Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tragedi Berdarah Terowongan Paledang dan Misteri Pelajar Tanpa Kepala

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
27 Oktober 2022
A A
Tragedi Berdarah Terowongan Paledang dan Misteri Pelajar Tanpa Kepala

Tragedi Berdarah Terowongan Paledang dan Misteri Pelajar Tanpa Kepala (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pada 22 tahun yang lalu, terjadi peristiwa kelam di Terowongan Paledang, ketika puluhan pelajar meregang nyawa ketika menaiki kereta api Bogor-Sukabumi. Pada 2000, sekitar 20 pelajar yang naik kereta api, tapi bukannya masuk ke dalam gerbong, mereka malah naik di atapnya.

Hal ini biasa ditemukan di kereta api Indonesia sebelum masa Pak Jonan menjadi direktur utama PT KAI. Suasana kereta api saat itu tidak jelas, sumpek, perokok di mana-mana, pedagang yang masuk dengan bebas, bahkan penumpang yang duduk di lantai gerbong.

Para pelajar itu mendapat teguran dari petugas kereta api dan meminta mereka untuk turun, mengingat terowongan yang berada di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor ini memang dibangun sangat sempit oleh kolonial Belanda. Namun, wejangan petugas kereta api itu masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Para pelajar itu tetap haha-hihi di atas gerbong kereta.

Menurut beberapa sumber, kereta api saat itu melaju sangat cepat akibat keterlambatan pemberangkatan. Hal itu biasa dijumpai di masa kelam perkeretaapian Indonesia, berbeda dengan sekarang yang memiliki jadwal pasti dengan perjalanan yang tepat waktu.

Hingga ketika kereta api itu memasuki Terowongan Paledang, banyak pelajar yang tidak bisa menghindarinya. Meskipun, ada beberapa yang langsung melompat keluar gerbong untuk menyelamatkan nyawa mereka. 

Tetapi, puluhan pelajar lainnya tewas dengan kondisi mengenaskan. Terowongan ini hanya memiliki panjang 10 meter, tetapi ukurannya saat itu hanya muat untuk kereta api, tidak ada celah sama sekali. Hal ini membuat kondisi para korban tidak karuan, bahkan ada yang anggota tubuhnya terputus.

Berdasarkan rumor yang beredar, para pelajar itu hendak menggelar perkemahan di masa liburan sekolah. Tetapi, ternyata rencana liburan itu harus pupus ketika nyawa mereka melayang karena tidak mengindahkan teguran petugas.

Hal ini membuat warga sekitar histeris ketika mendatangi lokasi. Setelah kejadian itu, Terowongan Paledang menjadi angker, dan banyak kisah seram yang muncul usai kejadian tersebut.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

Beberapa warga lokal kerap melihat sosok pelajar berjalan menyusuri Terowongan Paledang dengan tas ransel, tapi sosok itu terlihat tanpa kepala. Tidak hanya itu, ada juga yang sering mendengar suara jeritan kesakitan, yang konon merupakan suara korban tragedi Terowongan Paledang.

Salah satu yang paling menyeramkan adalah adanya penampakan sekelompok pelajar yang nongkrong di dalam terowongan. Namun, ketika didekati, mereka menghilang entah ke mana. Keangkeran Terowongan Paledang ternyata tidak hanya karena tragedi kelam tersebut, sejarah pembangunannya pun menyisakan kengerian tersendiri.

Tidak ada informasi pasti tentang kapan terowongan ini dibangun. Tetapi, berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan, Terowongan Paledang dibangun sekitar tahun 1800-an. Tentunya, terowongan ini dibangun oleh kolonial Belanda di masa penjajahan.

Jauh sebelum tragedi Paledang, konon katanya, terowongan ini dibangun dengan nyawa para pekerja rodi. Katanya, ada banyak pekerja tewas ketika terowongan yang menghubungkan Bogor-Sukabumi ini dibangun. Namun, jalur kereta di sekitar Paledang menjadi salah satu pusat perekonomian terbaik di zaman Belanda.

Kini, terowongan tersebut sudah mendapatkan banyak renovasi karena proyek double track. Ukuran terowongannya pun sudah diperlebar sehingga tidak sempit. Bahkan, beberapa warga lokal di Paledang menyebut keangkerannya memudar ketika terowongan itu sudah direnovasi.

Meskipun begitu, hingga saat ini masih saja ada warga yang bersaksi mendengar suara jeritan dan sosok tanpa kepala berjalan di sekitar jalur ini. Tetapi, kata anak kampung sini, sosok-sosok itu sejatinya tidak mengganggu. Namun, alangkah baiknya kita mengambil hikmah dari kejadian itu, jangan sekali-kali melanggar aturan safety. Nyawa kalian begitu berharga.

Penulis: Muhammad Afsal Fauzan S.
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Stasiun Cipeundeuy: Beneran Sakti Atau Keselamatan Harga Mati?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2022 oleh

Tags: kereta apiterowongan paledangtragedi
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

Ambarawa Ekspres, Kereta Api yang Menyesatkan Calon Penumpang

Ambarawa Ekspres, Kereta Api yang Menyesatkan Calon Penumpang

5 Januari 2026
Pilih Kursi Sesama Perempuan di KAI Access: Fitur Baru yang Wajib Dirayakan

Pilih Kursi Sesama Perempuan di KAI Access: Fitur Baru yang Wajib Dirayakan

2 April 2025
Malioboro Ekspres: Kereta Api Primadona Sobat Malang-Jogja yang Mati Suri

Malioboro Ekspres: Kereta Api Primadona Sobat Malang-Jogja yang Mati Suri

31 Mei 2023
KA Arjonegoro Sidoarjo-Bojonegoro, Kereta yang Menyiksa Penumpang Sepanjang Perjalanan Mojok.co

KA Arjonegoro Sidoarjo-Bojonegoro, Kereta yang Menyiksa Penumpang Sepanjang Perjalanan

12 April 2024
Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek Mojok.co

Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek

10 Januari 2025
5 Aturan Tidak Tertulis di Kereta Ekonomi, Sengaja Saya Tulis biar Sama-sama Nyaman

5 Aturan Tidak Tertulis di Kereta Ekonomi, Sengaja Saya Tulis biar Sama-sama Nyaman

2 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.