Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Sisipan Iklan Layanan Masyarakat di Dua Sinetron Prime Time Andalan RCTI Ramashok Blas!

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
27 Juni 2021
A A
Sisipan Iklan Layanan Masyarakat di Dua Sinetron Prime Time Andalan RCTI Ramashok Blas! terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang berbeda pada tayangan sinetron di stasiun televisi RCTI belakangan ini. Sebagai seorang yang sampai dengan saat ini masih menikmati sinetron, mudah sekali untuk menemukan satu hal yang ganjil dalam sinetron. Yaitu adanya Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang disisipkan ke dalam sinetron.

ILM tersebut berupa ajakan untuk menaati protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilisasi, ya gitu-gitu lah. Hal itu terasa mengganjallantaran biasanya iklan di sinetron berasal dari produk-produk semacam Mi Lemonilo, Roma Wafello, Tolak Linu, hingga Parfum Casablanca.

Saya tak pernah menyangka kalau sinetron Ikatan Cinta akan ada ILM kayak gitu di dalam salah satu adegannya. Ya mungkin karena tim kreatif Ikatan Cinta sadar kali setelah beberapa waktu lalu sempat didenda lantaran menciptakan kerumunan di lokasi syuting. Memasukkan iklan layanan masyarakat protokol kesehatan ke dalam sinetron Ikatan Cinta boleh jadi memberikan pesan bahwa sinetron ini mengedukasi masyarakat, lho.

Mengedukasi sih, cuman ILM-nya itu lho nanggung banget. Ini kalian kalau nonton pasti akan mangkel setengah mampus. Kok bisa-bisanya sekelas RCTI bikin iklan layanan masyarakat di televisi tapi sebatas verbal saja? Dan ajaibnya, ini ada di sinetron prime time andalan RCTI, Ikatan Cinta dan Amanah Wali 5.

Jadi, konsep ILM-nya begini. Dibikin adegan, ada satu tokoh yang merisaukan kondisi pandemi, kemudian ada dua sampai tiga tokoh lain menasihati si tokoh yang risau tadi untuk menerapkan protokol kesehatan. Lucunya, dalam ILM tersebut, terutama di Ikatan Cinta tak ada satu orang pun yang menerapkan protokol kesehatan, meski itu sekadar pakai masker. Nasihat tersebut secara verbal saja.

Sementara di sinetron Amanah Wali 5, sih, masih lumayan, ada satu tokoh yang pakai masker. Tapi tokoh-tokoh lainnya yang tampil di ILM tersebut nggak pakai masker. Dan lucunya, si tokoh yang pakai masker ini justru melepas maskernya. Kan aneh banget gitu.

Saya akan memaklumi kalau iklan layanan masyarakat itu hanya mengudara di radio. Toh, dengan sifat auditifnya, orang yang mendengarkan radio nggak tahu kalau pengisi suara ILM beneran mempraktikkan protokol kesehatan atau nggak. Kalau nggak, tiada masalah, karena yang dibutuhkan oleh pendengar radio hanya pesan verbal atau suaranya.

Lha ini di televisi. Sekali lagi, televisi. RCTI itu, kan, stasiun televisi, tho? Kepanjangannya saja sudah jelas Rajawali Citra Televisi Indonesia. Masa nggak ngerti, sih, kalau televisi itu media audiovisual? Okelah, mungkin kru-kru kreatif itu kelewat kaget mendapat instruksi dari pimpinan buat bikin ILM.

Baca Juga:

Iklan Universitas Terbuka (UT) Tayang di Bioskop: Keren, tapi Ironis. Sebelum Tampil di Layar Besar, Perbaiki Dulu Layar Kecil Mahasiswa biar Nggak Nge-lag!

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

Saya curiga, sinetron-sinetron itu nggak niat bikin ILM. Yang penting sinetron tayang, di dalamnya ada ILM, dan pesannya tersampaikan, selesai. Perkara yang disampaikan sekadar pesan verbal, bodo amat. Gitu bukan, ya?

Baiklah, biar saya perkecil dulu sasaran “tembak” saya kali ini. Barangkali tak elok rasanya menyalahkan RCTI sepenuhnya. Karena ILM itu ada di masing-masing sinetron, yang tentu saja itu terserah si yang bikin sinetron mau dibikin kayak gimana. Dua sinetron yang tayang di jam prime time, Ikatan Cinta dan Amanah Wali 5 tentu punya tanggung jawab moral yang besar.

Keduanya pernah mendapat kritik tajam dari para pengamat televisi dadakan (baca: netizen) karena lalai menyampaikan pesan untuk menerapkan protokol kesehatan. Terutama sinetron Ikatan Cinta yang bahkan pernah didenda. Maka, boleh wajar saja kalau pekerja di balik kedua sinetron itu kelabakan untuk bikin ILM di dalam sinetron.

Kecepatan menemukan ide pun membuat dua sinetron ini akhirnya menyisipkan ILM berdurasi beberapa detik di adegan tertentu. Entah karena idenya yang ngaco atau eksekusinya yang berantakan, melihat ILM itu, saya justru seperti diajak untuk ikut menasihati orang lain terus-menerus, tanpa harus menaati protokol kesehatan.

Sejauh ini, beberapa kali saya menonton ILM, entah di YouTube atau televisi, tbaru kali ini saya menonton ILM yang nggak ILM. ILM di dalam dua sinetron prime time andalan RCTI itu—kalau ingatan saya nggak bertempur—adalah ILM paling ngawur dan nggak jelas yang pernah saya tonton.

Semestinya pesan di dalam ILM tersebut harus jelas, nggak cuma audio doang. Harus ada visualisasinya pula. Tim kreatif Ikatan Cinta dan Amanah Wali 5 yang nggak kreatif-kreatif amat itu bisa nih belajar sama tim-tim dari sinetron Tukang Ojek Pengkolan atau sinetron televisi sekandung, Kembalinya Raden Kian Santang di MNCTV.

Kembalinya Raden Kian Santang menayangkan ILM protokol kesehatan saat menjelang jeda komersial. Jadi dibikin adegan putra-putri Prabu Siliwangi berkumpul, kemudian salah satunya meminta yang lain jaga jarak disertai kalimat ajakan dari Raden Kian Santang alias Alwi Assegaf. Lalu ditutup dengan memakai masker bersama yang entah bagaimana masker Sensi bisa sampai ke Padjajaran.

Sedangkan di sinetron Tukang Ojek Pengkolan justru masuk ke dalam cerita. Di mana setting waktu dalam sinetron dibikin sedang pandemi juga. Tapi konsep begini nggak mungkin bisa ditiru Amanah Wali 5 atau Ikatan Cinta. Sebab, jika setting-nya dibikin saat pandemi dan semuanya diminta jaga jarak bakal repot. Bisa-bisa Wiyanti (istrinya Apoy dalam sinetron), Mbak Andin, dan Elsa nggak bakalan bunting karena harus menjaga jarak. Mimik wajah sok cool-nya Mas Al juga nggak kelihatan nanti. Sayang, dong, ibu-ibu yang biasanya histeris melihat Mas Al harus ditunda histerisnya.

Amanah Wali 5 yang ceritanya biasa-biasa saja itu memang sanggup masuk mendulang rating setinggi-tingginya. Ikatan Cinta memang sukses memecahkan rekor. Tapi, ha mosok bikin ILM saja nggak bisa, sih? Masa nggak ada gitu satu kru yang sanggup bikin ILM yang pesannya audiovisual?

Sumber Gambar: YouTube Mr Otay

BACA JUGA Membayangkan Sinetron Indonesia Dibuat ala Anime dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: IklanPojok Tubir TerminalRCTISinetron
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

7 Tagline Iklan Era 2000-an yang Gen Z Nggak Relate Mojok.co

7 Tagline Iklan Era 2000-an yang Gen Z Nggak Relate

29 September 2024
Tanggapan Saya sebagai Penulis Skenario FTV Kisah Nyata Indosiar Atas Protes K-Popers terminal mojok.co

Tanggapan Saya sebagai Penulis Skenario FTV Kisah Nyata Indosiar Atas Protes K-Popers

22 Januari 2021
DPR 'Pemburu Sunrise': Wakil Rakyat yang Nir-Empati dan Kita yang Pelupa terminal mojok.co

DPR ‘Pemburu Sunrise’: Wakil Rakyat yang Nir-Empati dan Kita yang Pelupa

29 Juni 2021
Sinetron dan Reality Show Settingan Adalah Penyelamat Televisi terminal mojok.co

7 Tahap Menciptakan Alur Cerita FTV Khas SCTV

23 Juli 2020

Pentingnya Minta Persetujuan Penerima Sedekah Sebelum Dijadikan Konten Medsos

7 Juni 2021
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan”

20 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan
  • Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?
  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.