Tag: Sinetron

Artikel

Pocong Mumun dan Jefri di Sinetron ‘Jadi Pocong’ Adalah Tontonan Terseram Semasa Kecil

Gusti Aditya

Sempat, ketika itu, ibu-ibu kompleks menjadikan pocong Mumun sebagai senjata menidurkan anak. “Ayo tidur, kalau nggak tidur, nanti digigit pocong Mumun.”

Artikel

Tukang Ojek Pengkolan Sebaiknya Menghilangkan Tokoh-tokoh Tidak Penting Ini

Gusti Aditya

Ya, tapi kultur sinetron memang begini, mau bagaimana lagi.

Artikel

7 Tahap Menciptakan Alur Cerita FTV Khas SCTV

Avatar

Sebagai penonton setia, saya sadar alur cerita FTV SCTV tuh satu, terus didaur ulang buat semua tayangannya. Tapi kok saya tetap suka ya???

Artikel

5 Alasan Sinetron dengan Plot Cerita Kayak ‘Putri untuk Pangeran’ Selalu Sukses di Pasaran

Avatar

Bayangan diselamatkan seorang pangeran berkuda putih pasti membuatnya tersenyum-senyum sendiri.

Artikel

5 Alasan Keluarga Mbak Amira Tukang Ojek Pengkolan Adalah Keluarga Sinetron Idaman

Avatar

Potret keluarga di sinetron biasanya terlalu disederhanakan, seakan cuma hitam-putih. Untungnya keluarga Mbak Amira Tukang Ojek Pengkolan nggak gitu.

Artikel

Kangen Sinetron “Di Sini Ada Setan”

Avatar

Pengin nonton lagi semua episodenya dari awal. Ayo dong SCTV, tayangin lagi Di Sini Ada Setan!

Artikel

Konflik Khofifah-Risma Adalah Contoh Sinetron yang Baik

Erwin Setia

Kita dapat memetik sejumlah hikmah dari konflik Khofifah-Risma. Kita bisa melihat bahwa dua kepala daerah tersebut sangat pro terhadap rakyat.

Artikel

Alternatif Episode Terakhir Preman Pensiun 4 supaya Nggak Terasa Menggantung

Tazkia Royyan Hikmatiar

Saya dan banyak orang penonton setia Preman Pensiun dari season 1 tentunya kecewa dengan episode terakhir Preman Pensiun 4.

Artikel

Pemberi Warna Baru di Sinetron Preman Pensiun 4

Heri Hermawan

Preman Pensiun 4 mengisahkan tentang usaha kicimpring Kang Mus yang penjualannya mulai menurun tapi mulai menemui harapan ketika Ujang bertemu dengan Serena.

Artikel

Belajar dari Kang Bahar di Preman Pensiun: Preman yang Juga Punya Sisi Humanis

Avatar

Sebagai penggemar serial Preman Pensiun, saya kagum dengan Kang Bahar. Kalau boleh saya berpendapat, ia seperti Vito Corleone-nya versi kearifan lokal.