Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jokowi Pilih 7 Milenial Buat Staf Khusus Kepresidenan Karena Nggak Ada yang Suka Kesepian

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
22 November 2019
A A
jokowi dan staf khusus kepresidenan MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pak Jokowi butuh dikelilingi milenial di staf khusus kepresidenan demi sirkel yang lebih relate. Kebahagiaan karena satu tema obrolan juga penunjang kerja, kan.

Mardani Ali Sera itu berpikir terlalu jauh. Ketua DPP PKS itu berpendapat kalau jabatan staf khusus kepresidenan akan tumpang tindih dengan struktur pembantu Presiden yang sudah ada.

“Tanpa pembagian tugas yang jelas, posisi staf khusus ini akan tumpang tindih dengan struktur yang sudah ada,” kata Mardani seperti dikutip KOMPAS. Selain 13 staf khusus kepresidenan, Jokowi sudah punya pembantu dalam wujud Kantor Staf Presiden (KSP), sekretaris kabinet, menteri, dan para wakil menteri. Dan tentu saja para buzzer yang siap membantu di medan laga media sosial.

Kata Mardani, tanpa tu-pok-si yang jelas, anggota staf khusus kepresidenan hanya akan menjadi asesoris semata. Apalagi 7 dari 13 anggota adalah milenial. Kalau sudah bawa-bawa penanda generasi begini biasanya dibarengi dengan keraguan-keraguan yang lumrah. Ya masih muda, belum berpengalaman, dan lain sebagainya.

Yang milenial membalas dengan “oke, boomer” yang makin lama makin menjengkelkan juga itu. Perasaan lebih tahu karena lebih mesra dengan perkembangan zaman membuat milenial agak jemawa. Ya begitulah manusia. Sok gelut wae!

Semuanya sok-sokan peduli dengan organisasi dan pengaturan kerja Jokowi. Nggak ada yang berusaha memahami jiwa Jokowi yang sedang gelisah. Di periode kedua pemerintahannya, sudah terlalu banyak kejadian yang membuat Jokowi ditinggal. Terutama ditinggal banyak pendukungnya karena kasus pelemahan KPK, kejahatan HAM yang tidak diungkap, dan lain-lain.

Padahal kamu tahu sendiri kalau para pendukung Jokowi adalah anak muda. Para milenial yang dulu berharap kalau Pak Joko bakal menjadi harapan baru. Tempo saja pernah bikin cover Jokowi dengan judul “A New Hope”. Ditinggal anak-anak muda itu sedih banget. Kamu kehilangan sirkel pertemanan yang asyik dan nggak ndakik-ndakik sok bijak dan merasa suci itu.

Maka dari itu, Jokowi mengelilingi dirinya dengan 7 milenial dalam staf khusus kepresidenan. Mereka adalah Putri Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Aminuddin Ma’ruf, dan Andi Taufan Garuda Putra.

Selain berjiwa muda, ada juga yang kaya raya. Nongkrong di Istana Bogor sambil nge-go food kopi Janji Jiwa tiap hari juga nggak bakalan jebol tuh kantong. Sambil ngomongin hal-hal baru dan pergosipan selebtwat yang mulai nggak laku lagi, menyesap kopi Janji Jiwa, ditemani rusa-rusa yang berkeliaran dengan bebas, menyambut senja manja dengan kesejukan istana negara.

Mau diskusi soal agama, bisa langsung ke Aminuddin Ma’ruf. Santri, sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mau tau soal perkembangan finansial teknologi beraroma anak muda, bisa ke Andi Taufan Garuda Putra, pendiri sekaligus CEO Amartha, fintech peer-to-peer lending.

Lewat usaha rintisannya, Andi Taufan berhasil menghubungkan investor dengan pengusaha mikro di pedesaan yang membutuhkan pendanaan. Hmm…investasi. Bukankah Jokowi hendak menghapus 40 aturan biar investor makin nyaman? Tiada yang lebih mudah selain ngobrol sama “pelaku” dengan tanpa sekat bernama staf khusus kepresidenan.

Sangat bisa terjadi ada menteri yang tidak responsif. Ngelawan perintah presiden. Dulu malah ada yang nggak kepilih lagi karena rumornya lebih keren ketimbang presidennya. Biar lebih cepet dapat masukan, tentu saja masukan yang fresh, Jokowi bikin itu staf khusus kepresidenan. Saya bayangin mereka sering kumpul-kumpul bareng. Bikin sirkel sendiri.

Siti Halwah, lewat artikelnya di Terminal Mojok yang berjudul “Betapa Nggak Enaknya Ikut Dalam Sirkel Nongkrong Orang Lain” menjelaskan dengan jernih. Menurut Siti, salah satunya karena merasa nggak nyaman.

“Perasaan nggak nyaman itu muncul karena saya tahu bahwa sebenarnya saya bukanlah bagian dari sirkel mereka. Keberadaan saya pastinya juga membuat mereka nggak nyaman, kan? Saya menyadari, mereka nggak leluasa dalam berdiskusi dan mengobrol karena keberadaan saya di sana. Mungkin, mereka berniat membuat saya nyaman—meskipun jatuhnya justru membuat saya nggak nyaman,” tulis Situ.

Iklan

Kalau udah biasa dikelilingi anak muda, lalu tiba-tiba tiap hari cuma ketemu sirkel Pak Mahfud MD, Pak luhut Binsar, Pak Prabowo (cieee…), dan terutama, the one and only, Pak Moeldoko, kan ya bikin nggak nyaman.

“Kapan, nih, gue bisa ngomongin Hammersonic yang tahun depan di Jakarta? Ada Slipknot sama Comeback Kid lagi. Pak Moeldoko sama Mas Mahfud mau nggak ya diajak nonton bareng?” Sebuah obrolan yang mungkin bakal bikin dahi Pak Moeldoko berkerut.

Kesepian-kesepian itu yang harus kita pahami. Ditinggal pendukung, dikelilingi boomers, dan sirkel yang tema obrolannya nggak nyambung. Kebahagiaan karena dikelilingi 7 milenial di staf khusus kepresidenan juga sebuah penunjang kerja. Kalau hati Pak Jokowi riang, kerja kerja kerja juga makin enak.

Pak Mardani sudah berpikir terlalu jauh.

BACA JUGA Alumni yang Mendukung Jokowi dan Prabowo Itu Biasanya Bukan Milenial Karena… atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: boomerJoko WidodojokowiMardanimilenialputri tanjungstaf khusus kepresidenanstafsus
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Ibu hamil kondisi mengandung bayi
Catatan

Hampir Memiliki Anak Sudah Jadi Anugerah, Ibu Tak Apa Berjuang Mati-matian demi “Buah Hati” yang Belum Tentu Lahir ke Dunia

29 Maret 2026
Metode Soft Saving ala Gen Z dan Milenial bahaya untuk pensiun. MOJOK.CO
Sehari-hari

Peringatan untuk Gen Z si Paling Soft Saving: Boleh Nabung Sambil Menikmati Hidup di Masa Kini, tapi Masa Tua Jangan Sampai Jadi Beban

28 Maret 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO
Esai

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.