Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Diriku Diputus Pacar Gara-gara Golput

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
31 Maret 2018
A A
Putus-Golput-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Curhat

Salam kenal, Gus Mul dan Cik Prim. Saya Ipul, dari Pekalongan.

Langsug saja ya. Jadi begini, Gus, Cik. Pada suatu ketika, saya pernah berdebat dengan pacar saya, debat kami sebenarnya adalah debat receh, debat soal memilih kepala daerah, dari mulai cabup-cawabup, cagub-cawagub sampai capres-cawapres. Namun karena kami berdua punya cara pandang yang sangat berbeda, jadilah debat kami menjadi debat yang sangat panas.

Saya merasa bahwa di tengah kondisi politik yang sangat busuk ini, golput adalah pilihan yang paling masuk akal. Saya meyakini, bahwa golput juga merupakan hak. Setidaknya hak untuk tidak memilih.

Saya pikir golput adalah pilihan yang paling bijak untuk menyikapi keboborokan demokrasi Indonesia ini.

Namun di lain pihak, pacar saya sangat berbeda pandangan dengan saya. Bagi dirinya, memanfaatkan hak pilih sebaik-baiknya adalah cara yang terhormat untuk ikut membangun negara ini. Mencoblos merupakan sikap mencintai bangsa dan negara ini, karena dari calon yang terpilih akan menentukan nasib negara di masa depan.

Kami berdebat dengan sangat keras. “Apa kamu nggak cinta sama tanah airmu sendiri?” begitu kata pacar saya.

Ujung dari perdebatan ini adalah, saya diputusin gara-gara saya memilih golput alias tidak menggunakan hak pilihnya untuk memilih siapa yang jadi pemimpin.

Nah, Gus Mul, Cik Prim, mohon masukannya agar aku dan dia bisa bersama lagi walau saya dan dirinya sangat berbeda secara pemikiran tentang cara mencintai tanah air dan bangsa ini.

Salam dari saya, Ipul di Pekalongan.

~Ipul

 

Jawab

Dear Ipul.

Iklan

Saya benar-benar tertawa membaca curhatan sampeyan. Lha gimana nggak tertawa, baru pertama kali ini saya mendapati kisah pasangan yang putus hanya gara-gara perbedaan cara pandang golput. Konyol sekali.

Kalau putus karena perbedaan agama, itu wajar, sebab itu hubungannya memang soal keluarga. Kalau putus karena perbedaan pandangan politik yang sifatnya ideologis, misal yang satu militan PKS, dan yang satu militan PDIP, itu juga masih wajar. Tapi kalau beda yang satu golput dan yang satu tidak, hahaha, itu lucuuuu, dan nggapleki.

Dari curhat sampeyan, maaf sekali Ipul, saya punya analisis bahwa pacar sampeyan sebenarnya memang sudah tidak cinta sama sampeyan, atau yang lebih buruk, memang tidak pernah cinta. Cinta yang tulus dan sungguh-sungguh tidak akan tumbang hanya karena perkara golput.

Dia sebenarnya pengin memutuskan sampeyan dengan jujur, misal dengan alasan “kamu jelek”, “kamu kere”, “kamu terlalu koncil”, “kamu kurang racing”, atau alasan-alasan lain yang lebih masuk akal. Namun dia sungkan dan tidak tega, mangkanya dia pakai perbedaan pandangan soal golput sebagai alasan bagi dia untuk memutus sampeyan.

Itu analisis saya yang, semoga saja salah, namun saya yakin itu benar. Hahaha.

Jadi, Ipul yang baik hati. Untuk saat ini, yang sampeyan butuhkan bukan tips untuk bisa balikan lagi. Yang sampeyan butuhkan adalah kesadaran, bahwa dia memang tidak cocok untuk sampeyan.

Politik memang bangsat, Ipul. Tapi ingatlah, asmara jauh lebih bangsat.

~Agus Mulyadi

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2018 oleh

Tags: golputpacaranputus
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian MOJOK.CO lebaran
Liputan

Cerita Pilu 2 Pria yang Hubungannya Kandas Menjelang Lebaran, Ada yang Bawa-bawa Agama dan Dianggap Tak Punya Masa Depan!

9 April 2024
Casual Date: Sebuah Kenikmatan Tanpa Batas yang Berbahaya MOJOK.CO
Esai

Casual Date: Kenikmatan Tanpa Batas dan Berbahaya yang Tidak untuk Dirasakan Semua Orang

28 Februari 2024
Pawai #suarakanCintamu di CFD Jakarta untuk ajak anak muda agar tidak golput di Pemilu 2024. (Dok. Campaign)
Kabar

Pawai #SuarakanCintamu di CFD Jakarta: Upaya ‘Campaign’ Tekan Angka Golput

4 Februari 2024
pemakzulan dan prediksi golput pemilu 2024 mojok
Video

Prediksi Soal Golput di Pemilu 2024 dan Isu Pemakzulan Jokowi Bersama Bilven Sandalista

14 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.