MOJOK.CO Commuterline gerbong wanita jurusan Bogor dihiasi perseteruan antara mbak-mbak dan orang tua di KRL yang ngeyelan dan ringan tangan. Ada baiknya kita semua ngintip, kayak apa sikap orang tua di Jepang kalau naik KRL.

Ada sebuah perseteruan generasi yang dari dulu nggak pernah selesai. Boomers yang nggak pernah menganggap milenial dan gen Z punya kemampuan, dan vice versa. Padahal keberadaan ketiga generasi ini saling melengkapi, tapi bersitegang terus.

Perseteruan yang awalnya muncul di level mentalitas ini takutnya pecah di momen-momen tidak terduga. Contohnya kayak apa yang terjadi pada orang tua di KRL dan mbak-mbak yang shock karena kena tampar dan jambak berkali-kali.

Buat kalian yang nggak sempat mantengin lini masa media sosial, coba simak keributan berikut sebijaksana mungkin.

Si ibu baju hijau merasa anak muda ngak pantas duduk di kursi prioritas. Perlu dipahami kursi prioritas memang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, wanita hamil, dan lansia. Namun ketika yang diperuntukkan tidak ada dan kursinya sedang kosong, ya boleh banget diduduki.

Ketika kemudian ada penyandang disabilitas, wanita hamil, dan lansia yang belum duduk maka barulah orang di kursi prioritas ini harus mawas diri untuk berdiri. Fahimtum? Fahimnaaaa!

Terlepas dari kronologinya, kata-kata “Saya ini orang tua!!!” yang terlontar dengan mantap dari ibu-ibu berbaju hijau cukup mencengangkan. Kalimatnya yang lugas menyadarkan saya bahwa banyak orang-orang yang begitu bangganya menjadi orang tua dan ingin diprioritaskan, ingin dihormati, dst. dst..

Baca juga:  Aku Tahu Aku Cantik dan Pintar, tapi Please Jangan Puji Aku

Begini, saya tahu kalau sikap orang yang lebih muda ke orang tua, apalagi yang di KRL yah, memang harus sopan. Minimal tahu tata krama dan nggak yak-yakan. Tapi pernah nggak sih ada sebuah aturan tentang nilai menghargai yang lebih muda yang ditekankan pada orang tua?! Kayaknya jarang denger deh. Karena pada takut kena kutuk jadi batu mungkin?

Mari sejenak kita piknik ke Jepang tanpa harus benar-benar mendaratkan kaki ke sana. Kita tahu Jepang adalah negara yang punya transportasi paling keren, terintegrasi, dan rapi. Jepang sering banget dapat pujian perihal tata krama mereka, termasuk bagaimana sikap yang muda menghadapi orang tua di KRL.

Sekilas, orang tua di KRL Jepang cenderung tetap berdiri dan nggak ditawarin duduk sama yang lebih muda. Bukan berarti nggak sopan, tapi orang-orang tua dan lansia di sana cenderung nggak mau duduk walaupun ditawarin berkali-kali.

Alasannya, kebanyakan dari mereka akan tersinggung jika ditawari tempat duduk. Seolah mereka nggak bakal kuat berdiri dan kelihatan tua renta. Mengutip dari Jpninfo, bahwa orang tua dan lansia di sana baru mau mengambil kursi prioritas ketika dia sudah berkali-kali hampir jatuh karena nggak kuat. Rasanya ingin sungkem ke orang tua model begini.

Meskipun nggak bisa dimungkiri kalau di Jepang tetap ada perseteruan bar-bar dalam rebutan kursi di KRL, tapi setidaknya mereka punya sikap yang nggak awur-awuran. Orang-orang lansia di Jepang sungguh ngeyel kalau mereka belum tua.

Baca juga:  Aku Tahu Aku Cantik dan Pintar, tapi Please Jangan Puji Aku

Tapi saya akui sunguh nggak bijak membandingkan orang tua di KRL Indonesia dengan di Jepang. Saya tahu keduanya nggak pernah bisa apple to apple. Jepang sudah bertahun-tahun hidup dengan disiplin di mana transportasi umum adalah yang diandalkan. Kendaraan pribadi di Jepang hampir tidak terjangkau dan diberi pajak yang bikin kejang-kejang anak kos. Sebagai bayarannya mereka mebangun moda transportasi terintegrasi yang bikin semua orang mau nggak mau memakainya.

Sementara di Indonesia? Mari kita mengheningkan cipta.

Di samping itu saya tetap percaya mental orang tua di KRL yang cenderung ngeyelan emang perlu dimusnahkan. FYI aja, orang tua di negara maju seperti Jepang bisa begitu legowo. Saya pun nggak mau kalau sudah tua nanti dibenci sama generasi-generasi muda yang jelas bisa menumbangkan saya hanya dengan sekali bogem.

BACA JUGA Derita Kaum Lansia yang Naik Kereta Commuterline atau artikel lainnya di POJOKAN.




Tirto.ID
Loading...