Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
18 Mei 2026
A A
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi seorang mahasiswi atau pekerja wanita yang merantau di kota lain dan nggak punya sanak saudara untuk ditumpangi, tinggal di kos putri adalah pilihan paling pas. Jika dibandingkan kos campur yang menjadikan satu penghuni laki-laki dan perempuan, kos putri memang paling aman. Mengingat kos putri hanya dihuni oleh perempuan, secara umum privasi lebih terjaga dan lebih bebas untuk “berkeliaran” di dalam area kos.

Orang tua yang biasanya terlibat dalam pemilihan tempat tinggal selama anaknya merantau pun pasti akan memilih kos putri dibandingkan kos campur. Bagi orang tua, mengawasi dan menjaga anak selama di perantauan tentu jauh lebih sulit dibanding ketika anak tersebut masih berada dalam satu rumah. Maka dari itu, dipilihlah kos putri yang lebih terjamin keamanannya untuk perempuan.

Tapi, mengingat semua hal di dunia ini selalu ada plus minusnya, kos putri pun juga punya kekurangan, seperti berikut ini.

Baca juga 5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota.

#1 Drama kulkas dan dapur bersama selalu ada

Permasalahan ini bisa kita jumpai di hampir semua kos putri. Entah kita dapat cerita dari teman yang ngekos maupun cerita dari media sosial, drama kulkas dan dapur bersama ini sudah jadi rahasia umum dari kos putri.

Di satu rumah kos umumnya cuma ada satu kulkas dan satu dapur bersama. Kalau kosnya agak elit dikit, mungkin di tiap lantai ada kulkas dan dapurnya. Tapi mau ada berapapun penghuni kos tetap harus berbagi fasilitas umum ini bersama.

Walaupun sudah ada tulisan peringatan untuk nggak mengambil bahan makanan milik penghuni lain tanpa izin, problem pencurian makanan tetap terjadi. Bahan makanan yang tadinya masih full tiba-tiba berkurang bahkan habis dalam semalam bukan lagi hal yang jarang terjadi, tapi tetap saja bikin kesal.

Selain itu, di dapur bersama pun juga tetap terjadi drama. Misalnya, alat masak milik pribadi tiba-tiba digunakan oleh orang lain tanpa izin. Makin nyebelinnya lagi, alat masak yang sudah digunakan nggak segera dicuci dan dikembalikan ke tempat semula. Ada pula drama mengganti gas dan galon yang juga memicu perang dingin dan konfrontasi antarpenghuni kos.

Baca Juga:

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

#2 Kos putri menetapkan standar perempuan ideal

Hal ini mungkin nggak selalu disadari oleh orang awam, tapi dirasakan secara langsung oleh penghuni kos. Kos putri menjadi “simulasi” bagi penghuninya untuk memenuhi standar perempuan ideal setiap harinya.

Standard perempuan ideal ini maksudnya bukan punya wajah atau body setara Miss Indonesia, ya. Kos putri yang biasanya menetapkan peraturan yang ketat dengan alasan keamanan bagi penghuninya. Bisa dibilang kos putri punya moral code tak tertulis.

Penghuni kos putri wajib memenuhi moral code tersebut, seperti jangan pulang malam, jangan terlalu dekat dengan laki-laki, jangan terlalu seksi, dan jangan terlalu berisik. Kalau melanggar, siap-siap dapat peringatan bahkan cap “bukan perempuan baik-baik”. Meskipun kadang alasan kita pulang malam dan diantar cowok karena habis rapat BEM, misalnya, penghuni lain dan pemilik kos mana peduli.

Jadi bisa dikatakan bahwa menjadi penghuni kos bukan hanya tinggal, tapi ikut perform sebagai “perempuan ideal”.

Baca juga 4 Kelemahan Tinggal di Apartemen yang Nggak Tertera dalam Brosur.

#3 Penghuni hampir nggak bisa benar-benar sendirian

Walaupun di dalam kos setiap penghuni memiliki kamar sendiri-sendiri, tapi bisa dibilang hampir nggak ada ruang untuk menikmati kesendirian itu. Kos-kosan tetap saja ruang komunal yang selain penghuninya tinggal berdekatan, rutinitas hariannya juga melibatkan satu sama lain.

Di beberapa rumah kos, nggak bergaul dengan tetangga kos akan dianggap sombong. Mengurung diri tanpa pernah bertegur sapa juga akan dicurigai. Dengan kata lain, setiap penghuni harus akrab dengan penghuni kos yang lain. Tiap hari. 24/7.

Sebenarnya, kos-kosan yang seperti itu bisa bikin nggak nyaman. Memang betul bahwa tetangga kos akan menjadi orang pertama yang selalu ada saat keadaan darurat maupun kepepet. Tapi, sebagai manusia, mau introvert maupun ekstrovert, kadang tetap butuh waktu sendiri kan?

#4 Kos putri itu menguras mental

Kalau kos eksklusif menguras kantong, maka kos putri yang ekonomis menguras mental.

Selain drama kulkas dan dapur, ada lagi hal lain yang bikin badan dan pikiran cepat capek. Perempuan itu cenderung lebih sering curhat, cerita, dan sharing masalah. Jadi kalau ada tetangga kos yang baru bad mood atau ngalamin bad day, kita sebagai orang terdekat (secara fisik) harus siap telinga untuk mendengarkan keluhannya.

Kadang ini menjadi cara yang lumayan baik untuk belajar menjadi pendengar. Tapi di saat yang sama, energi negatif yang tersebar bisa berdampak ke seluruh kos. Efeknya satu kos jadi kena energi yang sama kalau orang tersebut cerita ke mana mana.

Misalnya, ada penghuni yang baru putus lalu cerita ke semua tetangga kos. Sebagai tetangga kos kita mungkin jadi nggak enak untuk menunjukkan kebahagiaan, abis dapat nilai A atau proposal skripsi di-acc misalnya, karena takut dianggap nggak bersimpati. Jadinya satu orang galau, satu kos ikutan muram

Kos putri sejatinya memang tempat yang paling ideal untuk tinggal, tapi tetap saja ada kekurangannya sebagaimana tempat tinggal lain. Cara kita menyikapi kekurangan ini juga sama pentingnya biar nggak bikin kesal atau ngedumel dalam hati.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2026 oleh

Tags: koskos-kosankso putriperantauPerempuanperempuan perantau
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Foto Siluet Perempuan di IG Nicholas Saputra Adalah Beban Berat bagi Lelaki Indonesia terminal mojok.co

Foto Siluet Perempuan di IG Nicholas Saputra Adalah Beban Berat bagi Lelaki Indonesia

28 Juli 2021
Jadi Wanita Dinasti Joseon Adalah Hal yang Paling Nggak Pengin Saya Alami terminal mojok.co

Jadi Perempuan pada Dinasti Joseon Adalah Hal yang Paling Nggak Pengin Saya Alami

1 Maret 2021
Niatnya Hemat Kos Murah, Malah Dapat Kamar Bekas Aborsi (Unsplash)

Demi Hemat Ratusan Ribu, Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi

12 Januari 2026
Ada Bus Pink untuk Perempuan, tapi Kenapa Nggak Ada Transjakarta Khusus Laki-laki Terminal Mojok

Ada Bus Pink untuk Perempuan, tapi Kenapa Nggak Ada Transjakarta Khusus Laki-laki?

27 Januari 2023
Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau Mojok.co

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

17 Juni 2026
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

29 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.