Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Kerja Satu Dekade AC Milan: Makna Lirikan Ivan Gazidis dan Marco Giampaolo

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
22 Juni 2019
A A
Ac Milan Marco Giampaolo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ivan Gazidis, hingga Marco Giampaolo. AC Milan sedang berusaha berlari ketika mereka belum bisa berjalan. Stabilitas klub menjadi sasarannya. Bisa bersabar, Milanisti?

Klub profesional selalu punya rencana jangka panjang. Tujuan besar yang ingin dicapai bukan gelar juara semata. Dua hal penting dari sekadar gelar juara bagi sebuah entitas bisnis adalah kesinambungan dan stabilitas. AC Milan, membongkar isi dapur mereka. Setan Merah dari Kota Mode bakal bersolek dengan pupur yang sederhana.

Sebuah rencana bisnis, terkadang, sangat sederhana. Terutama bagi sebuah entitas bisnis seperti AC Milan yang sedang berusaha keluar dari turbulensi dan berusaha menemukan kembali identitas mereka. Sejak diakuisisi Yonghong Li, hingga saat ini, ketika Gennaro Gattuso akhirnya angkat kaki, klub ini belum stabil.

Empat tahun kerusakan, untuk sebuah entitas bisnis, tidak bisa dibenahi dalam waktu singkat. Jika masalahnya ada di akar, tubuh pohon harus direhabilitasi, daun yang kering dipangkas, buah yang mulai busuk dibabat supaya yang sehat bisa tumbuh maksimal, dan dahan yang masih sehat dirawat dengan seksama. AC Milan, memulainya dengan sebuah visi besar.

Mereka memulainya dengan membenahi dapur pacu. Manajemen tahu betul kalau uang banyak tidak berbanding lurus dengan keseimbangan tim. keuangan harus sehat, dan AC Milan tidak punya pemilik seperti Manchester City, Chelsea, atau PSG yang punya model bisnis 80 bahkan 100 persen uang berasal dari pemilik, bukan kas klub.

Poalo Maldini, diberi karpet merah untuk menjadi Direktur Teknik. Zvonimir Boban, dipekerjakan sebagai CFO. Beberapa bulan sebelumnya, Setan Merah merekrut Ivan Gazidis, mantan CEO Arsenal. Terakhir, sebagai pelengkap dapur pacu, Marco Giampaolo, mantan pelatih Sampdoria direkrut menggantikan Gattuso. Lengkap sudah.

Apa yang sedang ingin dibangun AC Milan bersama Ivan Gazidis?

Jawabannya jelas: stabilitas.

Kabar baik untuk Milanisiti, klub yang stabil, baik secara keuangan, maupun kas, lebih punya jaminan masa depan dibandingkan klub yang hanya mengandalkan uang pemilik. City, Chelsea, atau PSG bisa ambruk kapan saja ketika pemilik mereka menarik diri atau bermasalah.

Nah, kabar buruknya, proyek seperti ini bisa memakan waktu yang cukup panjang. Satu dekade adalah rentang waktu yang masuk akal untuk membangun ulang sejarah kejayaan klub. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik. Namun, kamu tahu pasti, sesuatu yang baik tidak bisa dipaksakan untuk segera terjadi. Perencanaan adalah goresan di atas kertas, kenyataan di lapangan bisa sangat berbeda.

Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin, AC Milan akan masuk dalam masa-masa suram yang pernah dirasakan Arsenal, mantan klub Ivan Gazidis.

Yak betul, untuk itulah Ivan Gazidis diberi pekerjaan oleh Milan. Keberadaannya memang “tenggelam” oleh sosok raksasa bernama Arsene Wenger. Namun, kolaborasi keduanya yang menyelamatkan Arsenal ketika harus merelakan sejumlah besar “keuntungan” untuk mencicil stadion. Oh, bisa jadi, Gazidis diminta memutar otak untuk membuat Milan tak lagi mengontrak.

Apakah saat ini Arsenal sudah stabil? Ya, secara finansial. Mereka belum bisa membeli pemain dengan harga mahal. Namun, selama 17 tahun, mereka tak pernah merugi. Musim lalu adalah musim di mana Arsenal merugi untuk kali pertama selama 17 tahun. Wenger punya andil terbesar, perlu diakui, tapi Ivan Gazidis, yang meneruskan kerja David Dein juga layak diberi “angkat topi”.

Apakah AC Milan akan menjadi selling club seperti Arsenal beberapa tahun yang lalu? Ini yang perlu kita diskusikan.

Makna perekrutan Marco Giampaolo

Untuk merekrut pelatih, manajemen klub tidak hanya mempertimbangkan sisi teknis saja. Pelatih sebuah klub yang ingin mengejar stabilitas harus sadar tanggung jawab di luar teknis lapangan hijau. Marco Giampaolo, bersama Sampdoria, punya rekam jejak yang bagus,

Namanya tidak secemerlang Maurizio Sarri dan gaya GTA khas dirinya. Nama Marco Giampaolo tidak “terdengar meyakinkan” seperti Antonio Conte. Namun, justru Marco Giampaolo adalah sosok yang paling dibutuhkan Milan. Terkadang, kekasih terbaik adalah bukan mereka yang rupawan nan kaya raya, tetapi mereka yang cocok di hati dan ada ketika dibutuhkan.

Marco Giampaolo adalah sosok di balik sehatnya keuangan Sampdoria. Well, tentu tidak 100 persen karena Chairman Sampdoria, Massimo Ferrero adalah seorang pebisnis yang gila sepak bola. Kombinasi keduanya membuahkan nama-nama istimewa seperti Milan Skriniar, Lucas Torreira, Denis Praet, hingga Joachim Andersen.

Model bisnis ini sangat sederhana, beli pemain muda lalu jual dengan harga tinggi. Seperti yang dilakukan Ivan Gazidis dan Arsene Wenger di masa jaya mereka. Keduanya memang kehilangan sentuhan di paruh akhir kontrak kerja mereka. Tapi begitulah bisnis, tidak mungkin selamanya ber-“untung”.

Jangan bilang ini model bisnis yang mudah, meski terdengar sederhana. Marco Giampaolo perlu membangun dasar scout yang mumpuni di AC Milan. Ivan Gazidis perlu bekerja lebih jeli dan akurat ketimbang di Arsenal. Mengapa? Inflasi harga pemain bagus membuat banyak klub berlomba-lomba menanam uang di pemain muda berkualitas. Seperti prinsip ekonomi: harga akan naik ketika ketersediaan barang semakin terbatas, sementara peminat bertambah.

Iklan

Satu hal yang melegakan bagi Milanisiti adalah manajemen tetap berani merekrut pemain “agak mahal” dengan gaji “agak tinggi”. Well, kata “agak” di sini agak mengganggu, tapi bukan kabar buruk. Artinya, manajemen tetap siap bertarung mendatangkan pemain bagus yang sudah matang. Nama terakhir yang dikaitkan dengan Milan adalah Isco dan Dani Ceballos dari Real Madrid. Bukan nama sembarangan, bukan?

Setelah melepas pemain yang tidak dibutuhkan, menggunakan uang masuk dan leganya ruang gaji, Milan berani bersaing. Itulah yang sedang dikerjakan Ivan Gazidis. Ia mengurusi bensin di dapur pacu, Marco Giampaolo menemukan dan merawat pemain yang masuk.

Menjadi selling club tidak selamanya buruk. Toh itu hanya cap dari media dan haters saja. Kalau klub memang harus melakukannya, itu artinya untuk kebaikan klub itu sendiri. Rencana jangka panjang memang tidak bisa “menyenangkan” semua pihak, termasuk suporter. Bukankah lebih membahagiakan ketika Milan tidak lagi terjerat utang seperti periode suram bersama Yonghong Li?

Milanisiti tidak perlu minder ketika nanti, satu dekade ke depan, prestasi mereka naik dan turun. Apalagi jika memang, ke depan, ada stadion baru di dalam wacana kerja. Butuh pengorbanan untuk melakukannya. Membangun yang baru berbeda dengan renovasi. Berkaca kepada Juventus, membangun stadion baru adalah bisnis yang bagus.

Mereka sudah mencapai stabilitas itu, yang dicapai dalam waktu yang tidak singkat. Mereka memang selalu juara karena punya rencana kerja yang jelas. Namun, titik awalnya sama. Mereka merekrut pemain-pemain berbakat seperti Paul Pogba secara gratis, hingga membeli pemain “paruh baya” dengan murah. Semua itu bergantung kepada kejelian pelatih dan kerja cerdas dapur pacu.

AC Milan sedang berusaha berlari sebelum mereka bisa berjalan, seperti pilihan pelik yang dulu diambil Juventus. Kesabaran selalu menjadi bagian dari kehidupan suporter. Dan bagian itu akan betul-betul diuji selama satu dekade ke depan.

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2019 oleh

Tags: AC MilanArsenalivan gazidismarco giampaoloSerie A
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan MOJOK.CO

Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan

13 Juni 2023
Giant Killer Di Serie A: Udinese, Atalanta, Dan Napoli

Giant Killer di Serie A: Udinese, Atalanta, dan Napoli

22 September 2022
Derby London Utara: Arsenal Atau Tottenham Hotspur, Siapa Lolos Ke UCL?

Derby London Utara: Arsenal Atau Tottenham Hotspur, Siapa Lolos Ke UCL?

12 Mei 2022
Perburuan Scudetto: Inter Milan atau AC Milan yang Akan Juara?

Perburuan Scudetto: Inter Milan atau AC Milan yang Akan Juara?

28 April 2022
AC Milan Menatap Scudetto ke-19

Kebangkitan AC Milan: Kandidat Juara Serie A dan Pengaruh Paulo Maldini

24 Maret 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.