Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Yang Terjadi Jika Burjo Sami Asih Ditutup Seperti McD Sarinah

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
13 Mei 2020
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Memiliki perasaan emosial lantaran tempat kongkow ditutup menurut saya pribadi itu adalah hal yang wajar. Ya, piye ya, bayangkan saja jika tempat yang biasanya diduduki oleh kawan-kawanmu yang hobi misuh itu, tiba-tiba ditutup (padahal sementara) oleh pemiliknya. Segala kenangan di dalamnya, tentu akan menguap begitu saja. Padahal, kita telah menyetujui sebuah diktum tidak ada yang abadi.

Ya, apa lagi, saya sedang ngerasani gerai McDonald’s Sarinah. Dikutip dari Mojok, penutupan ini sesuai dengan permintaan dari manajemen pusat perbelanjaan Sarinah, Thamrin, Jakarta, yang dalam waktu dekat ini akan melakukan renovasi besar-besaran. Gelumbang reaksi pun berdatangan, padahal dikatakan hanya renovasi besar-besaran seperti apa yang dilakukan Gramedia Sudirman, Yogyakarta.

Semua berlomba memperlihatkan kenangan bersama gerai ini, itu juga wajar-wajar saja, nggak ada yang salah. Tapi, bukan manusia namanya jika tidak menghasilkan sebuah komedi di balik tragedi. Salah satunya adalah teman saya yang mbebeki di sosial medianya. “Sumpah? Kaget! Plis ini cuma mimpi, tempat itu penuh kenangan banget,” begitu katanya. Padahal dirinya baru pertama kali ke Jakarta, nggak sengaja makan di sana.

Tanggal sepuluh malam hari, stok guyonan yang bikin saya kemekelen pun bertambah. Ketika ada orang nikahan diserang habis-habisan karena melanggar protokol social distancing, malam itu seakan berat sebelah. Orang-orang berkumpul dan mengucapkan terimakasih kepada gerai ini. Koalisi Pejalan Kaki mengatakan, PSBB cuma garang di kertas, tapi loyo saat dipelaksanaan pun seakan ada benarnya juga.

Terlepas dari itu semua, benar atau salah, memiliki ijin atau nggak, mereka di sana saling jaga jarak atau nggak, saya sama sekali nggak peduli. Saya malah berpikir, sebegitu besarkah efek kangen yang ditimbulkan tempat ini? Kok ya bisa-bisanya hanya tutup saja sampai rela keluar rumah. Itu pun belum tentu ditutup selamanya. Belum tentu juga diubah menjadi trek-trekan atau wahana lainnya.

Saya hanya bisa kontemplasi sambil lihat eternit kos yang mulai mengelupas. Tiba-tiba ada suara yang berbisik, “coba bayangkan kalau Burjo Sami Asih tutup dan nggak akan buka lagi,” saya pun hanya bisa menangis. Lha gimana, melalui burjo Sami Asih ini saya bisa paham apa arti sebuah kemiskinan, kehidupan dan segala imbuhan -an yang siap meromantisasi tulisan ini.

Begini, ketika orang lain kuliah menyimpan cita-cita kelak menjadi orang kaya dengan uang miliaran, melalui burjo sederhana ini saya mendapatkan anti-tesanya. Seorang kawan sembari mengunyah bakwan berkata, “Kuliah itu mempersiapkan diri untuk jadi pengangguran. Setidaknya, jika jadi pengangguran setelah melalui proses perkuliahan, kita menjadi pengangguran yang kaffah.”

Pembicaraan pesimis yang dibalut dengan realita seperti ini tidak pernah saya temukan di ruang kuliah. Malahan, yang ada hanyalah omongan setinggi langit dari manusia penyembah nilai lah yang saya temukan.

Baca Juga:

Darurat ruang terbuka hijau, warlok Kota Jogja harus mampir daerah tetangga untuk sekadar duduk-duduk di taman

Sebagai orang yang pernah tinggal di sana, saya harus jujur kalau Jogja kini menjelma jadi kota besar yang membosankan

Di balik tempe orek dan orak-arik  berminyak, terselip pemikiran-pemikiran menarik dari si pemakannya. Banyak mahasiswa dari berbagai kampus yang datang ke burjo Sami Asih ini. Mulai dari UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga hingga yang terjauh yakni UII. Beberapa orang menyebutkan pemikiran yang lahir dari burjonan ini disebut dengan Mahzab Sami Asih yang siap menyaingi Mahzab Frankfurt.

Banyak yang singgah hanya sekadar singgah. Seperti jiwa yang masuk ke raga yang berlangsung tidak mungkin selamanya. Ada juga yang singgah untuk pacaran. Biasanya kejadian ini terjadi di akhir bulan, ketika mereka sudah nggak mampu untuk ke Solaria. Atau ada juga yang nugas dengan etelnya, ketika manusia lain sedang misuh memainkan game andalannya.

Di sini pengunjungnya juga sering ada yang datang untuk mengadakan rapat kecil-kecilan. Entah organisasi apa, perkumpulan apa. Saya curiga, Akatsuki pernah singgah di sini untuk mengadakan rapat menyerang Konoha. Saya di sini rapat hanya sekali, namun berujung ke permainan Uno yang tiada akhir.

Lantas, jika burjonan ini ditutup seperti halnya yang terjadi pada McD Sarinah, kami-kami sebagai mahasiswa kos dengan duit mepet ini mau meramaikan sosial media, gitu? Lalu kami akan update, “ini nyata? Astaga semoga cuma mimpi!” gitu? Atau demo? Heh kembang tebu, saat ratusan orang keluar rumah untuk mencari uang saja dicela, mosok yo saya harus keluar rumah hanya untuk bilang “terimakasih Sami Asih, kenangan-kenangan aq, aw aw,” sambil swafoto manja. Mbok ra nggateli.

Ketimbang menyalakan lilin untuk menerangi kepergian tempat tersebut dan juga keluar rumah di masa pandemi, anak kos seperti saya, ditinggal tempat favorit ya tinggal cari lagi tempat yang lebih murah. Edan po. Yang terpenting itu kenyang, tetapi rupiah diusakan sedikit mungkin berkurang. Entah itu burjonan lain atau angkringan yang merambat sepanjang Jalan Kaliurang.

Tinggal pilih, tinggal tunjuk, mau makan nastel, sate telor puyuh, nasi kucing atau gorengan alot, pasti ada, tinggal tunjuk. Nostalgia selalu datang setelahnya. Entah itu mahasiswa tua yang kita nggak kenal tiba-tiba sambat atau tukang becak yang keselek telor puyuh. Menurut saya pribadi, suatu tempat menjadi bermakna itu bukan dari bangunannya, tapi dikarenakan hadirnya orang-orang yang diharapkan di sekitar kita. Setuju atau nggak, saya nggak peduli.

BACA JUGA Jogja dari Sudut Pandang Mahasiswa Baru atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2020 oleh

Tags: angkringanburjo sumi asihburjonanJogjaMcD Sarinah
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Jogja Resah Ketika Parkir Liar Menggembosi Usaha Kopi Lokal (Unsplash)

Jogja yang Resah: Ketika Parkir Liar Menggembosi Usaha Kopi Lokal

17 Juli 2025
Membayangkan Sewon Bantul Tanpa ISI Jogja, Cuma Jadi Daerah Antah-berantah Mojok.co

Sisi Baik Kuliah di ISI Jogja, Kampus Seni Terbaik dengan Banyak Kelebihan yang Menyertai

4 Juni 2025
Bukit Bintang Adalah Warpat Puncak tapi Punya Orang Jogja (Unsplash) bukit bintang jogja

Bukit Bintang Patuk, Tempat Nongkrong Malam Terbaik di Jogja

19 Juni 2024
Nestapa Magelang, Diapit Dua Kota Besar tapi Transportasi Umumnya Nggak Berkembang

Nestapa Magelang, Diapit Dua Kota Besar tapi Transportasi Umumnya Nggak Berkembang

3 September 2023
Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung

Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung

27 Mei 2025
semarang terminal bis jorok kumuh terminal terboyo mojok

Katanya Semarang Kota Besar, tapi kok Terminal Busnya kayak Gitu?

6 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal Mojok.co

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

26 Juli 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

21 Juli 2026
Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
Kayutangan Adalah Sumber Masalah Baru bagi Warga Kota Malang

Orang Malang nggak ada yang suka main ke Kayutangan. Udah macet dan semrawut, desainnya yang meniru Malioboro bikin ilfil

24 Juli 2026
Spanduk tempat makan terdekat bikin pakai AI itu malah norak (Wikimedia Commons)

Laper malah ilang begitu lihat tempat makan terdekat rumah saya bikin spanduk pake AI. Ada yang ngerasa gitu juga nggak?

24 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.