Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Arsenal Resmi Ikat Gabriel Magalhaes: Punya 8 Bek Itu Keterlaluan Kalau Masih Kacrut Juga Musim Ini

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
2 September 2020
A A
Arsenal Resmi Ikat Gabriel Magalhaes: Punya 8 Bek Itu Keterlaluan Kalau Masih Kacrut Juga Musim Ini MOJOK.CO

Arsenal Resmi Ikat Gabriel Magalhaes: Punya 8 Bek Itu Keterlaluan Kalau Masih Kacrut Juga Musim Ini MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gabriel Magalhaes sudah resmi menjadi milik Arsenal. Lantas, apakah bergabungnya Gabriel menjadi lini pertahanan tidak “kacrut” lagi?

Beberapa tahun yang lalu, “lawan” diskusi saya dengan tema Arsenal cuma dua, yaitu Isidorus Rio (kini jurnalis IDN Times) dan Fajar Martha (pemilik akun @indocannon yang kini menghilang entah ke mana). Kenapa cuma 2 saja? Karena terkadang, circle yang kecil memberikan kepuasan lebih ketimbang lingkaran besar tetapi tengahnya kosong.

Iklan

Dari sekian banyak tema yang kami perdebatkan, terselip satu hal yang sampai sekarang nggak pernah beres, yaitu lini pertahanan. Untuk satu atau dua pertandingan penting, misalnya final Piala FA, lini pertahanan Arsenal bisa bermain begitu stabil. Sayangnya, kestabilan itu hanya terlihat di beberapa pertandingan saja.

Di banyak pertandingan, lini pertahanan Arsenal seperti mentega dipotong pakai pisau panas. Lumer, lembek, sangat mudah ditembus. Oleh sebab itu, yang menjadi ingatan kolektif adalah lini pertahanan Arsenal itu sangat jelek. Box 2 Box, salah satu podcast legendaris itu, mengistilahkannya dengan kata “kacrut”.

Sebuah kata yang saya kira sangat tepat digunakan. Pada kenyataannya memang begitu. Bahkan ketika Mikel Arteta sudah menjadi pelatih, di beberapa pertandingan liga, lini pertahanan The Gunners belum stabil. Maka dari itu, ketika Gabriel Magalhaes resmi diikat, yang menjadi ingatan kolektif, selain fans Arsenal, masih soal kejelekan, yang dibahasakan dengan kata “kacrut” itu tadi.

Untuk keperluan “konten”, Box 2 Box menggunakan kalimat seperti ini: “Dengan hadirnya Gabriel, Arsenal kini punya DELAPAN bek tengah. Keterlaluan kalo defense mereka masih kacrut juga musim ini.”

Kita tahu kalau kalimat itu cuma “pemantik” saja untuk perkara konten. Nggak mungkin juga Arsenal main dengan delapan bek tengah, termasuk Gabriel Magalhaes di dalamnya. Nanti jatuhnya kayak prajurit Sparta yang menyerang sambil bertahan dari gempuran pasukan Persia.

Gabriel Magalhaes hanya “satu orang”

Kira-kira 10 hari yang lalu, rumor bergabungnya Gabriel Magalhaes semakin kencang terdengar. Bek tengah asal Brasil itu dikabarkan sudah mantap memilih Arsenal ketimbang Napoli, apalagi Manchester United. Sejak saat itu, ekspektasi kepada dirinya naik dengan pesat. Salah satunya adalah potensi melihat duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes.

Namun, baik Saliba atau Gabriel itu hanya “satu orang” saja. Maksudnya, bergabungnya mereka tidak serta-merta membuat lini pertahanan Arsenal menjadi “tidak kacrut”. Box 2 Box memang misleading dengan menegaskan jumlah alih-alih kualitas, tetapi karena untuk keperluan konten, bisa dipahami.

Yang perlu saya tekankan, untuk kesekian kali adalah, baik Saliba maupun Gabriel Magalhaes masih begitu muda, 19 dan 22 tahun. Keduanya masih akan membuat kesalahan, blunder, dan menghadirkan kekecewaan. Bahkan tidak bisa juga dikatakan kalau lini pertahanan The Gunners akan langsung tidak “kacrut”.

Tugas fans adalah memberi waktu untuk Saliba dan Gabriel, menahan segalan makian di dalam diri sendiri. Karena hal-hal indah selalu butuh waktu. Ahh…fans Arsenal, khususnya followers @arsenalskitchen, seharusnya sudah sangat tahu hal ini. Nggak tahu kalau followers akun Arsenal lain. Hehehe….

…kembali ke Box 2 Box dan kacrut….

Pada mulanya adalah soal sistem. Di laga-laga dengan sistem satu pertandingan, semifinal dan final Piala FA, lini pertahanan Arsenal terlihat stabil. Mengapa begitu? Sudah sejak dulu, Arsenal memang lebih bagus ketika bermain dengan corak counter-based, bukan possession-based.

Sejak zaman keemasan, zaman 49 laga tak terkalahkan, pertahanan stabil dengan kombinasi serangan balik tajam adalah kekuatan besar. Komposisi pemain sangat mendukung. Perlu dicatat, serangan balik tidak hanya soal bola lambung dan pemain adu sprint. Serangan balik juga bisa diwujudkan dengan progresi bola dari bawah, build from the back, dengan aliran bola lebih cepat. Gol-gol Arsenal di semifinal dan final Piala FA adalah contoh bagus.

Untuk sistem tiga bek tengah yang berfungsi dengan baik, Gabriel Magalhaes bisa digunakan di pos bek tengah sebelah kiri. Memang bukan kebetulan ketika Mikel Arteta ingin dibelikan bek tengah berkaki kiri. Dengan begitu, Kieran Tierney bisa dikembalikan ke pos bek sayap kiri. Meski, pada titik tertentu, menggunakan Tierney sebagai bek tengah itu paling ideal. Untuk soal ini, izinkan saya membahasnya di lain waktu.

Nah, bagaimana bila Arsenal bertemu lawan yang bermain dengan sistem low block? Ini jenis lawan yang selalu bikin sulit hidup The Gunners. Koordinasi antarlini yang juga tidak stabil membuat Arsenal sangat rentan dengan serangan balik. Apalagi ketika tim tidak punya solusi untuk lawan yang bertahan begitu dalam.

Berubah menggunakan sistem dua bek tengah dalam skema 4-3-3 pun bukan jawaban tunggal. Memang, Arsenal akan punya lebih banyak pemain di lapangan tengah. Namun, sekali lagi, sepak bola bukan hanya soal banyak-banyakan pemain di satu segmen. Perlu koordinasi, pergerakan, dan pemosisian pemain yang kontinu bagusnya karena tiga hal itu satu rangkaian.

Bagaimana jika kelak Arsenal terjebak dalam serangan balik lawan ketika Gabriel Magalhaes bermain? Memang, Gabriel punya kecepatan dan akselerasi yang baik. Kecepatan berpikir untuk menutup kanal-kanal berbahaya juga termasuk kelas satu. Nah, pada titik ini, kita tidak boleh lupa petuah Franco Baresi.

Iklan

Franco Baresi pernah berkata: “Jarak pemain, di dalam sebuah tim yang terorganisir dan kompak, tidak pernah lebih dari 10 sampai 15 meter satu sama lain. Ketika lawan menguasai bola, para pemain menekan dengan garis pertahanan tinggi sebagai sebuah tim.”

Paolo Maldini bakal terlihat medioker ketika dia bertahan sendirian di sebuah wilayah yang terlalu luas. Ide dasar bertahan sebagai sebuah tim adalah: bertahan dalam ruang yang sempit, menyerang dengan ruang selebar mungkin. Oleh sebab itu, mau pemain cepat atau lambat tidak akan terekspose. Secepat apa pun pemain berlari, laju bola akan selalu lebih cepat.

Gabriel Magalhaes, mungkin akan terlihat begitu jago ketika bertahan dalam ruang sempit. Sebaliknya, mau Gabriel, bahkan Paolo Maldini, akan kesusahan ketika bertahan di ruang yang terlalu lebar. Pada momen inilah Gabriel akan terlihat “medioker”. Dia bukan The Flash, yang bisa bergerak begitu cepat. Dia butuh sebuah struktur yang terorganisasi dengan baik.

Ketika kondisi ideal itu tercapai, baru kita bisa “membantah” konten Box 2 Box, bahwa lini belakang Arsenal tidak “kacrut” lagi. Setelah itu, pertanyaan yang perlu dijawab adalah: Sejauh mana Arsenal bisa konsisten? Karena konsisten adalah yang dasar, kekuatan utama untuk sebuah tim menuju tangga juara.

Satu hal terpenting adalah Gabriel sudah jadi bagian dari keluarga besar Arsenal. Di dalam keluarga pun kekecewaan akan selalu tumbuh. Ketika kekecewaan itu datang, sudah tugas fans untuk membantu Gabriel Magalhaes bangkit. Karena pada ujungnya, ketika naik level, yang bahagia bukan pelatih dan pemain saja, tetapi kita, fans, yang bisa begitu beracun ini.

BACA JUGA Arsenal Mengembalikan Khitah Lewat Pablo Mari, Cedric Soares, dan Ainsley Maitland-Niles atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 2 September 2020 oleh

Tags: Arsenalgabrielgabriel magalhaesliga inggrismikel arteta
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
fans manchester united mojok.co

Menjadi Orang Penyabar dalam Sudut Pandang Fans Manchester United

5 Februari 2023
Alison Brittain Liga Inggris

Sosok Alison Brittain, Perempuan Pertama yang Memimpin Liga Inggris

27 Juli 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.