Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Hewani

Ayam Cemani, Chicken of the Darkness

Redaksi oleh Redaksi
21 Juni 2017
A A
ayam cemani
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Para pehobi ayam tentu sudah tak asing dengan ayam satu ini, ayam dengan warna permukaan tubuh seluruhnya hitam. Yak tul, ayam cemani.

Bagi orang Jawa, ayam cemani dianggap mempunyai keterkaitan kultural yang erat, sebab ayam ini sering digunakan sebagai pelengkap upacara dan ritual adat Jawa, seperti bersih desa, ruwatan, sampai larung sesaji. Ini gara-gara ayam keling tersebut dipercaya mampu menolak bala.

Ayam cemani mempunyai warna hitam legam bukan kerena dia ayam Afrika atau terlalu lama dijemur di padang mahsyar, melainkan karena ia mempunyai kondisi genetik unik yang disebut fibromelanosis. Kondisi genetik ini membuat lapisan sel epidemis di seluruh badannya menghasilkan warna atau pigmen hitam.

Ayam cemani ini sudah ada sejak zaman dulu, bahkan konon sudah eksis sejak Kerajaan Majapahit. Nama cemani sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya ‘hitam legam’. Tapi, ini masih perlu diperdebatkan, sebab jika nama asli Gajah Mada ternyata Gaj Ahmada, bisa jadi nama asli ayam cemani adalah Ay Amcemani. Yah, selalu ada kemungkinan kan?

Ayam cemani harganya cukup mahal. Maklum, namanya juga ayam langka. Satu ekor ayam cemani dengan kualitas terbaik dan dari jenis terbaik harganya bisa mencapai ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Di Amerika, satu ekornya malah sampai dihargai 2,6 juta rupiah. Sebab, selain banyak dicari oleh para pehobi, ayam ini juga banyak dicari oleh pakar genetika dan anatomi. Usut punya usut, ternyata di Amerika ayam ini punya julukan yang sangat, sangat metal, yakni chicken of the darkness alias ayam kegelapan.

“Itu ayam apa band pengisi Jogja Brebeg, Om?”

 

ayam cemani

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2017 oleh

Tags: ayamayam cemanihitam
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

4 Penjual Ayam Geprek Red Flag yang Sebaiknya Dihindari Pembeli daripada Nyesek Mojok.co
Pojokan

4 Penjual Ayam Geprek Red Flag yang Sebaiknya Dihindari Pembeli daripada Nyesek

17 Juli 2025
Ayam Bahagia, Telur Ayam Sejahtera: Begini Cara Beternak Anti Stres ala UGM
Video

Ayam Bahagia, Telur Ayam Sejahtera: Begini Cara Beternak Anti Stres ala UGM

8 Mei 2025
menyaksikan sabung ayam di selatan jawa timur
Liputan

Menyaksikan Judi Sabung Ayam di Jawa Timur Selatan

6 Maret 2022
Wejangan Sunan Drajat untuk Alasan Kenapa Ayam Perlu Kandang
Esai

Wejangan Sunan Drajat untuk Alasan Kenapa Ayam Perlu Kandang

12 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.