Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Natal dan Harapan yang Tak Datang dari Keheningan

Redaksi oleh Redaksi
25 Desember 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perayaan Natal barangkali menjadi salah satu hari yang paling dinanti oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Namun, tidak demikian dengan bulan Desember 1948 di Yogyakarta. Pada bulan itu, Natal hadir bukan dengan dentang lonceng dan lagu pujian, melainkan bersama dentuman bom dan kabar penangkapan para pemimpin republik.

Ungkapan “100% Katolik, 100% Indonesia” barangkali menjadi pintu masuk yang paling tepat untuk mengenang sosok Romo Albertus Soegijapranata SJ—uskup pribumi pertama di Indonesia yang lebih dikenal sebagai Romo Kanjeng. Ia bukan hanya pemimpin rohani, tetapi juga figur penting dalam sejarah nasionalisme Indonesia, terutama pada masa-masa genting revolusi.

Iklan

Romo Kanjeng dan Awal Pengabdiann

Romo Soegijapranata lahir di Surakarta pada 26 November 1896 dan besar di Muntilan. Pendidikan imamat membawanya ke Belanda, hingga akhirnya ditahbiskan sebagai imam pada Agustus 1931 dan bergabung dengan Serikat Jesus. Sekembalinya ke Jawa, ia memulai pelayanan di Gereja Gedangan, Semarang—salah satu gereja tertua di kota itu.

Situasi segera berubah drastis ketika pendudukan Jepang dan kemudian Perang Kemerdekaan meletus. Romo Kanjeng tidak memilih berdiam diri. Ia terlibat dalam upaya gencatan senjata pada Perang Lima Hari di Semarang dan terus menunjukkan sikap pro-nasionalis. Ketika ibu kota Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta, ia pun ikut pindah, menyerukan kepada umat Katolik agar terlibat aktif dalam perjuangan bangsa.

Kesaksian paling intim tentang masa-masa genting itu justru datang dari catatan hariannya. Pada tahun 2003, Keuskupan Agung Semarang menemukan kumpulan catatan harian Romo Kanjeng yang kemudian disunting oleh Romo Gregorius Budi Subanar SJ dan diterbitkan dengan judul Kesaksian Revolusioner Seorang Uskup di Masa Perang. Catatan tersebut ditulis dalam bahasa Jawa beraksara Latin, lengkap dengan kode-kode tertentu, dan mencatat peristiwa dari 13 Februari 1947 hingga 17 Agustus 1949.

Natal dan Sejarah Panjang

Sejarah menunjukkan bahwa Natal kerap hadir di tengah perang dan bencana. Bahkan Betlehem—tempat kelahiran Yesus—tak jarang sunyi oleh konflik berkepanjangan. Di Indonesia hari ini, saudara-saudara kita juga merayakan Natal di tengah bencana dan ketidakpastian.

Dari Romo Kanjeng, kita belajar bahwa kemanusiaan melampaui sekat agama, bangsa, dan asal-usul. Seperti kata-katanya, manusia adalah satu keluarga besar—berbeda bahasa, adat, dan cara hidup, tetapi dipersatukan oleh harapan akan masa depan tanpa kekerasan, tanpa kebencian, dan tanpa darah.

Natal 1948 di Yogyakarta memang penuh kesedihan. Namun, justru di lembah kegelapan itulah, setitik kebaikan menjadi cahaya yang paling dibutuhkan umat manusia.

Selamat Natal. Selamat berbagi. Dan jangan sampai kehilangan rasa kemanusiaan.
Tetaplah di Jasmerah jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Tags: jasmerahNatalNataruRomo Soegijapranata

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.