Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Signifikansi Mengaji dan Cinta Lokasi

Thowaf Zuharon oleh Thowaf Zuharon
4 Oktober 2014
A A
Signifikansi Mengaji dan Cinta Lokasi

Signifikansi Mengaji dan Cinta Lokasi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Begitu uniknya kisah cinta ini. Saya tidak berani menyebut nama asli dari para pelaku kejadian, meski ini berangkat dari kisah nyata. Ada perih yang akan meruap, jika semua nama saya ungkap.

Sebut saja ini kisah cinta segitiga antara Jaka, Boni, dan Sinta (semua bukan nama sebenarnya), di relung kota gudeg. Barangkali, ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi yang belum punya pacar ataupun jodoh. Dari kisah picisan ini, ternyata, cinta itu persoalan yang sederhana, dan terkadang sangat tidak terduga, tapi tetap tak bisa disederhanakan begitu saja.

Iklan

“Perempuan itu kejam juga. Saya jadi ikut sedih. Lebih dari 4 tahun si Jaka selalu menjemput dan mengantar Sinta ke mana-mana. Hasilnya, Sinta malah menikah dengan Boni! Padahal, Boni tidak sarjana, dan pekerjaannya lebih tidak pasti daripada Jaka,” ujar Gembul dengan sedih.

Sebagai sahabat Sinta dan Jaka, Gembul merasa sulit menerima pernikahan Sinta dan Boni di tahun 2006 itu. Gembul selalu menjadi saksi kebersamaan Jaka dan Sinta selama kuliah di kampus. Terang saja, mereka berdua satu angkatan, satu kegiatan dalam Unit Kegiatan Mahasiswa, selalu berboncengan sepeda motor ke mana pun setiap harinya.

Kisah cinta Sinta dan Jaka ini memang kisah cinta yang absolut, telaten, selalu menempel layaknya amplop dan perangko. Sinta adalah gadis tinggi semampai, manis, berkulit kuning langsat, meskipun agak tomboi, dan cenderung berpikiran liberal. Sedangkan Jaka, adalah lelaki gagah berambut klimis, kekar, perokok berat, berpikir dan berperilaku liberal, sangat tangguh, serta siap mengantar Sinta ke manapun dengan Honda Astrea Grand-nya. Pasangan yang cocok dan nyambung dari sisi sifat maupun kesukaan. Jarang terjadi perdebatan antara keduanya.

Barangkali benar, cinta memang butuh pengorbanan, baik waktu, tenaga, pikiran, uang, dan sebagainya. Tapi, apakah benar kalau cinta tidak harus memiliki? Itu pameo yang nonsens sekaligus Gombal juga, menurut Gembul. Perdebatannya akan sangat panjang, tentunya.

Gembul melihat, Jaka ini seperti sudah susah payah mengerjakan sebuah proyek, tinggal reimburse bayaran project-nya, ternyata tidak dibayar. Bayangkan, berapa liter bensin dan oli Jaka sudah habis untuk membayar kebersamaannya dengan Sinta? Belum termasuk kalau service motor.

Berapa uang yang harus dikeluarkan selama 4 tahun untuk mentraktir makan Sinta? Berapa jam waktu yang harus dikorbankan untuk Sinta? Berapa kalori tenaga yang harus dikeluarkan? Berapa banyak beban psikologis yang harus ditanggung Jaka untuk selalu mendengar curhat dari Sinta atas segala gundah-gulananya? Dan sebagainya, dan sebagainya.

Sebagai jomblo sejati saat kuliah, betapa Gembul waktu itu sangat iri dengan keharmonisan pasangan Jaka dan Sinta, tak ubahnya kisah Galih dan Ratna, ataupun Romi dan Yuli. Semua tak ada yang menyangkal, Jaka dan Sinta pasti akan menikah setelah keduanya menyelesaikan skripsi!

Cerita ternyata mengalami anti klimaks, Bro. Tidak semua perjalanan ditempuh dengan aspal yang mulus. Kadangkala, penuh kerikil, berbatu, dan membentur aral yang terjal.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Awal kepedihan Jaka bermula saat Sinta ditarik oleh salah satu Penerbit untuk menjadi editor. Ini kesempatan besar bagi Sinta yang memang memiliki keterampilan menulis di atas rata-rata. Begitu semangat, Jaka mengantar-jemput Sinta, pagi dan sore hari ke kantor penerbitan itu.

Setelah berjalan satu tahun, ternyata Sinta berbalik arah, malah membangun cinta lokasi dengan Boni (seorang desainer grafis di penerbitan itu). Meskipun, harus diakui, sosok Boni adalah sosok yang cukup hangat, terampil ngobrol dengan tema apapun, berwawasan luas, dan jauh lebih humoris daripada Jaka. Keterampilan interpersonal Boni cukup jauh di atas Jaka.

Tapi, pertanyaannya, apa yang membuat Sinta berbelok arah dengan cepat? Padahal, Boni hanyalah mahasiswa eksakta yang sudah Drop Out, jembel, jarang mandi, dan cenderung lebih lembek daripada Jaka yang agak garang (masuk dalam lelaki selera Sinta). Bahkan, Boni ini cenderung kurus, keriting, dan lebih banyak berpikiran konvensional.

Ternyata, ada satu hal yang membuat Boni lebih kuat diterima oleh Sinta, yaitu karena Boni adalah lulusan pesantren tradisional yang cukup disiplin dan cukup bagus dalam mengaji kitab suci Al-Quran. Bonilah yang mengubah Sinta jadi mau salat lima waktu dan berdiksusi tentang agama.

Iklan

Satu saja yang membuat Sinta segera menerima lamaran Boni, yaitu, “Sinta, aku ingin mengajarimu mengaji. Menikahlah denganku. Aku ingin anak-anak kita menjadi anak yang salih dan salihah.”

Entah bagaimana, Sinta mungkin merasa mengalami Aufklarung (pencerahan), atau mungkin mendapat ketenteraman batin yang belum pernah dirasakannya selama pacaran dengan Jaka. Kehadiran Boni yang terampil mengaji, telah membuat Sinta melupakan jauh-jauh seluruh prosesnya dengan Jaka. Kenangan 4 tahun itu, barangkali sudah hanyut di tengah samudera.

Sejak menikah dengan Boni, Sinta kemudian berjilbab, pergi umroh, dan merencanakan naik haji. Satu pelajaran pentingnya adalah, mengaji juga merupakan keterampilan yang cukup signifikan untuk memikat seorang gadis.

Bagi yang bisa mengaji, selamat mencoba. Ini resep memikat perempuan yang lebih manjur daripada membakar dupa atau mengirim puisi.

Salam Alif Ba Ta.

Terakhir diperbarui pada 13 Oktober 2018 oleh

Tags: cinlokmengaji
Thowaf Zuharon

Thowaf Zuharon

Artikel Terkait

Bertahan Hidup di KKN dengan Cara Cinlok dan Selingkuh. MOJOK.CO
Kilas

Bertahan Hidup di KKN dengan Cara Cinlok dan Selingkuh

4 Juli 2023
uneg-uneg guru mengaji
Uneg-uneg

Untuk Orang Tua yang Menitipkan Anak-anaknya Mengaji pada Anak Kos

25 Desember 2022
cerita horor kkn - MOJOK.CO
List

5 Cerita “Horor” KKN yang Paling Sering Terjadi

2 September 2019
Hikayat-2019 - Mojok.co
Esai

Umrahnya Nenek Najiah

11 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.