Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Secanggih Apa pun Teknologi Pangan, Kita Kembali Makan Mi dan Ayam Goreng

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
17 Juni 2020
A A
Kuliner Semarang.MOJOK.CO

Ilustrasi - 10 Tahun Merantau Bikin Sadar Kalau Kuliner Semarang Super Enak, Sedangkan Jogja Overrated (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nggak cuma gawai, makanan sekarang udah canggih-canggih dan variatif. Tapi pada akhirnya kita cuma makan mi dan ayam goreng, itu-itu lagi.

Sekitar satu atau dua tahun yang lalu saya dapat rekapan pesanan dari Gojek perihal makanan apa saja yang saya pesan via GoFood. Saya ingat betul aplikasinya bilang kalau saya penggemar nasi dan ayam, artinya selama setahun saya kebanyakan pesan nasi dan ayam. Entah ayam geprek, ayam krispi, atau ayam goyeng anak alay. Pokoknya ada unsur nasi dan ayam-ayamnya.

Iklan

Waktu tanya kawan saya yang lain, ternyata hasilnya beda. Dia justru paling sering pesan mi, entah mi ayam, bakmi, sampai ramen. Saya pikir hasil dari kawan saya yang lainnya lagi akan variatif. Tentu nggak semua orang bakal makan mi dan ayam goreng doang, pastilah ada yang suka pesan ikan, cumi, atau gado-gado. Ternyata perkiraan saya salah, Bung Broto.

Kebanyakan kawan-kawan saya emang makan itu-itu aja. Kalau nggak makan mi, mereka makan ayam. Sesekali pesan kopi, soto, bakso, atau bubur ayam, tapi nggak sesering itu.

Kadang nggak habis pikir aja, kita hidup di tahun 2020 di mana sebuah alat sudah bisa menghasilkan popcorn saat kita memasukkan biji jagung kemasan. Ada juga berbagai jenis variasi daging mulai sapi, kambing, bahkan sampai hewan-hewan laut yang rupa-rupa warnanya. Tapi lagi-lagi kita betahnya sama daging ayam

Olahan tepung juga macam-macam banget. Mulai roti, macaroni, penne, panekuk, martabak, dan berbagai alternatif enak lain. Tapi lagi-lagi kita kembali makan mi.

Sesekali mungkin kita makan es krim dan mengagumi betapa enaknya pizza. Tapi untuk urusan kenyang dan pas lagi males mikir, makan mi dan ayam adalah solusi. Jarang banget ada orang yang sepenuhnya beralih ke salad, oats, hingga quinoa kalau nggak ngebet banget mau diet. Sobat vegan juga agak pikir-pikir kalau mau ninggalin nasi.

Kondisi semacam ini dipicu oleh latar belakang psikologis yang kompleks. Walau kelihatannya cuma perkara pilih menu makanan, tapi pengalaman empiris seseorang dan budaya makan ternyata berpengaruh. Makanan itu-itu aja yang selalu jadi pilihan disebut dengan comfort food. Dalam kasus saya, kawan-kawan, dan kebanyakan circle orang di sekitar kami, cormfort food adalah dengan makan mi dan ayam goreng.

Comfort food juga dipengaruhi oleh budaya makan. Artinya, orang Mesir belum tentu punya kebiasaan makan mi dan ayam goreng kayak kita. Mungkin mereka bakal keseringan order Barbousa dan Falafel kalau ada di GoFood.

Seseorang yang dari kecil terbiasa makan mi dan ayam, bakal merasa bahwa standar kenyang mereka ya dengan kedua makanan itu. Sebagai negara yang menganggap daging sapi itu agak mahal, jelas daging ayam adalah pilihan alternatif untuk memenuhi protein. Mengingat nggak semua orang juga punya akses buat beli ikan segar dan mengolahnya dengan benar. Aneh betul, padahal Indonesia negara yang dikelilingi oleh laut, tapi orang-orangnya makan ayam. Hmmm~

Selamanya comfort food bakal jadi comfort food meski teknologi pangan sudah canggih luar biasa. Mau ada variasi puding oreo red velvet ndakik-ndakik sampai siomay dumpling gyoza kuah kari, kimchi sundubujigae, dan kreasi lainnya dari berbagai belahan dunia, makan mi dan ayam goreng adalah jati diri kita sebenarnya. Nggak lupa makan nasi juga, ding.

Pada dasarnya kita bisa bertahan hidup tanpa jajan-jajan cilok, cireng, cakwe, dkk kalau nyatanya makanan itu cuma berfungsi sebagai cemilan yang menghibur. Ibaratnya, lidah kita bisa aja berekreasi dengan berbagai bentuk hingga ke makanan khas Azerbaijan. Tapi makan mi dan ayam goreng adalah tempat lidah kita kembali pulang. Maka mengawinkan keduanya jadi mi ayam adalah ide brilian.

fess mie ayam never fails me ? pic.twitter.com/AFZBazt6Wh

— FESS (@FOODFESS2) June 8, 2020

Duh, jadi laper ya, Bang.

BACA JUGA Harimau Mati Meninggalkan Belang, Pak Tupon dan Bu Tumini Meninggalkan Mi Ayam atau artikel lainnyadi POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2020 oleh

Tags: ayam gorengkuliner indonesiaMi Ayam
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Tips Meningkatkan Kenikmatan Ayam Goreng Olive Chicken Jogja (Mojok/Agung)

Tips Meningkatkan Kenikmatan Rasa Ayam Goreng Olive Chicken Jogja yang Sudah Menjadi Legenda Kuliner Itu

3 Juli 2026
Harga Paha Atas Olive Chicken Naik, Warga Jogja Resah (Unsplash)

Keresahan Warga Jogja di Balik Kabar Kenaikan Harga Menu Paha Atas Olive Chicken

12 Desember 2025
Nasib miskin di masa kecil: Cuma bisa ngiler saat tetangga kaya beli seember ayam goreng dari restoran cepat saji KFC cuma buat pamer MOJOK.CO

Pertama Tahu KFC, Ngebet Pengen Makan Ayam Goreng Tanpa Nasi Berakhir Menelan Kecewa

4 Oktober 2025
5 Mie Ayam yang Perlu Dihindari kalau Nggak Mau Rugi, Pembeli Mesti Jeli

5 Mie Ayam yang Perlu Dihindari kalau Nggak Mau Rugi, Pembeli Mesti Jeli

15 September 2025
4 Akal-akalan Pedagang Mie Ayam yang Menipu Pembeli Demi Meraup Untung Banyak

4 Akal-akalan Pedagang Mie Ayam yang Menipu Pembeli Demi Meraup Untung Banyak

8 September 2025
4 Ayam Goreng Terbaik di Dunia Ada di Jogja, Olive Nggak Termasuk MOJOK.CO

4 Ayam Goreng Terbaik di Dunia Ada di Jogja, Olive Nggak Termasuk

6 Maret 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.