• 129
    Shares

MOJOK.COPeriode PMS dan menstruasi adalah sebuah masa di mana otak cowok tiba-tiba penuh, menjadi gampang bingung, menjadi goblok, dan serba salah.

Ada dua “periode” cewek yang perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh cowok di seluruh dunia. Dua periode ini masih menjadi masa-masa yang penuh pertanyaan di benak cowok. Dua periode yang saya maksud adalah Premenstrual Syndrome (PMS) dan menstruasi.

Sebentar, kalian sudah pada tahu beda PMS dan menstruasi, kan? Jangan-jangan cowok cuma tahu kalau cewek punya “kegiatan rutin” setiap bulan yang sudah seperti kerja bakti di kampung itu? PMS dan menstruasi adalah dua periode yang berbeda. Keduanya juga punya pengaruh yang berbeda pula untuk tiap-tiap cewek.

PMS adalah periode sebelum menstruasi, berhubungan dengan gejala-gejala tertentu. Panjangnya masa PMS bervariasi, mulai dari satu hingga dua minggu. Efek dan dampak PMS ini berbeda-beda bagi cewek. Ada yang  baik-baik saja, tapi ada juga yang sakit luar biasa seperti sedang melewati siksaan api neraka hingga mood swing yang cukup parah.

Sementara itu, menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang sebagai bagian dari siklus bulanan alami. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan. Persiapan ini ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi pembuluh darah. Jika tidak terjadi kehamilan, endometrium akan mengalami peluruhan dan keluar bersama darah melalui vagina.

Nah, PMS sendiri berakhir ketika darah dari vagina keluar. Ketika darah keluar, ini namanya periode menstruasi. Jelas ya, kamu-kamu semua cowok yang kencing saja belum lurus? PMS dan menstruasi sendiri punya kesamaan, yaitu bikin cewek kesakitan–bisa di punggung dan perut–dan mood swing yang sungguh penuh misteri itu di mata cowok.

Oleh sebab itu, inilah masa-masa di mana cewek seperti novel misteri: nggak ketebak maunya gimana. Lantaran susah dicari ujungnya bagaimana, lebih baik didengarkan saja.

Jangan coba-coba menebak maunya apa. Kamu akan terjebak dalam situasi yang awkward, dan mentok kamu bakal kena marah. Apalagi kalau cewek udah sampai bilang, “Dasar cowok, nggak pernah peka!” Kelar hidup kamu. Kesalahan ini akan cewek simpan rapat-rapat dan muncul lagi ketika marahan di 3 tahun, 2 bulan, dan 4 minggu mendatang.

Oleh sebab itu, sebagai seorang cowok yang baru saja kena sindir sama pacar, saya mau berbagi tips menyikapi “lorong-lorong misterius” bernama menstruasi itu. Alhamdullilah kalau cocok buat kamu. Soalnya ingat, masing-masing cewek itu unik, punya “penanganan” sendiri-sendiri. Jangan disamaratakan, emangnya cebong sama kampret: suram semua!

Baca juga:  Tolong Ya, Cowok Beli Pembalut Itu B Aja

Nah, satu tindakan aman yang bisa kamu lakukan adalah mendengarkan. Cewek selalu menghargai cowok yang mau berkorban waktu, duduk tenang, dan mendengarkan. Tatap matanya ketika mendengarkan, tapi jangan pandangan menusuk. Tatap dengan pandangan pengertian seolah kamu tahu sakitnya menstruasi, meskipun “belum pernah” merasakan.

Hubungan antara cowok dan cewek itu dua arah. Oleh sebab itu, tentunya kamu nggak bisa cuma mendengarkan saja. Kamu juga perlu bertindak, minimal lewat kata-kata. Hati-hati dengan pemilihan kata dan suasana. Ini bukan Pilpres di mana kamu bisa ngomong apa saja. Salah pilih, bisa jadi kamu bakal didiemin selama satu minggu penuh. Mamam!

1. Kalimat kesungguhan untuk mengurangi sakitnya menstruasi.

Maksudnya begini. Ketika datang bulan, perut dan punggung cewek akan sakit sekali. Biasanya, hari pertama dan kedua menjadi saat-saat paling parah. Ketika kamu tahu cewek baru datang bulan hari pertama, coba katakan: “Punggungnya sakit ya? Sini aku pijit.”

Katakan kalimat kesungguhan itu sambil beringsut ke belakangnya. Pijat lembut di punggung bagian bawah. Lakukan selama 10 menit saja sudah cukup, kok. Perhatian dari cowok itu jauh lebih dihargai ketimbang teknik memijit kamu yang medioker. Jadi, intinya, selain berucap, kombinasikan dengan tindakan.

Jangan meremehkan kalimat kesungguhan, ya. Ini cocok betul untuk kamu yang lagi LDR-an. Bahkan yang “diucapkan” lewat wasap atau telpon saja sudah bikin adem, kok. Intinya itu perhatian, ndes.

2. Cepat pergi ke mini market untuk beli cokelat.

Keram perut dan sakit di punggung, konon, bisa dikurangi dengan mengonsumsi cokelat. Cewek, ketika PMS dan menstruasi bakal sangat berterimakasih ketika kamu membelikannya cokelat. Cepat, bergegas, segera meluncur ke mini market terdekat dan belikan cokelat kesukaannya.

Ketika memberikan cokelat, kamu bisa sambil berkata, “Sakit ya? Ini aku udah nyiapin cokelat. Dimakan, ya.” Kata “nyiapin” itu mengindikasikan kalau kamu sudah mempersiapkan cokelat sejak lama. Artinya kamu perhatian betul dengan siklus PMS dan menstruasi pasanganmu.

Percaya saya, ini jenis perhatian tingkat tinggi. Kenapa? Karena cowok akan selalu ingat jadwal dan hasil pertandingan sepak bola satu tahun yang lalu ketimbang siklus menstruasi pasangannya. Ketika kamu meletakkan kebutuhan pasangan sejajar dengan kesenanganmu, niscaya, perhatianmu akan ditukar dengan cinta melimpah di lain hari. Uwuwu~

3. Tegas untuk makanan dan minuman yang dilarang ketika menstruasi.

Hasrat untuk ngemil ketika menstruasi akan meningkat. Cewek juga manusia. Mereka mudah tergoda dengan makanan dan minuman tertentu. Padahal, ketika periode ini, ada pantangan makanan dan minuman yang perlu diperhatikan cewek.

Baca juga:  Tolong Bedakan Pendidikan Seks dengan Tulisan Mesum

Misalnya, untuk sementara menghindari minuman yang mengandung kafein. Kopi kental, es krim, dan minuman bersoda jangan dikonsumsi dulu ketika datang bulan. Nah, sebagai cowok yang perhatian penuh, sampaikan: “Nduk, kalau menstruasi, jangan minum air aki dulu ya. Ahh salah, maksudnya jangan minum soda sama es cendol dulu. Biar asam lambungnya nggak naik. Biar nggak maag. Nanti makin sakit, lho, perutnya.”

Sampaikan dengan nada tegas, namun mengayomi, melindungi. Ini akan memberikan kesan kamu sungguh perhatian. Kamu ingin dia tidak semakin merasakan sakit.

4. Jangan malu-malu soal pembalut.

Banyak cowok yang malu, atau gengsi, ketika diminta tolong membelikan pembalut. Jangan! Jangan pernah malu atau gengsi! Begini, lho. Cewek itu pasti mencatat periode PMS dan menstruasi. Mereka punya catatan, jadi akan selalu sedia pembalut, baik di kamar, tas, bahkan di laci kerja di kantor.

Namun, namanya juga manusia. Ada masanya mereka lupa membeli untuk persediaan. Orang pertama yang diminta tolong pasti pacarnya. Kalau sempat, mereka pasti akan berangkat sendiri karena tahu kok kalau cowok itu malu beli pembalut. Kalau sampai minta tolong, ini artinya sudah emergency.

Nah, sebelum dia minta tolong, ketika sudah masuk PMS dan di hari pertama menstruasi, katakan: “Aku lewat apotek (atau bisa juga mini market) sepulang kerja. Aku belikan pembalut sekalian ya biar kamu nggak repot? Stoknya masih ada nggak?”

Jangan sampai pacarmu itu lebih nyaman minta tolong membelikan pembalut ke driver ojol. Masak kamu kalah sama kesigapan mas-mas ojol membelikan pacarmu barang yang “sangat pribadi” itu.

5. Mood booster terbaik (buat sebagian) cewek.

Buat sebagian? Ya itu biar nggak judgmental saja, meskipun saya yakin semua cewek suka satu mood booster terbaik di dunia ini. Yang saya maksud adalah shopping!

Nah, kalau ini nggak perlu pakai kalimat. Langsung ajak saja. Selesai perkara. Sebentar, konteks shopping ini luas, lho. Ada yang baru “lega” ketika dibelikan baju atau sepatu. Ada pula yang sudah girang ketika dibelikan Pocky atau Waver Superman di Alfamart. Intinya adalah perhatian, dan nyata!

Duh panjang betul ini tulisan. Jangan salah, ini masih bisa lebih panjang karena usaha memahami cewek adalah usaha untuk berlutut di depan ketidakjelasan. Mari, cowok semua, selamat berjuang. Saya doakan selamat melewati masa-masa PMS dan menstruasi pasanganmu.`

  • 129
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles