Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Perlukah Mewujudkan Cita-Cita agar Dapat Bahagia?

Redaksi oleh Redaksi
13 November 2022
A A
cita-cita mojok.co

Ilustrasi Surat Orang Biasa (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dulu ketika masih kecil, kita sering mendapat pertanyaan seputar impian dan cita-cita, yang pada ujungnya dianggap bahwa hal tersebut akan mengantarkan kita pada kebahagiaan.

“Jika kamu mencapai impian, maka kamu akan bahagia”.

Iklan

Kemudian ketika sudah dewasa dan hidup mulai terasa menyebalkan, kita kembali mencari makna kebahagiaan. Kita mencarinya di mana saja. Entah melalui uang, liburan, jabatan, pencapaian, dan hal-hal lain yang di masa kecil kita anggap sebagai hal yang menyenangkan.

Tapi, ketika hidup semakin lama, ketika akhirnya beberapa impian mulai terwujud satu demi satu, nyatanya tidak ada yang berubah. Iya, mencapai sebuah impian ternyata biasa-biasa saja.

Akhirnya, saya jadi berpikir, apakah kita benar-benar perlu mewujudkan cita-cita agar dapat bahagia secara paripurna?

Namun, saya teringat buku “Geography of Bliss”. Di sana, Eric Weiner bercerita tentang perjalanannya berkeliling ke beberapa negara untuk mencari makna kebahagiaan. Akhirnya apa? Ia sadar kalau kebahagiaan tidak ada di luar sana. Ia mewujud dalam diri.

“Bukan keyakinan yang membuat kita bahagia, tetapi bagaimana kita menjalankan keyakinan itu dalam hal apa pun.”

Oh, iya, pada tulisan ini saya tidak ingin mendikte makna kebahagiaan itu seperti apa. Saya hanya ingin mengingatkan saja, jangan pernah lupa bahwa sebenarnya kita sudah bahagia.

Afiqul Adib
Paciran, Lamongan
[email protected]

Uneg-uneg, keluh kesah, dan tanggapan untuk Surat Orang Biasa bisa dikirim di sini

 

Terakhir diperbarui pada 13 November 2022 oleh

Tags: Bahagiacita-citasurat orang biasa
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

cita-cita anak mojok.co
Pendidikan

Curhatan Cita-cita Anaknya ‘Dibunuh’ Guru Viral di Medsos, Dosen Asal Bantul Ini Berharap Perbaikan Kualitas Guru

24 Februari 2023
gunungkidul mojok.co
Uneg-uneg

Apakah Gunungkidul Masih Layak Disebut Kawasan Gunung Sewu?

15 Januari 2023
selasa wagen malioboro mojok.co
Uneg-uneg

Selasa Wagen Malioboro yang Terasa Berbeda

8 Januari 2023
sekolah daring mojok.co
Uneg-uneg

Sekolah Daring Mengubah Segalanya

8 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.