Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

5 Hal Konyol yang Saya Temui Saat Melewati Palang Pintu Rel Kereta Api

Yastin Ismityas Septiani oleh Yastin Ismityas Septiani
20 Juni 2022
A A
5 Hal Konyol yang Saya Temui Saat Melewati Palang Pintu Rel Kereta Api

Kereta Api Indonesia (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap hari, saya melewati palang pintu rel kereta api minimal empat kali. Hal itu menjadikan saya seolah seorang peneliti tingkah laku pengendara kendaraan yang sedang berhenti di palang pintu kereta api. Rasanya sia-sia jika saya berhenti menunggu kereta api lewat hanya disambi membayangkan adegan dramatis film Bollywood Dilwale Dulhaniya Le Jayenge yang hits dengan adegan kejar-kejaran di rel kereta api itu tanpa membuat analisis detail yang bisa jadi bahan tulisan.

Begini, sebenarnya pemerintah kita telah membuat peraturan sedemikian rupa tentang kewajiban pengemudi kendaraan ketika melewati perlintasan jalur kereta api dan jalan. Namun, apa fungsinya peraturan kalau tidak untuk dilanggar? Begitu kan ya semboyan masyarakat plus enam dua ini.

Banyak hal-hal yang tidak semestinya dilakukan membuat kekonyolan yang sering terjadi. Inilah contoh hal-hal tersebut.

#1 Berhenti di sebelah kanan jalan

Saat sinyal sudah berbunyi dan palang pintu sudah ditutup itu menandakan setiap pengemudi wajib berhenti dan berada pada posisi yang seharusnya. Namun, mengingat warga kita yang selalu dikejar deadline alias buru-buru, pengemudi pun berhenti di sebelah kanan jalan. Biar apa? Biar goblok bisa mendapatkan posisi terdepan dan melaju lebih awal. Padahal dari arah berlawanan pengemudi juga berhenti di sisi yang sama.

Begitu palang pintu rel kereta api dibuka, kekacauan segera terjadi. Ya mau berharap apa memangnya?

Sedihnya, hal ini tak hanya dilakukan oleh pengemudi kendaraan bermotor saja, tapi juga oleh pengemudi mobil, bahkan bus. Bayangkan betapa macetnya.

Sebenarnya, apa susahnya sih antre sebentar di jalur yang benar? Wong ya kalian terbiasa molor pas menghadiri undangan rapat atau hajatan pernikahan. Nunggu lima menit aja kok nggak sabar.

#2 Membunyikan klakson berlebihan

Jika kalian terbiasa nonton film Bollywood, pasti sudah familiar dengan adegan di mana pengemudi seolah berlomba bunyi klakson siapa yang paling kencang di tengah macet dan panasnya kota. Ya kira-kira seperti itulah yang saya alami setiap usai antre di palang pintu kereta api. Padahal kendaraan di depannya juga sudah jalan, namun sepertinya kurang afdal jika tanpa klakson.

Baca Juga:

Ambarawa Ekspres, Kereta Api yang Menyesatkan Calon Penumpang

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

Jujur saja, ini sangat konyol. Biar pun tidak ada peraturan khusus yang mengatur, tapi ini menyebabkan polusi suara. Kecuali jika pengemudi depan masih asik ngobrol padahal palang pintu rel sudah terbuka lebar. Beda cerita itu mah. Harusnya nggak diklakson, tapi didugang.

#3 Mencari tempat teduh untuk berhenti

Sebagai negara beriklim tropis, sudah menjadi hal yang lumrah apabila selain musim hujan kita juga melewati musim kemarau. Meski Indonesia juga mendapatkan julukan sebagai hamparan karpet hijau, tapi begitu musim kemarau panasnya tiada tara. Panasnya tuh kayak tinggal di rumah mertua.

Maka ketika harus antre menunggu sekitar 5 sampai 7 menit sebelum kereta api lewat, pengemudi kendaraan bermotor memilih untuk mencari tempat yang teduh ketika berhenti. Tapi, tetap aja itu konyol, karena tempat teduh itu letaknya kadang di belakang sehingga ketika pengemudi pertama yang seharusnya berbaris di barisan terdepan malah memilih berhenti di belakang. Kemudian yang belakangnya pun mengikuti karena mau maju ke depan sudah tertutup semua sisinya. Akhirnya panjang antrean yang seharusnya cuma 5 meter menjadi 7 meter.

Saran saya, mbok ya prinsip salat berjamaah dipakai saat seperti ini, di mana shaf terdepan harus diisi lebih dulu, tidak boleh kosong. Ini sangat merugikan pengemudi lain yang berada di belakang, Bestie.

#4 Main hape

Di era digital seperti saat ini, banyak warga yang mendadak menjadi fotografer di mana pun dan kapan pun. Termasuk ketika berhenti di tengah kemacetan menunggu kereta api lewat. Kalau si pengemudi yang merangkap sebagai fotografer ini bisa gerak cepat sih, nggak masalah.

Yang jadi konyol adalah ketika si pengemudi baru selesai motret dan palang pintu kereta api sudah terbuka sementara dia berada di posisi barisan terdepan dengan mengendarai motor seorang diri. Akhirnya tentulah memicu gejolak pengemudi lain karena dia sibuk mengembalikan ponsel di tempat semestinya, sementara pengemudi lain harus segera melaju. Jadilah polusi suara dari rentetan bunyi klakson seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Hemmmm..

#5 Menerobos palang pintu kereta api

Untuk yang terakhir ini tak hanya konyol, tapi juga bisa mengundang malaikat maut. Saya pernah menjumpai pengemudi yang nekat menerobos palang pintu rel kereta api yang sudah hampir separo tertutup. Akhirnya dia terjebak di dalam. Untungnya jarak antara rel dan jalan raya lumayan lebar, jadi posisi si pengendara motor aman. Tapi, banyak kasus kecelakaan yang berujung maut dengan kasus yang serupa. Jangan coba-coba ya, ingat keluarga di rumah yang selalu menanti kepulangan kita.

Dan yang nggak kalah fatal adalah kalian nanti akan jadi bahan tontonan pengemudi lain dari dua sisi jalan. Bayangkan, betapa malunya menjadi pusat perhatian banyak orang selama hampir 7 menit. Bayangin kalau jadi viral, taruh di mana itu harga dirimu, hah?

Demikian beberapa poin yang terlalu konyol dan jangan sekali-kali dipraktikkan. Bisa merugikan orang lain. Hidup bermanfaat bagi yang lain saja belum, kok mau coba-coba memberi kerugian. Ya jangan dong ya.

Penulis: Yastin Ismityas Septiani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Ciri Pengendara Mobil yang Sebenarnya Masih Pemula.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2022 oleh

Tags: kereta apipalang pintupengendararel
Yastin Ismityas Septiani

Yastin Ismityas Septiani

Guru di salah satu SMA di Magetan.

ArtikelTerkait

Dari Bandung ke Bekasi Cuma Modal Rp15 Ribu, Naik Apa Terminal Mojok

Dari Bandung ke Bekasi Cuma Modal Rp15 Ribu, Naik Apa?

17 Januari 2023
Aturan Tidak Tertulis yang Perlu Diperhatikan di Pom Bensin Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis di Pom Bensin, Perlu Diperhatikan oleh Pengendara yang Nggak Peka

19 September 2024
Pengendara Motor Matic Knalpot Brong, Jenis Pengendara yang Paling Menyebalkan dan Wajib Dihujat!

Pengendara Motor Matic Knalpot Brong, Jenis Pengendara yang Paling Menyebalkan dan Wajib Dihujat!

18 November 2023
Tidak Semua Mahasiswa Asal Blora di Semarang Bisa Naik Kereta Api, tapi Mereka Tetap Menikmati Mudik meski Punggung Menjerit

Tidak Semua Mahasiswa Asal Blora di Semarang Bisa Naik Kereta Api, tapi Mereka Tetap Menikmati Mudik meski Punggung Menjerit

10 Juli 2024
Pilih Kursi Sesama Perempuan di KAI Access: Fitur Baru yang Wajib Dirayakan

Pilih Kursi Sesama Perempuan di KAI Access: Fitur Baru yang Wajib Dirayakan

2 April 2025
Rekomendasi 4 Motor yang Cocok buat Pengendara Pemula

Rekomendasi 4 Motor yang Cocok buat Pengendara Pemula

31 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
6 Alasan Perantauan seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo Mojok.co

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

12 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part Mojok.co

5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim
  • Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan
  • Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa
  • Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua
  • Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.