Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Di Hari Bhayangkara Ini, Mari Kita Mengapresiasi Polisi, Termasuk Polisi Tidur

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
1 Juli 2020
A A
polisi tidur
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tepat hari ini, tanggal 1 Juli 2020, adalah peringatan hari Bhayangkara yang ke-74. Kalau pakai guyonannya Cak Lontong, nggak kerasa, ternyata korps kepolisian di negara ini sudah berusia 74, padahal tahun kemarin masih 73.

Di usianya yang ke-74 ini, masih ada banyak catatan yang perlu diperhatikan oleh kepolisian. Tahun lalu, misalnya, berdasarkan catatan dari YLBHI dan Komnas HAM, Polri masih menjadi lembaga yang paling banyak dilaporkan oleh masyarakat terkait dengan pelanggaran hukum, utamanya terkait tindak kekerasan, kriminalisasi, dan kelambatan dalam menangani kasus.

Dari data Komnas HAM, diketahui bahwa selama setahun terakhir, total ada 744 aduan masuk yang melibatkan institusi kepolisian.

Walau masih ada banyak catatan negatif, namun tentu saja tak bisa disangkal bahwa kepolisian adalah salah satu institusi paling penting dalam per-kamtibmas-an kita.

Lebih dari itu, kepolisian adalah lembaga keprofesian yang dalam urusan penyelamatan nyawa, tidak kalah dari dokter. Bayangkan, ada jutaan orang yang nyawanya tertolong karena memakai helm saat berkendara. Dan kita semua tahu, sebagian besar orang yang pakai helm itu mau pakai helm karena takut bakal ditilang polisi, bukan karena kesadaran keselamatan diri.

Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya orang yang malas pakai helm saat bermotor kalau jarak tempuh yang dilalui dekat saja tanpa pernah mau sadar, bahwa jauh atau dekat, aspal tak pernah berubah jadi empuk.

Citra polisi secara umum memang belum baik-baik amat. Sampai-sampai dalam salah satu goyonannya, Gus Dur pernah menyebut bahwa di Indonesia ini, hanya ada tiga polisi yang jujur, yakni patung polisi, polisi tidur, dan polisi Hoegeng.

Nah, karena ini dalam rangka hari Bhayangkara, maka tentu saja saya ingin membahas kiprah polisi-polisi baik. Tentu saja referensi yang saya pakai adalah guyonannya Gus Dur.

Guyonan Gus Dur, terlepas itu mungkin terdengar menyakitkan bagi kepolisian, namun ia memang terbukti.

Patung polisi, kita tahu, adalah figur yang baik. Ia polisi yang kalem. Tidak grusa-grusu. Tidak pernah mau menembak orang. Dan yang paling penting, ia tak pernah merengut.

Kendati demikian, tentu susah menulis sosoknya. Sebab keberadaannya tidak terlalu banyak, sehingga susah dimintai keterangan.

Hoegeng, kita semua tahu, adalah sosok yang begitu jujur. Interitasnya sebagai polisi tak diragukan lagi. Namun, saya juga tak mungkin menulis tentang beliau, sebab sudah ada puluhan bahkan ratusan tulisan yang mengulas segala puja-puji atas kiprahnya sebagai polisi.

Nah, kalau untuk polisi tidur, ini baru pas rasanya kalau kita bahas.

Polisi tidur memanglah sosok yang sangat penting terhadap ketahanan dan stabilitas nasional tanah air.

Iklan

Polisi tidur, sungguhpun ia tak pernah punya kesatuan tugas, tetaplah polisi yang layak untuk disegani. Setidaknya ada banyak alasan yang membuat keberadaannya begitu penting.

Bukti apresiasi masyarakat terhadap polisi

Polisi tidur adalah bukti nyata bahwa kerja-kerja yang dilakukan oleh polisi dalam menjaga keamanan dan lingkungan senantiasa diingat dan diapresiasi oleh masyarakat.

Di lingkungan internasional, nama umum polisi tidur sejatinya adalah speed bump. Di banyak negara pun, orang-orang menyebutnya sebagai speed bump. Hanya beberapa negara, termasuk Inggris, yang menyebutnya sebagai sleeping policeman.

Namun walau tak banyak negara yang menggunakan istilah sleeping policeman, Indonesia tetap ngotot menggunakan “polisi tidur” alih-alih speed bump atau antukan kecepatan.

Hal ini secara langsung merupakan apresiasi atas kerja-kerja polisi yang bermanfaat. Lha gimana, bahkan tidur saja polisi bisa sangat bermanfaat. Apalagi kalau melek dan berdiri. Pasti jauh lebih berguna.

Meningkatkan rasio jumlah polisi

Di Indonesia, jumlah polisi masih belum banyak. Menurut Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Arief Sulistyanto, rasio perbandingan jumlah polisi dan penduduk berada di angka 1:750. Itu adalah angka yang belum ideal, sebab menurut Irjen Arief, angka rasio perbandingan yang ideal adalah 1:350.

Itulah kenapa, kehadiran polisi tidur bisa menjadi pengerek rasio jumlah polisi dan penduduk agar bisa menjadi lebih ideal sebab kita semua paham, bahwa polisi tidur di kampung-kampung jumlahnya cukup signifikan.

Minimal dalam satu RT, ada 10 polisi tidur.

Menyadarkan orang betapa buruknya ngebut di jalan

Ngebut benjut, santai nyampai. Begitu slogan yang kerap dibikin stiker dan ditempel di banyak spekbor motor. Tak bisa tidak, ngebut memang selalu bikin celaka. Banyak kecelakaan di jalan, bahkan di jalanan kampung sekalipun, yang terjadi karena pengendara terlalu bodoh dan menganggap jalan tersebut sebagai sirkuit.

Orang-orang tak sadar bahwa nenek moyang kita adalah pelaut, bukan pembalap.

Polisi tidur bukan hanya memberikan pengingat, namun juga memberikan pelajaran dan hukuman bagi orang-orang yang bahkan tidak mempedulikan peringatan “Boleh ngebut asal dituntun”.

Pemersatu masyarakat.

Keberadaan polisi tidur kerap menjadi alasan bagi warga untuk bekerja bakti. Ia, menjadi solusi puncak atas keresahan warga atas oknum-oknum yang hobi ngebut di jalanan kampung mereka.

Polisi tidur mampu menjadi penggerak utama warga untuk berkumpul, bermusyawarah, untuk kemudian berdiskusi tentang anggaran pembuatan polisi tidur itu sendiri.

Pada tahap yang lebih intens, ia juga kerap menjadi alasan bagi warga untuk berkegiatan memperbaiki dan mewarnainya.

Hal tersebut seakan menjadi bukti, bahwa keberadaan polisi tidur merupakan salah satu tanda bahwa masyarakat masih baik-baik saja, masih mau srawung satu dengan yang lainnya.

Manunggaling polisi-warga

Bukan hanya ABRI yang bisa bermanunggal dengan rakyat. Polisi pun bisa. Salah satunya ya melalui polisi tidur ini.

Hanya pada polisi tidurlah, warga menyadari bahwa keberadaan polisi begitu dekat dengan kehidupan mereka. Saking dekatnya, mereka bahkan sampai berani menginjak-injak polisi tersebut. Hal yang tak akan bisa mereka lakukan pada ABRI, serendah apa pun pangkatnya.

Ini menjadi sasmita penting, bahwa polisi tidur adalah puncak spiritualitas kepolisian di dalam lingkungan kehidupan bermasyarakat.

Bahkan, kemanunggalan ini bukan hanya berlaku di lintas masyarakat juga, namun juga lintas korps, termasuk dengan tentara. Ingat, dari sekian banyak polisi, hanya polisi tidur-lah yang mau dan bersedia berbaring berjajar rapi di depan markas Kopasus Kandang Menjangan itu.

Polisi lain mana mau?

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2020 oleh

Tags: bhayangkarahari bhayangkaraPolisipolisi tidur
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

rkuhap, kuhap, polisi.Mojok.co
Mendalam

Catatan Kritis KUHAP (Baru) yang Melahirkan Polisi Tanpa Rem Hukum, Mengapa Berbahaya bagi Sipil?

19 November 2025
Ortu kuras tabungan buat anak jadi polisi malah kena tipu. Sempat bikin stres tapi kini bersyukur tak jadi sasaran amuk tetangga MOJOK.CO
Ragam

Ortu Kuras Tabungan buat Anak Jadi Polisi malah Kena Tipu “Intel”, Awalnya Stres tapi Kini Bersyukur

6 September 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Aktual

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi! Mojok.co
Pojokan

PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi!

26 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Purwokerto .MOJOK.CO

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Sebagian pengguna WiFi IndiHome beralih ke Biznet. MOJOK.CO

Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.