Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Menolak Judi Bola Bukan karena Haram, tapi karena Nggak Tahu Aturan Mainnya

Iqbal AR oleh Iqbal AR
27 Juni 2021
A A
Menolak Judi Bola Bukan karena Haram, tapi karena Nggak Tahu Aturan Mainnya terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Gelaran Euro 2020 sudah berjalan setengah jalan. Meski digelar dalam situasi pandemi, euforia Euro 2020 tetap tinggi. Berbagai macam acara tetap digelar, baik itu nonton bareng hingga acara-acara yang ada kaitannya dengan Euro 2020, yang tentunya dengan protokol kesehatan yang lebih ketat. Euforia Euro 2020 ini juga seperti biasa membangkitkan tradisi yang selalu ada di setiap kejuaraan sepak bola seperti ini. Iya, judi bola.

Seperti kita tahu, judi bola itu nyaris nggak bisa dipisahkan dari sepak bola. Apa pun pertandingannya, mau liga lokal, liga luar negeri, sampai Piala Eropa dan Piala Dunia juga bisa dijudikan. Kita bukan bicara soal mafia judi yang mengatur pertandingan, karena itu urusannya satgas mafia sama pihak yang berwajib. Saya nggak berani. Kita bicarakan saja soal judi bola yang dimainkan orang-orang dengan nilai taruhan yang nggak terlalu besar.

Bisa dibilang, dari seratus persen penonton sepak bola, empat puluh hingga lima puluh persen (bisa juga lebih) pasti pernah atau masih melakukan judi bola. Mulai dari yang sekadar hasil akhir, hingga judi yang aturannya njelimet. Voor sekian lah, entah apa itu maksudnya. Ada juga yang menjudikan hal-hal lain selain hasil akhir dan skor. Mereka menjudikan perihal tim mana yang pertama kali mendapat lemparan ke dalam, pelanggaran, kartu kuning, dan sepak pojok. Aneh-aneh saja memang.

Saya pribadi mungkin termasuk dari empat puluh hingga lima puluh persen tersebut. Iya, saya dulu pernah ikut-ikutan judi bola. Di zaman saya masih SD dan SMP, ketika ada Piala Dunia, Piala Eropa, atau Liga Champions (UCL), saya buru-buru cari teman yang mau saya ajak main judi. Tapi ya nggak semua pertandingan, hanya pertandingan penting (biasanya laga semifinal dan final), atau ketika tim favorit saya—Chelsea FC atau timnas Jerman—bermain. Nominalnya pun kecil, biasanya lima ribu rupiah saja. Yah, standar uang saku anak sekolah saat itu laaah~

Namun kebiasaan judi bola saya berhenti ketika saya SMP, tepatnya setelah ada Piala Dunia 2010, yang juga jadi ajang judi bola terakhir saya. Di laga antara Inggris melawan Jerman, saya berjudi dengan seorang teman yang menjagokan Inggris, dengan nominal lima ribu rupiah. Tentu saja kami hanya menjudikan hasil akhir, tanpa voor berapa pun, yang mana Jerman menang 4-1 melawan Inggris melalui sebuah laga yang kontroversial. Jadilah saya dapat lima ribu rupiah dari teman saya itu. Lumayan, saat itu uang lima ribu sudah bisa makan bakso seporsi dan kenyang.

Setelah itu, saya baru tahu bahwa judi bola itu nggak hanya soal hasil akhir polosan. Ada aturan voor sekian, yang mana saya sama sekali nggak mengerti. Babar blas. Pernah sesekali saya diajari teman tentang aturan judi yang seperti ini, tapi saya nggak kunjung paham. Ya iyalah, saya ini pengin judi bersenang-senang, kalau beruntung ya dapat uang. Ini, kok, malah disuruh hitung-hitungn voor sekian dari skor bla bla bla. Penginnya senang-senang, eh malah mikir lagi.

Sejak saat itu, saya memutuskan untuk pensiun dari dunia judi bola. Bukan karena haram atau gimana (saya nggak terlalu peduli itu), tapi ya karena saya malas menghitung voor ini voor itu. Saya sama sekali nggak mengerti aturan seperti itu. Selain itu, saya juga sadar bahwa saya nggak punya cukup uang untuk main judi bola lagi. Beruntung juga saya bukan orang yang ketagihan main judi bola. Jadinya, nggak ada rasa sakau ketika sudah nggak main judi bola lagi. Lagian, sudah miskin kok ya gegayaan mau ketagihan judi bola. Dasar saya!

BACA JUGA SMS Penipuan Makin Meresahkan, Apalagi bagi Pengangguran dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Baca Juga:

Kelakuan Tolol Penerima Bansos: Dapat Bantuan dari Pemerintah eh Malah Dipakai untuk Judol, Udah Miskin Tolol Pula!

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: Gaya Hidup TerminaljudiSepak Bola
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Judi Slot: Lebih Seru Nonton Orang Main ketimbang Ikutan Main konsorsium 303

Konsorsium 303 dan Usaha Menumpas Judi yang Sia-sia

26 Agustus 2022
ronaldo di madrid

Real Madrid itu Butuh Ronaldo, Bukan Zinedine Zidane

23 Juli 2019
Apakah Fesyen dan Kejahatan Selalu Bekerja Sama Seperti di Film-Film? terminal mojok.co

Apakah Fesyen dan Kejahatan Selalu Bekerja Sama seperti di Film-film?

18 Juli 2021
italia vs turki euro 2020 mojok

Italia Bermain Begitu Matang ketika Turki Kehilangan ‘Will to Fight’, Euro 2020 Dibuka dengan ‘la Festa’

12 Juni 2021
Cat Rumah Putih_ Faktanya Nggak Seindah Teori, Bund! terminal mojok

Cat Rumah Putih: Faktanya Nggak Seindah Teori, Bund!

26 Juni 2021
Judi, Moralitas, dan Perdebatan yang Mengikutinya

Judi, Moralitas, dan Perdebatan yang Mengikutinya

28 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.