Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Overthinking karena Teman-teman yang Menikah Muda

Redaksi oleh Redaksi
22 Januari 2023
A A
Overthinking karena Teman-teman yang Menikah Muda

Overthinking karena Teman-teman yang Menikah Muda

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Melihat teman-teman yang mengalami kegagalan karena menikah muda, jadi takut untuk melakukan hal yang sama. Mereka yang mengalami, tapi sakitnya ikut merasakan.

Berawal dari keresahan diri sampai overthinking tiap malam, akhirnya aku menemukan hal-hal baru di dalam hidup. Pada umumnya, gadis usia 22 tahun sudah banyak membicarakan soal pernikahan. 

Kalau kata teman-teman ‘biar ada yang nafkahin’ gitu. Memang sudah ada beberapa teman yang memutuskan untuk menikah di usia muda. Entah karena perjodohan, keinginan diri sendiri dan pasangan, atau ya karena pengen aja. Ngapain ditunda-tunda kalau memang sudah ada jodohnya. Nggak salah si, semua orang berhak atas keputusannya masing-masing, termasuk saya. 

Ngomongin soal pernikahan, dulu saya pernah nulis wishlist buat nikah di usia 22 tahun. Dan sekarang sudah sampai di awal tahun 2023. Realitanya saya masih sendiri dan nggak ada niatan buat nikah muda lagi. 

Kalau ditanya kenapa, saya bakal jawab di sini. Mungkin kalian juga pernah ngerasain hal yang sama seperti yang saya alamin, dan ini yang ngerubah diri saya.

Kadang, pengalaman menyakitkan yang terjadi pada orang lain memaksa kita untuk merasakan sakit yang sama. Misalnya, kalau ada teman atau tetangga yang gagal dalam pernikahan. 

Entah drama batal nikah karena terhalang restu orang tua, atau yang menurut saya paling sakit adalah ketika terpaksa harus pisah padahal baru beberapa bulan menjalani hidup berumah tangga. Miris. Hal-hal kayak gitu yang ngebuat kita jadi takut dan menganggap bahwa pernikahan adalah hal yang menyeramkan. 

Nggak seindah cerita di tayangan TV

Memang tidak mudah, hidup berumah tangga nggak seindah di tayangan stasiun TV favorit. Jadi jangan pernah menjadikannya patokan untuk menaruh ekpekstasi yang sama padahal orangnya beda. Di dalam serial TV, mereka hanya beradu peran. Sedangkan yang sekarang dijalani itu adalah kenyataan. 

Nikah bukan cuma tentang kemewahan pesta dengan gaun ala istana kerajaan, bukan tentang makan malam romantis dan liburan setiap akhir pekan. Bukan. 

Terus gimana dong? Kan banyak juga pasangan yang bisa menjaga hubungan dan tetap harmonis?

Ya memang ada. Banyak. Tapi harus saya akui, pengalaman orang lain soal pernikahan menjadikan tamparan bagi diri saya sendiri. 

Saya sadar, menemukan orang yang tepat untuk dijadikan pasangan bukanlah hal yang mudah. Kadang ada nih yang sekiranya sudah dirasa cocok banget eh ternyata yang dia nikahin orang lain. Definisi ngejagain jodoh orang kalau kayak gini. Tapi ngejagain jodoh sendiripun kategorinya juga susah sih. Makanya, menikah memang harus siap baik mental, spiritual, maupun finansial. 

Nur Laila Azizah, Jawa Timur [email protected]

Uneg-uneg, keluh kesah, dan tanggapan untuk Surat Orang Biasa bisa dikirim di sini.

Iklan

BACA JUGA Kehidupan Mereka yang Nekat Nikah Muda dan tulisan menarik lainnya di Uneg-uneg.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2023 oleh

Tags: menikahnikah mudaoverthinkinguneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO
Esai

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Saat banyak teman langsungkan pernikahan, saya pilih tidak menikah demi fokus rawat orang tua MOJOK.CO
Ragam

Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban

15 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Aksi topeng ayam di Fore Coffee Jogja. MOJOK.CO

Di Balik Aksi Topeng Ayam Depan Fore Coffee Jogja: Menagih Janji Hak Ayam Petelur untuk Meraih Kebebasan

2 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.