MOJOK.COManchester United dan Arsenal sama-sama membutuhkan David Alaba dan Odsonne Edouard. Perang harga sudah tentu akan terjadi untuk dua pemain berkualitas ini.

Dua musim ke belakang, saya merasa mulai sering menulis nama Manchester United dan Arsenal di dalam satu artikel. Rivalitas kedua klub ini memang nyata, baik di atas lapangan untuk soal kebodohan yang terjadi, hingga situasi pemain terkait transfer. Salah satu kesamaan yang terlihat adalah tidak bermain di Liga Champions menyulitkan kedua klub ini.

Januari 2020 yang lalu, kedua klub ini berada pada posisi tidak bisa sembarangan membeli pemain. Manchester United tidak punya masalah dengan dana belanja, berbeda dengan Arsenal. persamaannya, kedua tim ini, untuk sementara waktu, tidak punya daya tarik yang dibutuhkan. United gagal membeli Erling Haaland, sementara Arsenal kalah dari Lyon untuk tanda tangan Bruno Guimaraes.

Keduanya “dipaksa” untuk puas dengan meminjam pemain. Jika Manchester United akhirnya meminjam Odion Ighalo, Arsenal meminjam dua pemain sekaligus; Cedric Soares dan Pablo Mari. Jika Mari sudah mencicipi Liga Inggris bersama The Gunners, Cedric belum pernah ketika liga sudah dihentikan untuk sementara waktu karena pandemi virus corona.

Untuk musim baru nanti, entah kapan akan dimulai, Manchester United dan Arsenal mungkin akan bertarung untuk dua pemain yang sama. Kedua pemain yang saya maksud adalah David Alaba dan Odsonne Edouard. Kita sudah tahu siapa Alaba. Bagi yang belum tahu Odsonne Edouard, dia adalah striker Celtic yang sudah jadi buruan banyak klub sejak Januari 2020.

Striker berusia 22 tahun itu sudah membuat 28 gol musim ini. Brendan Rodgers, yang musim lalu melatih Celtic, sudah siap dengan 30 juta paun untuk membawa Odsonne Edouard ke Leicester City. Namun, pendekatan itu menemui jalan buntu. Performa apik, usia yang masih muda, hingga banyaknya peminat membuat harga striker asal Prancis itu melambung sangat tinggi.

Saat ini, market value Odsonne Edouard cuma 15 juta paun saja. Namun, jika Celtic sudah menolak 30 juta paun, kita harus merevisi market value tersebut.

Baca juga:  Bukayo Saka dan Resonansi Awal Karier Bellerin di Arsenal

Sementara itu, berita keinginan untuk pindah dari Bayern Munchen cukup mengejutkan. Pasalnya, David Alaba adalah salah satu pemain penting di sana. Dia bisa “bertahan hidup” di tengah pergantian pelatih yang cukup sering. Kecerdasannya membuat Alaba bisa belajar banyak posisi dan peran dalam waktu singkat. Saat ini, kalau bicara bek kiri kelas elite, nama David Alaba pasti masuk ke dalam perbincangan itu.

Manchester United dan Arsenal butuh bek kiri

Manchester United dan Arsenal sama-sama butuh bek kiri. Saat ini, United sudah punya kombinasi pemain tua-muda untuk pos bek kiri, yaitu Luke Shaw (24 tahun) dan Brandon Williams (19 tahun). Komposisi yang seharusnya sudah ideal, mengingat Shaw mulai masuk periode emas, sementara Brandon adalah pemain muda yang cocok sebagai pelapis.

Shaw bermain sebagai bek kiri ketika Manchester United melawan tim yang bisa mereka “kuasai”. Misalnya melawan tim-tim papan tengah, seperti mereka sendiri. Sementara itu, Shaw dan Brandon akan bermain bersama ketika United melawan tim enam besar dalam skema 3-4-1-2. Skema yang membantu United mengalahkan Chelsea dan Manchester City.

Shaw tampil baik sebagai bek tengah sebelah kiri (CB left). Sementara Brandon berperan sebagai wing back kiri. Ini komposisi yang ideal sebetulnya, mengingat United biasanya menjadi lebih solid. Jika Ole Gunnar Solskjaer hendak lebih sering memakai 3-4-1-2, David Alaba bakal menambah kualitas di sisi kiri.

David Alaba sudah teruji sebagai CB left, pun sebagai wing back kiri. Alaba konon ingin tantangan baru. Artinya, namanya akan masuk ke dalam daftar transfer Bayern. Soal harga, Manchester United dan Arsenal harusnya sadar Alaba akan lebih rendah ketimbang Ben Chilwell. Kalian pasti paham, harga pemain berdarah Inggris pasti melonjak tidak masuk akal.

Nah, Arsenal sendiri sudah saatnya memikirkan masa depan Bukayo Saka dan Sead Kolasinac. Bukayo Saka bermain stabil sebagai bek kiri. Namun, Saka sudah memberikan indikasi kalau dirinya ingin bermain di posisi idealnya: winger kiri. Kombinasi David Alaba dan Bukayo Saka tentu terlalu manis untuk dilupakan bagi tim papan tengah seperti Arsenal.

Baca juga:  AC Milan, Franco Baresi, Paolo Maldini, dan Agama Sepak Bola yang Dilungsurkan

Sementara itu, Sead Kolasinac tidak punya kestabilan yang dibutuhkan. Selain performa yang tidak terlalu stabil, Sead juga mulai sering cedera. Punya Kieran Tierney yang juga sedang bermasalah dengan cedera, Arsenal harusnya sadar kalau posisi bek kiri sangat rentan. Sudah saatnya pos bek kiri diisi bek stabil seperti Nacho Monreal dulu.

Odsonne Edouard tidak perlu diperdebatkan

Saya akan menjelaskan kemampuan teknis Odsonne Edouard di artikel yang berbeda. Di sini, saya hanya ingin menegaskan kalau Manchester United dan Arsenal butuh striker muda mantan pemain akademi Paris Saint-Germain ini.

Odion Ighalo bermain bagus selama masa peminjaman dan sebelum liga dihentikan. Namun, realistis saja, Ighalo bukan “rencana jangka panjang”. Sementara itu, United akan butuh striker dengan atribut yang berbeda dari Marcus Rashford dan Anthony Martial. Odsonne Edouard, selain masih muda, bakal memberikan dimensi yang berbeda.

Fisiknya sudah terbangun dengan baik. Atribut teknisnya juga sudah terasah. Saya rasa, Odsonne Edouard sudah siap bermain di Liga Inggris. Untuk alasan ini pula, Arsenal harus serius mengejar tanda tangan Odsonne Edouard. Mau Aubameyang dan Lacazette bertahan atau hengkang, Odsonne Edouard harus menjadi target.

Pemain berusia 22 tahun dengan kualitas nyata, dengan harga di sekitar 40 juta paun adalah bargain di tengah inflasi harga pemain. Menjual Lacazette bisa dilakukan belakangan, meskipun bukan pekerjaan yang mudah juga. Jika Aubameyang tidak memperpanjang kontraknya, Arsenal tidak perlu lagi membakar uang dalam jumlah besar.

Kenapa? Salah satu pemicu naiknya harga pemain adalah ketika klub peminat sangat-sangat-sangat membutuhkan si pemain. Klub yang hendak menjual bisa menaikkan harga melihat kebutuhan tim lain. Inilah salah satu penyebab meroketnya pemain berpaspor Inggris.

So, pada intinya, Odsonne Edouard tidak perlu diperdebatkan. Manchester United dan Arsenal sama-sama membutuhkannya. Perang harga bakal terjadi. Keduanya sama-sama tidak bermain di Liga Champions. Semuanya ditentukan oleh kelihaian tim transfer masing-masing.

BACA JUGA Manchester United dan Arsenal Mengakhir Bulan Madu dengan Ighalo dan Ceballos? atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.