MOJOK.COGara-gara video orang Malaysia yang ngomong: wung ape tu man? wung puyo saya jadi sadar kalau saking nggak lucunya, guyonan bisa jadi lucu banget. Amboi, genre baru.

Sebuah potongan video audisi Raja Lawak Malaysia kembali viral. Saya nggak tahu menahu awalnya dari mana kenapa video ini bisa ramai dan bikin ngakak lagi. Satu-satunya faktor yang bikin video ini lucu adalah karena lawakannya yang nggak lucu. Peserta audisi cuma ngomong: Wung ape tu man? Wung puyo. Gitu terus sampai kelar.

Iya saya tahu. Memang si peserta ini aslinya bilang, “Burung apa tuh man? Burung puyuh…” Tanya sendiri dijawab sendiri, okesip!

Tapi karena artikulasi huruf ‘r’ orang Malaysia emang beda, jadi kedengarannya kayak huruf ‘w’. Sampai sekarang, orang-orang juga nggak tau maksud dari jokes ‘wung ape tu man?’ ini apa. Apalagi saya. Tapi saya tetep ikutan ketawa.

Ditambah dengan ketawa terpaksa dari salah satu penonton saat orang tersebut berhenti melawak. Bunyi ngakaknya tuh, “Bhaahaak!” Singkat dan menyakitkan. Sumpah ketawanya ngawur banget tapi bikin potongan video itu semakin lucu. Juri pun sempat-sempatnya bilang, “Sebuah percobaan yang mantap… Cuma saya rasa perlu banyak belajar tentang burung.”

Alamak, ngakak banget woy. Saya curiga peserta ini aslinya nggak mau audisi tapi dipaksa sama circle-nya buat daftar. Hmmm, ini pasti prank kan? Dikerjain karena ulang tahun kan? Hmmm, wung puyo!

Saya jadi mikir kenapa lawakan yang sebegitu nggak lucunya bisa jadi lucu banget. Anomali yang kelewatan dan sekilas nggak masuk akal. Tapi ternyata jokes memang punya formula yang sedemikian rupa sehingga bikin orang ngakak saat bercandanya kelewat nggak lucu.

Baca juga:  5 Tokoh Anime Favorit yang Saking Kerennya Bikin Kita Pengin Jadi Mereka

Inilah keajaiban di balik anti-jokes ala wung ape tu man? wung puyo. Lawak adalah seputar ekspektasi dan penciptaan antiklimaks yang tepat. Punch line jadi sebuah kalimat pernyataan nggak tertebak yang mengacaukan logika audiens. Ketika kita mengharapkan seseorang melawak dengan cerdas namun punch line-nya goblok, kita bakal tertawa sejadinya.

Sama dengan si mister Wung ape tu man? ini. Ketika kita berharap dia melontarkan kelucuan tapi ternyata garingnya kriuk krispi level 5, suasana jadi antiklimaks. Ditambah suasana cringe dengan perasaan di sana-sini. Oh Tuhan, orang-orang di sana pasti tersiksa tapi yang menonton mereka sungguh terhibur dan tertawa.

Anti-jokes lain yang nggak kalah legendaris adalah audisi SUCI 6 Kompas TV. Seorang peserta datang melawak tanpa set up apa pun.

“Saya kemarin ketemu alay, dia mesen makanan.
‘Mbak, pesen apa?’
‘Ayam goyeeeng…”

Lalu hening. Terang aja lah, saya juga nggak paham maksud lawakannya selain bikin huruf ‘r’ jadi ‘y’ doang. Tersebab nggak ada yang nanggepi tiba-tiba peserta ini ngambek. Mukanya kecewa sambil bilang, “Dah lah…” dan berjalan pergi.

Ajaibnya, saat dia pergi meninggalkan panggung, Om Indro dan Kemal Pahlevi sebagai juri justru ketawa ngakak. Sementara juri satunya, David hanya melongo. Potongan video tentang si alay pesan ayam goyeng ini kemudian viral dan diedit sama netizen. Hasilnya? Jelas lebih lucu.

Baca juga:  Stigmatisasi Cowok Berkacamata dan Hubungannya sama Tampil Nggaya

Anti-jokes memang nggak pernah ketebak alurnya. Pokoknya dia hadir dengan antiklimaks yang nggak pernah disadari audiens. Biasanya anti-jokes bentuknya memang sederhana. Seperti tebak-tebakan soal kucing-kucing apa yang nggak mau makan? Kucing mati. Tapi saya merasa genre anti-jokes sudah berevolusi jadi yang lebih ultimate seperti bercandaan ‘wung ape tu man? Wung puyo’ yang hingga kini bikin ketawa.

Beberapa dari kalian yang bitter mungkin bakal bilang. “Apaan sih, nggak lucu begini.” Karena memang kalian belum menjiwai betapa nggak lucunya si mister Wung ape tu man. Kawan kami Agus Mulyadi juga awalnya nggak ngerti. Sekali nonton videonya, dia cuma bilang, “Opo sih lucune aku ra mudeng.”

Tapi lama-lama setelah ditonton lagi, setelah menghayati betapa awkwardnya suasana audisi, dia jadi ikutan ngakak. Kami semua ngakak lagi. Setelah diam kalau ada yang nyeletuk, “wung ape tu man?” pasti ketawa lagi. Astagaaa, kantor Mojok isine wong gojekan tok po piye. Tapi kami nggak memaksa kalian yang beban hidupnya udah nggak bisa dibawa ketawa juga ikut ketawa kok. Santai, Mylov. Jokes kadang subjektif.

Besok-besok kalau kalian disuruh spontan ber-standup komedi dan merasa takut nggak lucu, tenang, berusahalah tidak lucu. Sesekali pasang muka kesal dan grogi. Maka tunggu aja, penonton bakal ngakak ngetawain kalian, bukan ngetawain jokesnya. Catet!

BACA JUGA Menelusuri Apakah Dustin Zero Logic Benar-benar Nggak Logis atau artikel AJENG RIZKA lainnya.