Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Hai Para Jomblo, Menurut WHO Kalian Termasuk Kaum dengan Disabilitas

Wahyu Ardianti Woro Seto oleh Wahyu Ardianti Woro Seto
23 November 2016
A A
Hai Para Jomblo, Menurut WHO Kalian Termasuk Kaum dengan Disabilitas

Hai Para Jomblo, Menurut WHO Kalian Termasuk Kaum dengan Disabilitas

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah mendapat broadcast dari grup WhatsApp, saya langsung buru-buru mandi keramas, minum air putih dua botol, dandan cantik, dan cus cari colokan buat buka laptop. Jari sungguh gatal membaca broadcast tersebut. Saya pengin ngamuk, demi teman-teman jomblo saya. Demi perempuan, laki-laki, dan seluruh umat manusia. Ini masalah kita bersama, guys….

Jomblo, begitulah sebutan bagi kita yang tak kunjung punya pasangan, orang sering menyebutnya susah laku. Penderitaan kita karena bullying dari keluarga, teman, orang yang nyinyir saat bertemu kita yang jalan sendirian belum usai, karena kita akan segera dimasukkan dalam kategori penyandang disabilitas oleh World Health Organization (WHO). Ya Allah, cobaan apa lagi ini….

Selama ini dalam standar WHO, pasangan yang tak bisa memiliki anak setelah setahun lebih termasuk dianggap memiliki disabilitas. Namun, kini standar tersebut tampaknya akan diperluas menjadi siapa saja yang tak bisa menemukan pasangan seksual untuk memiliki anak.

Menurut WHO, perubahan standar dilakukan agar memberikan semua orang hak bereproduksi, termasuk di dalamnya kaum lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Rencananya hal tersebut akan tertuang di dalam International Classification of Diseases (ICD) edisi ke-10 di mana berbagai penyakit diklasifikasikan.

Dengan standar baru artinya semua orang termasuk mereka yang lajang dapat memiliki kesempatan sama untuk bereproduksi, yakni dengan program terapi kehamilan berbantu

Jadi, para jamaah mojokiyyah, broadcast gagasan WHO itu mengandung tiga poin utama. Pertama, pasangan yang lebih dari satu tahun belum punya anak dianggap memiliki disabilitas. Kedua, jomblo alias orang yang tidak mampu menemukan pasangan juga dianggap penyandang disabilitas. Ketiga, seorang perempuan dewasa bisa hamil tanpa pasangan lewat program bayi tabung dan tindakan ini sah.

Kita akan bahas tiga poin itu satu per satu.

1. Pasangan yang lebih dari satu tahun belum punya anak

Seandainya di zaman Nabi Ibrahim sudah ada WHO yang menerapkan konsep ini, Nabi Ibrahim yang merupakan manusia pilihan Allah itu pasti sudah dianggap kaum disabilitas oleh WHO. Pasalnya, Nabi Ibrahim baru mendapatkan anak ketika berusia 86 tahun, sekitar 40 tahun setelah beliau menikah.

Apabila rencana WHO ini sungguh terjadi, tentu akan menambah kesedihan pasangan yang sudah berusaha, tapi belum berhasil. Reaksi pasangan selebritas Irwansyah dan Zaskia Sungkar, misalnya. Mereka bakal sedih berlarut-larut karena belum kunjung dikaruniai anak sejak menikah pada 11 Januari 2011.

Apalagi kalau kemudian pasangan favorit anak muda itu bikin gerakan yang masif, terstruktur, dan terencana: mimpin demo kepung istana negara. Fans setia keluarga Sungkar ikut turun membela Irwan-Zaskia. Akun IG Irwan-Zaskia saja kalau dijumlah bisa jutaan orang. Belum ditambah peluang jika Irwan-Zaskia meminta dukungan sahabat mereka para seleb lainnya. Laundya Cynthia Bella, misalnya, artis yang punya punya pengikut di IG sampai 13,6 juta. Jika para follower itu turun demo semua, aksi 411 mungkin hanya akan tampak seperti rombongan piknik sekolah.

2. Jomblo alias orang yang tidak mampu menemukan pasangan

Jamaah mojokiyyah… sabar dulu. Memang bikin gerah hati. Saya paham betul perasaan jamaah yang jomblo. Saya yakin status jomblo kalian atas dasar pilihan, bukan karena keadaan seperti yang orang lain tuduhkan. Jomblo dianggap nggak laku, kurang cakep, dan kurang kerja keras. Padahal, banyak juga yang jomblo berkualitas super. Leonardo DiCaprio misalnya.

Saya rasa, jika kategori ini betulan dimasukkan ke dalam kategori penyandang disabilitas, yang paling ngamuk adalah fans Thomas Djorghi, Leonardo DiCaprio, dan Chef Juna. Bahaya betul bila mereka kemudian bersatu dengan fans Irwan-Zaskia untuk demo bersama, bernyanyi, dan menjadikan lagu “Minta Kawin”-nya Eri Suzan dan “Mandul”-nya Elvy Sukaesih sebagai yel-yel. Dengan disponsori secara tunggal oleh Dangdut Academy.

3. Perempuan dewasa bisa hamil tanpa pasangan dengan bayi tabung

Setiap bayi yang lahir menanggung utang negara. Seandainya saat perempuan melahirkan yang keluar ialah bayi beserta segepok uang sebagai tiket masuk ke dunia, tentunya rencana WHO mengadakan bayi tabung bagi perempuan Indonesia akan segera diketok palu oleh pemerintah.

Saya sangat khawatir program ini akan membuat perempuan-perempaun usia matang seperti saya yang belum menikah, sementara orangtua sudah ngebet minta cucu, menawarkan diri jadi partisipan proyek bayi tabung. Apalagi saya juga tak kunjung dilamar, cuma lama dipacarin aja.

Iklan

Untuk menghindari ekses-ekses buruk, terutama seperti dua poin yang terakhir, saya kira ada baiknya rencana WHO ini ditandingi dengan program lain: mengembalikan program Katakan Cinta di televisi dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Kamu para jomblo, siap aksi?

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2018 oleh

Tags: Chef JunadisabilitasIrwansyahjombloleonardo dicaprioThomas DjorghiWHOZaskia Sungkar
Wahyu Ardianti Woro Seto

Wahyu Ardianti Woro Seto

Artikel Terkait

Beasiswa LPDP selamatkan hidup seorang difabel yang kuliah S2 di Amerika Serikat (AS). MOJOK.CO
Edumojok

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru
Lipsus

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
Para penyandang disabilitas jebolan SLB punya kesempatan kerja setara sebagai karyawan Alfamart berkat Alfability Menyapa MOJOK.CO
Ragam

Disabilitas Jebolan SLB Bisa Kerja Setara di Alfamart, Merasa Diterima dan Dihargai Potensinya

2 Desember 2025
Job fair untuk penyandang disabilitas di Surabaya buka ratusan lowongan kerja, dikawal sampai tanda tangan kontrak MOJOK.CO
Aktual

Menutup Bayangan Nganggur bagi Disabilitas Surabaya: Diberi Pelatihan, Dikawal hingga Tanda Tangan Kontrak Kerja

26 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.