Indonesia, sebagai negara yang konon katanya “tongkat kayu dan batu pun bisa jadi tanaman”, punya banyak sekali kekayaan alam yang sangat berguna untuk keberlangsungan hidup. Sayangnya, potensi kekayaan alam tersebut belum dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, khususnya untuk menciptakan energi alternatif.

Seperti banyak negara lainnya, Indonesia banyak menggunakan minyak bumi dan batu bara sebagai sumber energi utama, yang merupakan sumber energi tak terbarukan karena berasal dari fosil. Padahal, Indonesia punya banyak potensi energi baru dan terbarukan yang bisa dimanfaatkan dari sumber daya alam.

Kapasitas pembangkit listrik Indonesia saat ini, misalnya, dari total kapasitas yang mencapai 69,6 giga watt, sebagian besar masih didominasi oleh PLTU dengan bahan batu bara. Sedangkan pembangkit berbasis energi baru terbarukan hanya menyumbang 10,3 GW atau sekitar 14,8% dari keseluruhan kapasitas nasional.

Hal tersebut, jika terus dibiarkan, tentu akan menimbulkan dampak yang tidak baik untuk alam.

Indonesia tentu harus sangat serius menggarap pemanfaatan energi baru dan terbarukan ini sebab Indonesia punya banyak modal utama untuk itu.

Contoh yang sederhana misalnya seperti energi panas bumi dan air.

Indonesia diketahui sebagai negara yang mempunyai sumber energi panas bumi terbesar di dunia. Jumlahnya mencapai 40% dari keseluruhan energi panas bumi di seluruh dunia. Namun sungguh ironi, karena ternyata, energi panas bumi baru menyumbang hanya sekitar 1,9% dari keseluruhan tenaga listrik yang dihasilkan di Indonesia.

Begitu pula dengan energi listrik tenaga air. Bayangkan saja, Indonesia punya potensi aliran sungai sebanyak 7.219 batang sungai, dan baru sekitar 0,5% saja yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Mubazir bukan?

Pemanfaatan energi baru dan terbarukan, selain mampu menjadi menjadi solusi akan kebutuhan energi nasional, juga bisa menjadi alternatif yang baik, utamanya dalam memenuhi kebutuhan energi di daerah terpencil yang dengan segenap kebutuhannya, tentu tak bisa berharap penuh pada pasokan energi dari pusat.

Baca juga:  Curhat Ibu Rumah Tangga untuk Pemerintah yang Tidak Konsisten

Beruntung, mulai banyak pihak baik pemerintah maupun swasta yang yang mendukung dan mengusahakan upaya pengembangan serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Pertamina, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi, sudah cukup lama bergelut pada bidang potensi energi baru ini.

Kontribusi Pertamina terkait potensi energi ini salah satunya diwujudkan dengan menyelenggarakan Kompetisi Sobat Bumi, sebuah kompetisi untuk mencari putra dan putri berotak encer yang punya ketertarikan dan kemampuan untuk mengembangan dan menciptakan inovasi energi bagi keberlangsungan bumi.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan pelaksanaan Kompetisi Sobat Bumi merupakan perwujudan Pertamina sebagai perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial dan semangat terbarukan untuk membangun negeri.

Dengan mengacu kepada tiga prinsip dasar CSR yaitu People, Planet dan Profit, Kompetisi Sobat Bumi 2020 merupakan komitmen Pertamina mendukung Pemerintah dalam mencapai Sustainability Development Goals untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berorientasi pada pembangunan SDM maupun calon SDM unggul yang mampu menciptakan inovasi energi lestari ramah lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan energi di pelosok negeri.

Penyelenggaraan Kompetisi Sobat Bumi diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam melaksanakan Standar ISO 26000 melalui pelaksanaan Program CSR yang mengutamakan aspek lingkungan.

Tahun ini, Kompetisi Sobat Bumi digelar secara virtual melalui situs www.sobatbumi.id karena situasi pandemi covid-19.

Kompetisi ini diharapkan mampu menjaring banyak lapisan masyarakat mulai dari mahasiswa jenjang S1 maupun S2, pengajar/akademisi, peneliti, pelaku usaha di bidang energi baru dan terbarukan, maupun penggiat di bidang energi, untuk berinovasi dan berkontribusi pada pengembangan ide kreatif dan inovatif, yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi energi di Indonesia, sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi nasional, utamanya untuk daerah terpencil, pelosok dan/atau terisolisir lainnya.

Baca juga:  Balada Kernet Truk Tangki Pertamina

Kompetisi Sobat Bumi ini terbagi menjadi dua kategori, yakni kompetisi teori sains dan kompetisi proyek inovasi energi baru dan terbarukan.

Untuk kompetisi teori sains, diperuntukkan khusus bagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Kompetisi ini diharapkan mampu memfasilitasi mahasiswa di seluruh Indonesia, untuk secara leluasa mengeksplorasi daya pikir/logikanya melalui pemecahan teori-teori sains.

Sedangkan kompetisi proyek inovasi energi baru dan terbarukan ditujukan bagi masyarakat umum yang mencakup peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi, penggiat dan pengusaha di bidang energi, pengabdi masyarakat dan masyarakat umum lainnya yang memiliki ketertarikan terhadap energi baru dan terbarukan. Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring penemuan atau praktik-praktik pengembangan energi baru dan terbarukan, guna memenuhi kebutuhan energi di daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan).

Tak tanggung-tanggung, Pertamina menyediakan hadiah total sebesar 900 juta rupiah bagi para pemenang Kompetisi Sobat Bumi ini.

Tahun ini, program Kompetisi Sobat Bumi akan diselenggarakan mulai tanggal 1 Juli 2020 sampai dengan tanggal 9 Desember 2020. Penganugerahan pemenang Kompetisi Sobat Bumi akan diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 2020, yang bertepatan dengan HUT Pertamina ke-63.

Nah, jika kalian punya ide atau pemikiran tentang inovasi pengembangan energi baru dan terbarukan dan butuh didukung serta dikembangkan, kalian bisa mendaftar dan mencari tahu lebih banyak tentang kompetisi ini melalui website sobatbumi.id atau di akun instagram di @sobatbumi_id.