Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Uneg-uneg Pasien: Dokter Kok Nggak Memeriksa?

Redaksi oleh Redaksi
12 Maret 2023
A A
dokter kesehatan mojok.co

Ilustrasi uneg-uneg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya beruntung karena memiliki dua asuransi kesehatan. Selain memiliki BPJS, kantor mendaftarkan saya asuransi kesehatan swasta. Selama ini, saya lebih sering menggunakan asuransi swasta untuk rawat jalan di rumah sakit swasta—salah satu yang terbaik di kota saya. Kadang nombok sedikit tidak apa-apalah. Kalau jatah asuransi habis, ya sudah bayar pribadi saja.

Terkait dengan keluhan alergi dan penyertanya yang sudah bercokol hampir 10 tahun, saya berobat ke dokter spesialis yang menangani sejak awal saya terdiagnosis penyakit tersebut. Dokter spesialis itu selalu memeriksa saya dengan sangat teliti. Padahal di setiap kunjungan keluhannya sejenis atau hampir sama. Saya selalu diperiksa dengan stetoskop di bagian dada, pemeriksaan tekan di bagian, hingga atas dan juga tenggorokan.

Selain itu, dokter menanyakan terlebih dahulu apa saja keluhan saya. Kondisi setelah pemeriksaan dan pemberian obat pun dijelaskan secara gamblang. Satu hal lagi, empati dokter juga luar biasa. Bagi saya sebagai pasien, empati dokter itu sudah dapat poin 50 persen untuk upaya kesembuhan. 

Gangguan pencernaan

Belum lama ini saya mengalami gangguan pencernaan.  Karena rumah sakit yang biasa saya datangi lokasinya agak jauh, jadilah saya ke klinik (Faskes 1) yang dekat dari rumah. Lagi pula, sayang juga kan sudah bayar BPJS tiap bulan tapi jarang dipakai.  

Setelah antre sekitar setengah jam, dipanggillah saya untuk cek tekanan darah, juga ditanya keluhan serta apakah ada alergi obat.  Di titik ini saya mulai merasa agak aneh karena perawat bertanya “Berat badan terakhir berapa, Bu?” dan dia mencatat berdasarkan pengakuan saya.  Padahal di belakang meja dia ada timbangan badan.  Untung saya orangnya jujur, kalau ternyata saya menjawab tidak jujur? Bukan tidak mungkin bisa berakibat buruk karena  setahu saya ada obat tertentu yang dosisnya diberikan berdasarkan berat badan.  

Tak berapa lama, giliran saya tiba untuk bertemu dokter.  Seorang dokter perempuan, masih muda, ramah pula. Dokter bertanya keluhan apa saja yang saya rasakan, dan saya pun menceritakannya.  Dokternya menjelaskan singkat, kok kata-katanya persis banget dengan yang saya baca di Google ya. Saya menunggu Bu Dokter memberi instruksi untuk menuju tempat tidur dan diperiksa.  Ternyata setelah memberi tahu obat apa saja yang diberikan, saya dipersilakan meninggalkan ruangan.  

Saya sempat bengong sejenak. Udah, gitu aja? Saya bahkan tidak dipegang sedikit pun sama dokternya. Saya berpikir pemeriksaan fisik itu bagian dari SOP.  Ternyata tidak ya? Bagaimana sih sebenarnya?  

Kalau ke dokter biasanya kan mau periksa ya. Lha kalau dokternya tidak memeriksa pasiennya, lalu bagaimana ini?

Moelia Soegimeriyah
Griya Darmaga Asri Kab. Bogor
[email protected]

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2023 oleh

Tags: BPJSuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

bpjs kesehatan.MOJOK.CO
Aktual

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Kepesertaan BPJS Kesehatan Jawa Tengah capai 98% MOJOK.CO
Kilas

Kepesertaan BPJS Kesehatan di Jateng Capai 98,68%, Digenjot demi Bantu Masyarakat Dapat Layanan Paripurna

3 September 2025
Pedih orang-orang yang penyakitnya tidak ditanggung BPJS MOJOK.CO
Ragam

Tersiksa Punya Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS, Biaya Pengobatannya bikin Putus Asa

14 Januari 2025
PPN Nggak Jadi Naik: Masih Ada Tapera, dan Kenaikan Iuran BPJS, Tarif KRL, UKT.MOJOK.CO
Ragam

PPN Nggak Jadi Naik: Masih Ada Tapera, dan Kenaikan Iuran BPJS, Tarif KRL, UKT

6 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.