Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Merayakan Selamatnya Egy Maulana Vikri dari Kacaunya Liga Indonesia

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
12 Maret 2018
A A
Egy-Lechia-Gdansk-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bergabung dengan Lechia Gdansk adalah keputusan Egy Maulana Vikri yang patut dirayakan.

Tanggal 11 Maret 2018, hari Sabtu, Egy Maulana Vikri diperkenalkan oleh Lechia Gdansk sebagai pemain baru. Tak main-main, Egy akan bermain dengan nomor punggung 10. Sebuah nomor punggung dengan makna mendalam. Sebuah kabar yang tentunya manis untuk Indonesia, dan harus dirayakan. Mengapa? Karena Egy sudah jauh dari kekacauan Liga Indonesia.

Selepas gelaran Piala AFF U-18 dan sebuah turnamen di Toulon, Prancis, nama Egy Maulana Vikri melejit. Olah bola yang mumpuni dan level kepercayaan diri yang mengagumkan untuk seorang remaja mengundang banyak pujian.

Sebuah penampilan yang sukses mengundang perhatian beberapa tim Eropa. Berkat penampilannya itu juga, Egy dianjurkan untuk berkembang di luar Indonesia.

Salah satu klub yang sudah secara terang mengundang pemain berusia 17 tahun ini adalah Benfica. Raksasa Portugal tersebut ingin Egy menjalani trial di Portugal selama beberapa waktu. Benfica siap menanggung asuransi selama Egy menjalani “uji kelayakan”.

Tak hanya Benfica, ada sebuah klub dari Jerman yang bahkan sudah siap mengajak Egy dan perwakilannya untuk berembug soal gaji per minggu.

Jika bersedia, Egy akan “disekolahkan” selama satu tahun terlebih dahulu di salah satu klub Thailand yang berafisilasi dengan klub Jerman, yang identitasnya dirahasiakan tersebut. Maklum, Egy baru bisa bermain di Jerman ketika sudah menginjak usia 18 tahun.

Selain Benfica dan klub Jerman, ada tiga klub Spanyol yang juga konon menaruh minat kepada Egy Maulana Vikri. Mereka adalah Espanyol, Getafe, dan Real Madrid. Sayang, pihak Egy enggan memberikan informasi lebih lanjut perihal ketertarikan ketiga klub Spanyol tersebut.

Egy sendiri tidak terburu-buru mengambil keputusan. Pemain kelahiran Medan tersebut masih mempertimbangkan klub mana yang paling cocok untuk dirinya. Terutama, yang menjadi bahan pertimbangannya adalah klub mana yang bisa memberinya menit bermain dan kesempatan berkembang. Bukan hanya sekadar memberi tempat di tim akademi masing-masing.

Untuk alasan itulah, Egy Maulana Vikri, pada akhirnya memilih berkarier di Polandia bersama Lechia Gdansk.

Meski sadar bahwa dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan yang keras dan sungguh berbeda dibandingkan apabila ia memilih Portugal, keputusan Egy terbilang cukup bijak. Bagi pesepak bola belia, selain ilmu dan latihan, yang sangat diperlukan adalah pengalaman bertanding bersama tim utama. Singkatnya, sebuah kesempatan bertanding adalah bekal perkembangan terbaik.

Menumpuk pengalaman selagi muda akan memberi Egy banyak ruang untuk menganalisis, merasakan dirinya membuat kesalahan, dan berkembang berdasarkan kesalahan-kesalahan tersebut. Jika sejak dini seorang pesepak bola menyadari mana yang perlu dilakukan dan mana yang tidak, perkembangannya menjadi lebih terarah.

Meski bermain di sebuah liga yang dianggap kasta kedua di Eropa, Egy akan mendapatkan kesempatan yang berharga itu. Tentunya, melihat talenta Egy, Lechia Gdansk tidak akan menjadi pelabuhannya yang terakhir. Bukan maksud merendahkan Lechia, namun potensi Egy memang begitu besar. Boleh dikata, salah satu wonderkid terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Jika Egy berkembang dengan sempurna, baik teknis maupun mental, tidak akan lama kita akan melihat Egy bermain di liga kasta pertama di Eropa. La Liga atau Bundesliga akan sangat cocok untuk perkembangan karier dan kemampuan Egy selanjutnya.

Iklan

Nah, sebelum berangan terlalu jauh, saat ini, yang perlu dilakukan adalah merayakan kepindahan Egy ke Eropa. Merayakan selamatnya Egy Maulana Vikri dari kekacauan dan kesemrawutan Liga Indonesia.

Lubang Hitam Liga Indonesia yang berbahaya untuk Egy Maulana Vikri

Liga Indonesia, bukan lagi sebuah rahasia, masih sangat jauh dari kata profesional. Terdengar frontal? Atau justru sangat familier? Begitu banyak kepentingan pribadi atau golongan yang bermain di sana, membuat Liga Indonesia bukan ekosistem yang sehat untuk perkembangan pemain muda potensial.

Jika membicarakan pergerakan pihak tertentu di balik layar hanya seperti membicarakan ranah abu-abu, mari kita berbicara dari yang bisa dilihat oleh mata telanjang.

Pertama, soal uang.

Apakah pembaca tahu bahwa tanggal sepak mula Liga Indonesia 2018 mundur setidaknya empat kali? Liga Indonesia, sebelumnya pernah dijadwalkan akan bergulir pada tanggal 24 Februari, 3 Maret, 10 Maret, dan antara tanggal 18 hingga 25 Maret 2018. Mengapa sampai ditunda empat kali?

Salah satu alasannya adalah uang. Jadi, PT. LIB selaku operator liga, masih menunggak uang subsidi klub untuk musim 2016/2017. Total tunggakan mencapai 7,5 miliar. Jika uang ini belum lunas terbayar, liga belum bisa dilaksanakan.

Selain soal uang, penundaan kompetisi juga berkaitan dengan ketidakpastian jadwal Piala Indoensia (semacam Piala FA-nya Indonesia) dan jadwal pemusatan tim nasional.

Sebuah liga profesional, sejatinya sudah merilis jadwal musim selanjutnya beberapa saat setelah liga yang tengah berjalan dinyatakan selesai. Dengan begitu, klub peserta akan punya waktu untuk mempersiapkan diri, beradaptasi dengan waktu bermain dan lawan yang dihadapi. Ketidakpastian jadwal jelas mengganggu persiapan dan tidak sehat untuk perkembangan pemain.

Kedua, soal ketegasan wasit.

Musim lalu, Liga 1 Indonesia memperkenalkan penggunaan wasit dari luar negeri untuk menjadi pengadil. Diharapkan wasit-wasit dari luar negeri tersebut bisa menularkan pengalaman, dan yang paling penting adalah membangun ketegasan wasit-wasit Indonesia. Maklum, wasit Indonesia masih perlu berbenah untuk soal ketegasan.

Di luar wasit yang memang berkualitas dan diakui FIFA, masih banyak wasit yang terjebak dalam stigma lawas, yaitu “menguntungkan tuan rumah”. Hal ini berkaitan dengan pembiaran pelanggaran keras, bahkan berbahaya yang dilakukan pemain.

Sangat sering, wasit tak memberikan pelanggaran untuk aksi yang sebetulnya berbahaya. Jika peluit ditiup tanda pelanggaran, wasit sangat berat untuk mengeluarkan kartu sebagai peringatan. Sikap permisif terhadap pelanggaran keras ini sungguh tidak sehat. Mengapa? Karena ketika aksi berbahaya dilakukan lagi, wasit tak bisa berbuat banyak.

Bagi pesepak bola berteknik seperti Egy Maulana Vikri, lingkungan ini sungguh berbahaya. Olah bola yang mumpuni akan membuat dirinya menjadi target. Tak dimungkiri, keberhasilan meredam seorang Egy akan menjadi kebanggaan bagi pemain-pemain tertentu. Bahkan apabila aksi meredam Egy dilakukan dengan tekel berbahaya.

Tanpa ketegasan wasit, pemain seperti Egy tak akan terlindungi.

Ketiga, situasi kontrak.

Sering terjadi, pesepak bola yang cedera, justru tidak mendapatkan perawatan yang ideal. Yang terjadi justru klub memutus kontrak pemain tersebut. Memang, untuk hal ini, klub tak sepenuhnya salah karena banyak pemain enggan membaca isi kontrak. Celakanya, di dalam kontrak tersebut terdapat klausul pemutusan apabila terjadi cedera berat.

Terlepas dari masalah pemain yang kurang teliti, situasi tersebut jelas bukan hal yang ideal untuk Egy Maulana Vikri. Ditambah wasit yang tidak tegas, pemain lawan yang brutal, cedera berkepanjangan, maka perkembangan Egy tidak akan berjalan. Yang ada, Egy hanya akan dikenal sebagai “salah satu wonderkid yang gagal.”

Daftar di atas akan sangat mudah ditambah lagi. Namun, tiga hal itu saja sudah cukup untuk menggambarkan kesemrawutan Liga Indonesia. Maka, keputusan Egy Maulana Vikri untuk bermain di luar negeri patut dirayakan. Semoga Egy betah, dan apabila perlu, jika Liga Indonesia ternyata tidak berbenah, selamanya Egy bermain untuk klub Eropa saja.

Oya, satu hal lagi. Semoga dengan bergabung dengan klub Polandia tidak membuat rasa nasionalisme Egy dipertanyakan. Bagaimana Bapak-Ketua-PSSI-yang-cuti-sungguh-lama-sekali-untuk-nyalon-Pilkada-Sumut? Lapan anam?

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2018 oleh

Tags: Balbalanedy rahmayadiEgyEgy Maulana VikriEspanyolGetafejermanLechia Gdanskliga indonesiaPolandiaPortugalReal Madridterbaruthailand
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO
Urban

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

4 Maret 2026
Motivation letter untuk beasiswa erasmus di Portugal. MOJOK.CO
Edumojok

Kisah Pemuda Asal Tulungagung Kuliah di Portugal: Lolos Beasiswa Erasmus karena “Motivation Letter” yang Menggugah

3 Maret 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO
Catatan

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.