah sangat terlambat.

Ini mirip kalau waktu Anda SMA, ada seorang kawan Anda yang datang dan bilang: “Ngapain sih serius belajar untuk ujian besok, paling Bu Guru memperbolehkan kita mencontek.” Anda terperangkap. Lalu bermain. Tapi ternyata keesokan harinya, Bu Guru galak sekali. Anda dapat nilai 2, sementara teman Anda dapat nilai 9. Usut punya usut, sebelum main ke tempat Anda, dia sudah belajar serius. Kira-kira begitulah… Semoga Anda paham.

Tapi terlihat betul, di sepanjang permainan Roma sangat tertekan. Adakah faktor lain?

Lho ya ada. Masak gak ada. Kalau gak ada, ngapain Anda wawancara eksklusif ke saya?

Hal lain yang patut diketahui publik adalah, Muenchen menang dukun. Menurut salah satu staf saya, yang tahu soal klenik, diam-diam Muenchen mengirim utusan ke Indonesia untuk mendatangi orang pintar. Mereka keliling ke Sumenep, Blora dan Banten. Sementara Roma menggunakan pola konvensional: berdoa sebelum bertanding.

Tapi yang mengherankan kami, mestinya Roma bisa membalas drama babak pertama. Kenapa malah makin terjungkal di babak kedua.

Anda jangan lebay lah. Gak usah pakai kata ‘terjungkal’ pakai kata ‘kalah’ gitu saja kan cukup.

Saya jelaskan supaya Anda makin memahami apa itu sepakbola. Pertama, drama di babak pertama itu mestinya terbalas. Namun coba Anda bayangkan jika skor menjadi 6-5, pasti Roma akan dituduh menyuap wasit. Kan jadi serba-salah.

Kedua, dunia sepakbola tidak konsisten karena sering memakai istilah ‘drama’ tapi ternyata dalam praktiknya tetap memakai dua babak. Mestinya ya pakai tiga babak, sesuai dengan salah satu kaidah drama yakni tiga babak.

Seandainya ada tiga babak, pasti lain ceritanya.

Apakah ada keuntungan lain dari pertandingan ini selain menelan kekalahan?

Nah, ini pertanyaan bagus.

Iklan

Sebetulnya, Roma cuma mau bilang: “Yang bisa mengalahkan kami 7 gol dan kami memasukkan 1 gol bukan hanya Manchester United. Buktinya Muenchen juga bisa.”

Jadi, yang lain juga supaya semakin semangat. Barca, Madrid, Chelsea, Juve dll bisa lebih bergairah kalau suatu saat bertemu Roma. Intinya itu. Ini kabar baik buat mereka semua.

Bagaimana perasaan Anda dengan kekalahan telak ini?

Saya sih biasa saja. Karena saya masih kepikiran, bagaimana jika nanti Roma melawat ke kandang Muenchen…

Dengan kekalahan ini, apakah Anda masih optimistis Roma bakal menuai banyak kemenangan?

Roma tidak akan menuai banyak kemenangan seperti yang dibayangkan banyak orang. Tapi Roma akan tetap mengakhiri Liga Serie A dengan meraih scudetto, dan akan menjuarai Liga Champions. Para wartawan akan memiliki banyak angle untuk menulis bagaimana bisa Roma pernah kalah 1-7 tapi berhasil menjadi juara. Dunia butuh drama. Semua masih suka kisah from zero to hero.

Apa yang akan dilakukan Roma untuk menuju ke sana?

Roma tidak akan melakukan banyak pembenahan. Ini akan seperti kisah Jokowi: 15 tahun lalu ia bukan siapa-siapa, setahun yang lalu masih banyak yang tidak menyangka ia bisa jadi presiden. Simpel sekali.

Terimakasih atas jawaban-jawaban Anda. Ada pesan untuk para Romanisti?

Beri mereka tautan wawancara ini.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2017 oleh

Tags: AS RomaBayern MuenchenPuthut EA
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Menjadi penulis jika ingin sejahtera maka jangan hanya fokus menulis MOJOK.CO
Ragam

Panduan untuk Calon Penulis agar Hidup Sejahtera, Karena Tak Cukup kalau Andalkan Royalti Saja

19 Januari 2025
Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan
Video

Ngobrol Santuy Bareng Puthut EA Selain Soal Kepenulisan

24 November 2024
Puthut EA: 25 Tahun Berkarya Rilis Buku Waktu yang Pendek untuk Cinta yang Panjang
Video

Puthut EA: 25 Tahun Berkarya Rilis Buku Waktu yang Pendek untuk Cinta yang Panjang

24 Oktober 2024
Direktur Mojok Puthut EA menunjukkan salah satu bukunya di FESMO 2024. MOJOK.CO
Sosok

Yang Akan Dilakukan Puthut EA Setelah 25 Tahun Berkarya

23 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.