Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Andai Deskripsi Audio buat Difabel Netra Ada Dalam Kereta

Dendy Arifianto oleh Dendy Arifianto
17 Juni 2021
A A
Andai Deskripsi Audio buat Difabel Netra Ada Dalam Kereta terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Selama ini, kereta api hanya dilihat sebagai alat transportasi biasa. Padahal ketika di-explore lebih lanjut, kereta punya sisi yang edukatif. Khususnya bagi saya yang notabenya adalah difabel netra.

Ketika saya mudik kemarin, bukan pas Lebaran, melainkan awal puasa. Saya memilih kereta sebagai transportasi. Lantaran bosan, saya pun mencoba menghibur diri dengan cara menonton tayangan di Netflix.

ADVERTISEMENT

Ketika sedang asyik menonton, muncul sebuah gagasan di pikiran saya. Dan gagasan itu semakin kuat menjalar di saraf otak saya, di tengah bisingnya suara kereta dan audio deskripsi yang saya dengarkan. Lalu, gagasan itu pun berubah menjadi sebuah pertanyaan, “Bagaimana jika ada audio deskripsi dalam kereta?”

Tentu lantaran saya tak dapat melihat. Pastinya jangan diartikan menonton itu secara harfiah. Begini, di Netflix itu ada audio description. Itu semacam fasilitas tambahan bagi orang dengan gangguan penglihatan. Jadi, pas nggak ada dialog, ada deskripsi dari apa yang sedang ditayangkan di layar. Hampir sama kayak pembaca layar. Bedanya ini yang mengucapkan beneran orang dan direkam. Jadi terkesan seperti membaca novel, hanya saja ada backsound-nya.

Nah, di situ saya berpikir, asyik juga semisal ada audio description ini dalam kereta. Dengan begitu, saya atau difabel netra lainnya ketika naik kereta dapat sedikit berimajinasi terhadap pemandangan yang dilewati kereta. Memang kedengarannya terlalu muluk. Namun, setidaknya perjalanan jauh dengan kereta bisa terasa menyenangkan ketika kita tahu apa yang telah dilewati.

“Kalau cuma itu, kan, bisa diakses melalui smartphone?”

Benar, benar, kalau cuma audio deskripsi, tentunya bisa didapat melalui smartphone. Tapi, tentu saja rasanya kereta sebagai transportasi publik kurang go public. Lagi pula, ketika saya mengeluarkan smartphone dalam kereta itu rasanya agak kurang nyaman. Kan lebih enak kalau saya dapat hiburan langsung dari transportasi publik.

Sedikit cerita, sebenarnya fasilitas kereta itu sangat akses. Ketika saya hendak berangkat saja,sudah ada yang mendampingi saya di depan terus sampai masuk ke kereta. Cuma, pas kereta bergerak itu—lantaran saya sendirian—pastinya bosan. Apalagi di musim pandemi gini kursi di dalam kereta berjarak dan duduk sendiri-sendiri. Nah. Bayangin saja, sendirian, kelam, duduk di kereta setengah hari.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

Kalau sudah begitu, saya kadang ngobrol sama mbak-mbak yang jual makanan di kereta. Atau kalau nggak, biasanya saya lama-lamain jalan ke toilet. Tak jarang pula, sedikit bereksperimen dengan penumpang yang lain. Misal, ketika saya jalan, kadang saya pura-pura kesasar. Itu saya lakukan untuk melihat respons penumpang lain jika ada penumpang difabel netra seperti saya. Ternyata respons kebanyakan orang lumayan baik. Dalam beberapa kali kesempatan, para penumpang menghampiri saya dan bertanya, “Ada yang bisa saya bantu, Mas?”

Namun, karena suara dan guncangan dalam kereta lumayan keras, kadang saya malah nggak begitu konsentrasi mendengarkan. Akibatnya, saya cuma bisa menjawab, “Hah? Apa? Mbaknya manggil saya, ya?” Aduh~

Ketimbang saya melakukan hal seperti itu, bukankah lebih baik jika saya duduk dan mendengarkan deskripsi audio mengenai pemandangan di luar jendela kereta? Atau kalau bukan sebuah pemandangan, sejarah tentang perkeretaapian juga bisa diperdengarkan dalam fasilitas deskripsi audio kereta.

Yah, kan, nggak semua orang ujug-ujug tahu hal yang berbau lokomotif. Ini bisa jadi poin penting jika sejarah dan perkembangan kereta api juga bisa diakses para penumpang selama perjalanan. Hitung-hitung sambil menyelam minum air, sambil jalan-jalan naik kereta dapat ilmunya. Bisa dibilang ide ini juga universal design, kan? Maksudnya, nggak hanya difabel netra seperti saya yang bisa mengaksesnya, penumpang lain pun memiliki kesempatan sama untuk bisa mengakses fasilitas seperti itu.

Hanya saja, wujud itu masih bisa dibilang “jauh panggang dari api”. Pasalnya, pasti butuh perencanaan dan anggaran yang matang untuk mewujudkannya. Maka, butuh tenaga berbagai pihak mulai dari pemerintah, perusahaan itu sendiri, dan juga kami, para difabel netra, sebagai penumpang setia kereta.

Saya kasih sedikit gambaran soal deskripsi audio ini. Deskripsi audio mungkin bisa dipasang di kursi penumpang prioritas. Dan kursi itu haram hukumnya ditempati oleh orang yang bukan difabel. Kendati demikian, jika nggak ada penumpang difabel yang memesan tiket kereta, kursi tersebut boleh-boleh saja dilelang pada penumpang lain.

Pada kursi prioritas tersedia headset yang tersambung dengan audio player yang sebelumnya telah dipersiapkan rekaman seseorang yang menggambarkan pemandangan sepanjang perjalanan. Mungkin seperti ini, “Saat ini kereta melaju dengan kecepatan 50 kilometer per jam. Kita melintasi deretan pohon dan rumah-rumah yang dulunya pernah digusur lantaran terlalu dengan dengan jalur kereta.” Atau bisa juga menceritakan sejarah pembangunan rel kereta dan segala sesuatunya.

Jika hal ini nggak jadi sekadar mimpi, mungkin hal-hal yang sifatnya teknis perlu dikonkretkan. Bisa dimulai dari melakukan pendataan, misalnya berapa jumlah difabel netra yang menggunakan transportasi kereta, atau mungkin mengukur panjang kabel yang dibutuhkan untuk memasang alat sederhana tersebut. Bisa juga dengan mulai mengumpulkan data-data terkait segala sesuatu yang dilewati oleh kereta, atau mulai menyusun sejarah dan perkembangan kereta api. Itu pun jika pihak-pihak yang berwenang mau, sih.

Nah, dari kereta ini kita semua bisa mengambil kesimpulan bahwa deskripsi audio dalam transportasi publik bagi difabel netra adalah hal penting. Nggak cuma di dalam kereta api, namun juga seluruh transportasi publik seperti pesawat, bus, kapa laut pun bisa dipasang alat deskripsi audio. Bukan cuma untuk hiburan, melainkan menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi kami.

Kendati demikian, masih ada pertanyaan besar di benak saya. Dan pertanyaan itu adalah, “Apakah semua pihak sudah benar-benar siap?”

BACA JUGA 5 Olahraga yang Bisa Dilakukan Bareng Difabel Netra dan tulisan Dendy Arifianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2021 oleh

Tags: deskripsi audiodifabel netraGaya Hidup Terminalkereta api
Dendy Arifianto

Dendy Arifianto

Aku difabel netra, yang memiliki moto dunia itu terbatas

ArtikelTerkait

Dalam Budaya Jepang, Bahas Soal Kotoran Manusia Bukan Hal yang Menjijikkan terminal mojok.co

Dalam Budaya Jepang, Bahas Soal Kotoran Manusia Bukan Hal yang Menjijikkan

22 Juli 2021
7 Lagu Kangen Band Paling Underrated yang Pernah Diciptakan Lima Gimmick Konser Musik Khas Band Indonesia yang Dirindukan di Masa Pandemi terminal mojok.co

Lima Gimmick Konser Musik Khas Band Indonesia yang Dirindukan di Masa Pandemi

9 Juli 2021
rekomendasi warkop untuk warga kediri fast bar skripsian di coffee shop home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

5 Rekomendasi Warkop untuk Warga Kediri

2 Juli 2021
Cat Rumah Putih_ Faktanya Nggak Seindah Teori, Bund! terminal mojok

Cat Rumah Putih: Faktanya Nggak Seindah Teori, Bund!

26 Juni 2021
Kemeja Flanel Adalah Pilihan Fesyen yang Relevan di Setiap Era dan Acara terminal mojok.co

Kemeja Flanel Adalah Pilihan Fesyen yang Relevan di Setiap Era dan Acara

13 Juli 2021
4 Alasan Sulitnya Berteman dengan Penutur Asli Bahasa Korea terminal mojok

4 Alasan Sulitnya Berteman dengan Penutur Asli Bahasa Korea

27 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

30 Juni 2026
Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci Mojok.co

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

27 Juni 2026
Memahami Apa itu Patriot Bond dengan Gampang dan Nggak Bikin Pusing

Memahami Apa Itu Patriot Bond dengan Gampang dan Nggak Bikin Pusing

30 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.