Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Tips Membeli iPhone untuk Pemula: No. 1 Jangan Beli Seri Terbaru

Aditia Purnomo oleh Aditia Purnomo
14 November 2019
A A
tips membeli iphone untuk pemula

tips membeli iphone untuk pemula

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dalam dunia perponselan duniawi, iPhone boleh dibilang salah satu produk terbaik yang pernah dibuat manusia.

Punya ekosistem baik, sistem operasi dan antarmuka efisien, performa hebat, kamera mantul, dan citra yang mewah membuat iPhone jadi bahan gunjingan tukang gibah dunia ponsel. Kekurangannya yang tak bisa dibantah semua orang hanya satu: harganya mahal.

Tidak value for money membuat iPhone punya banyak haters. Apalagi saat ini makin banyak hape android bagus yang harganya terjangkau. Flaghsip mulai dijual murah, atau setidaknya, tetap lebih murah dari iPhone. Karena kemahalan dan tidak mampu dibeli, orang jadi mencibirnya sebagai ponsel yang b aja. Namanya juga love with product they can’t have.

Padahal, kalau mau berpikir jangka panjang dan menjadikan ponsel sebagai alat produktivitas, hape ini layak jadi investasi. Beda dengan ponsel-ponsel android yang umur optimalnya rerata 3 tahun, hape ini bisa digunakan optimal hingga usia 5 tahun. Itu karena Apple biasanya masih memberi update iOs kepada ponsel-ponsel lama mereka, setidaknya hingga 4 tahun.

Kalaupun tidak berniat menggunakannya selama itu, kita bisa mengakali beberapa hal agar bisa menggunakan iPhone. Setidaknya, bisa mencicipi iOs yang terkenal efisien dan stabil itu. Nah, ini adalah beberapa tips bagi kalian para pemula yang baru berniat memiliki. Tujuannya biar nggak merasa kemahalan ketika membeli hape keluaran Apple ini.

Tips membeli iPhone untuk pemula

#1 Jangan beli iPhone terbaru

Untuk kalian yang bukan anak sultan atau tidak hendak menjadikan iPhone investasi jangka menengah, ada baiknya kalian tidak membeli produk seri terbaru dari Apple. Selain mahal, saya kira itu akan menjadi kesia-siaan kalau tidak digunakan untuk hal-hal produktif. Hape ini mahal tapi punya jeroan dan kamera luar biasa. Jadi, selama digunakan untuk produktivitas, uang mahal bisa segera terganti dengan penghasilan yang didapat dari ponsel itu.

Namun, kalau memang tidak mampu dan tidak berniat menjadikannya sebagai sarana mencari uang, belilah keluaran lama. Setidaknya, seri tahun sebelumnya. Karena, selain harganya sudah mulai turun jauh, beda harganya dari iPhone seri terbaru masih jauh banget, bisa sampai 5-6 jutaan.

Untuk saat ini, jujur saja iPhone XR adalah produk yang paling saya rekomendasikan. Punya segala hal yang bagus, ponsel ini masih bisa digunakan hingga 4 tahun ke depan. Kualitas tidak kalah dari iPhone 11. Paling hanya untuk urusan foto low light saja yang kalah jauh. Sisanya, ya selisih tipis lah.

#2 Tunggu sampai iPhone seri terbaru dijual resmi di Indonesia

Jangan terlalu bernafsu ketika mau membeli iPhone. Apalagi ketika ponselnya betul-betul baru dirilis. Tunggu sampai produk resminya dijual di iBox. Kecuali kamu mau membelinya langsung di Apple Store di Singapura atau Jepang, misalnya. Karena, anjay, harganya masih tinggi banget.

Ini hal yang saya rasakan ketika membeli iPhone XS Max tahun lalu. Begitu barangnya di-launching Apple, saya hanya butuh dua minggu untuk bisa merasakan produk terbaru (tahun lalu) ini. Sialnya, dua bulan berjalan, harganya sudah turun, bahkan cukup signifikan. Jika pada awalnya saya membeli iPhone XS Max varian 64GB produk Hongkong dengan harga Rp21 juta, tiga bulan kemudian ketika barang resminya sudah dijual, harga pasaran untuk hape itu sudah ada di harga Rp 18-19 juta.

Sial, baru lewat dua bulan udah selisih lebih 2 juta. Kan lumayan itu duit.

#3 Beli yang seken

Iklan

Entah kenapa, meski produk ini bagus dan mewah, harga jual bekasnya itu lumayan jatuh. Dulu saya merasakan harus menjual iPhone 7 Plus 128 GB yang saya beli di angka Rp16 juta dengan harga jatuh Rp8 Juta. Fak, jadi setengah harga cuma setelah dua tahun pakai.

Karena itu, buat kalian yang baru mau beli merek ini untuk pertama kali, saya lebih merekomendasikan untuk membeli barang yang bekas. Soalnya, ya namanya iPhone, barang bekasnya aja biasanya masih oke. Asal jangan beli barang refurbished (daur ulang barang rusak) aja sih.

Di akhir tahun ini, saya merekomendasikan iPhone 7 untuk dibeli pemula. Selain harganya sudah jatuh, barang yang pertama kali keluar tahun 2016 ini masih akan mendapat update software ke iOs 14 tahun depan. Atau malah bisa jadi dapat update hingga 2 tahun ke depan.

Dengan harga di kisaran Rp3,3 juta untuk varian 32 GB dan Rp4 juta untuk varian 128 GB (selisih Rp10 juta dari harga rilis), iPhone 7 sudah sangat cukup untuk menemani kebutuhan keseharian kalian. Paling minusnya di urusan baterai yang kecil dan cepat habis. Sisanya, masih cukup oke mengingat barang ini bikinian Apple.

BACA JUGA Kenapa Harga Xiaomi Murah dan iPhone Mahal? atau ulasan gajet lainnya di rubrik KONTER. Maaf, nggak jual pulsa. 

Terakhir diperbarui pada 14 November 2019 oleh

Tags: iPhoneiphone 12reviewtips membeli
Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

Asli Tangerang, tinggal di Jogja. Tukang review hape baru. Pernah ganti hape 50 kali dalam 3 tahun.

Artikel Terkait

iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z
Catatan

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Catatan

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan
Urban

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO
Sehari-hari

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026
3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.