Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Tips Cuan dari Kebun Mini: Ubah Lahan Sempit Jadi Duit!

Redaksi oleh Redaksi
24 April 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalcersok kali ini main ke kebun Iruocha, milik Mbak Elisa, seorang sarjana psikologi yang memilih memanfaatkan halaman yang tak begitu luas untuk berkebun sayuran. Sejak tahun 2016, Mbak Elisa dengan penuh ketekunan mengurus kebun mungil di halaman rumahnya. Lahan sempit tersebut ia sulap menjadi ruang hijau produktif, yang tidak hanya menghasilkan sayuran segar, tetapi juga cuan dan kebahagiaan.

Dari satu batang daun mint gratisan yang ditanam di botol plastik bekas, Kebun Iruocha pelan-pelan berkembang menjadi bisnis rumahan. Saat ini, bisnis tersebut sudah memiliki jaringan reseller hingga ke Solo dan Klaten. Menarikanya, bisnis ini lahir bukan dari rencana matang atau modal besar, tetapi dari gabungan rasa patah hati dan gabut berkepanjangan yang akhirnya mendatangkan cuan.

Bukan hanya untuk dijual menghasilkan duit, tetapi juga untuk hal positif. Hasil kebun ini menjadi sumber pangan keluarga sehari-hari. Bahkan, sebagian dibagikan ke tetangga sekitar. Dengan begitu, kebun Iruocha bukan hanya ladang bisnis, tetapi juga ladang kebaikan dan solidaritas yang menghasilkan cuan bagi keluarga dan komunitas sekitar.

Bagi Mbak Elisa, berkebun adalah sebuah proses kontemplatif yang mengajarkan arti hidup. Ia belajar untuk menjadi manusia yang sumeleh, menerima ritme alam dan tidak terburu-buru mengejar hasil. Hidup menurutnya seperti tanaman. Ada kalanya tumbuh perlahan, ada saatnya berbunga, dan ada waktunya pasrah ketika harus dicabut.

Dari kebun kecil yang tumbuh dari luka dan waktu luang, kita bisa belajar bahwa healing tidak harus bepergian jauh atau menghabiskan banyak uang. Kadang, cukup dengan menyentuh tanah, mencium aroma daun basah, atau menyiram tanaman dengan air kolam di pagi hari. Jiwa pun bisa pulih dan menemukan jalannya kembali.

Simak cerita lengkapnya, dan siapa tahu kamu pun tergerak untuk mulai menanam atau setidaknya menata ulang cara memandang hidup.

Tags: berkebunbisnis rumahancuanduitinspirasi

Terpopuler Sepekan

Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.