Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
14 Mei 2026
A A
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama ini amukan netizen di media sosial soal arogansi jalanan seolah sudah punya musuh abadi. Siapa lagi kalau bukan barisan mobil bongsor macam Fortuner atau Pajero. Citra penguasa aspal sudah kadung melekat pada keduanya. Alhasil, siapa pun yang berpapasan otomatis memasang mode siaga.

Akan tetapi, kalau mau jujur dan sedikit menepikan sentimen kelas sosial, ada golongan lain yang sebenarnya lebih red flag dibanding pengendara Fortuner dan Pajero. Mereka adalah para penunggang motor yang seumur hidupnya belum pernah sekali pun duduk di balik kemudi mobil.

Mungkin terdengar diskriminatif, tapi percayalah, ada nalar yang putus saat seseorang hanya tahu cara menarik gas tanpa paham peliknya memutar setir mobil,

Baca juga Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced.

Komunikasi lampu sein yang ajaib

Buat mereka yang seumur hidup belum pernah mengoperasikan setir Fortuner dan Pajero, maupun merek mobil lain, rasa-rasanya lampu sein hanya dianggap aksesori saja, bukan alat komunikasi. Fenomena sein kiri tapi belok kanan pun bukan lagi sekadar mitos, tapi ritual harian yang sukses bikin pengemudi di belakangnya mendadak religius karena harus banyak istighfar.

Para pemotor ini mungkin tidak paham bahwa mobil butuh waktu untuk bereaksi dan mustahil bisa menghindar secepat kilat. Ketidaktahuan soal betapa terbatasnya ruang gerak kendaraan roda empat membuat mereka merasa bahwa menyalakan sein secara mendadak adalah sebuah kejutan manis yang harus diterima dunia dengan lapang dada.

Puncaknya adalah populasi pemotor yang hobi mematikan lampu sein. Lampunya terus berkedip genit tanpa ada manuver nyata. Saat ditegur, mereka justru lebih galak dan berlindung di balik narasi kalau pengemudi mobil seperti Fortuner dan Pajero itu arogan. Padahal, orang di belakang senewen, harus menebak-nebak ke mana arah takdir akan membawa motor tersebut.

Dimensi kendaraan yang lebih kecil dibanding Fortuner dan Pajero selalu jadi pembenaran

Ada semacam keyakinan tak tertulis bahwa motor adalah kendaraan yang kebal hukum secara moral lantaran statusnya sebagai transportasi rakyat kecil. Pemotor yang belum pernah merasakan peliknya menyetir mobil sering merasa bahwa sebesar apa pun manuver ngawur yang mereka buat, mobil tetaplah pihak yang wajib mengalah dan memikul dosa jika sampai terjadi senggolan, apalagi kalau mobilnya besar seperti Fortuner dan Pajero. 

Baca Juga:

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut

Banyak pemotor yang abai bahwa sopir mobil punya keterbatasan jarak pandang alias blind spot yang sangat luas. Sementara mobil berbadan besar, seperti besar seperti Fortuner dan Pajero, telanjur dicap sebagai preman jalanan yang tidak punya rasa kasihan. Merasa paling jelata di jalan bukan berarti sah-sah saja bertingkah seenak jidat, lalu bersembunyi di balik logika bengkok yang mengatasnamakan wong cilik.

Parkir di tikungan sembarangan

Berhenti tepat di sudut tikungan adalah kebiasaan paling menyebalkan dari pemotor red flag. Mereka beranggapan bahwa selama motor mereka tidak memakan seluruh lebar jalan, maka oke-oke saja. Tanpa pengalaman membawa mobil, pemotor tidak akan pernah paham konsep radius putar.

Motor yang parkir di tikungan itu ibarat rintangan maut yang memaksa pengendara mobil memutar setir lebih lebar dan berisiko menghantam kendaraan dari arah berlawanan. Kebodohan ini bukan sekadar parkir sembarangan, tetapi bentuk teror bagi pengguna jalan lain. Satu meter ruang yang diambil di tikungan bisa merusak perhitungan yang jauh lebih besar.

Baca juga Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran.

Hobi menyelip di celah sempit, menggores mobil lalu seenaknya kabur

Menyelip di antara himpitan mobil yang sedang terjebak kepadatan lalu lintas seolah sudah menjadi olahraga ekstrem favorit para pemotor. Dengan penuh nyali tapi sembrono, mereka sering kali menyusup begitu saja di celah sempit yang tersisa di antara dua kendaraan.

Buat kaum pemotor tipe ini, sekecil apa pun celah kosong dianggap sebagai undangan untuk merangsek maju. Padahal, di mata pengemudi mobil, ruang tersebut adalah jarak aman krusial yang wajib dijaga demi keselamatan bersama.

Ironisnya, setelah rampung melukis baret, banyak dari mereka yang hanya menoleh sekilas lalu tancap gas. Mereka menganggap goresan itu perkara sepele, tanpa mau tahu bahwa bagi pemilik mobil, itu adalah kerugian yang harus diperbaiki dengan biaya yang tidak murah.

Arogansi di jalan raya bukan hanya milik mereka yang punya kendaraan mahal seperti Fortuner dan Pajero . Tapi, juga milik siapa saja yang minim empati dan perspektif. Mengetahui cara mengoperasikan kendaraan itu mudah. Sebaliknya, memahami bagaimana posisi orang lain di atas aspal adalah keahlian yang jauh lebih mahal harganya.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya. 

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2026 oleh

Tags: FortunerpajeropemotorPengendara Motorred flagsepeda motor
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Minyak Angin Red Flag yang Nggak Cocok untuk Anak Muda

3 Minyak Angin Red Flag yang Nggak Cocok untuk Anak Muda

5 Januari 2024
4 Kebiasaan Buruk Saat Parkir Motor yang Dibenci Orang-orang Mojok.co

4 Kebiasaan Buruk Saat Parkir Motor yang Dibenci Orang-orang

1 November 2024
Lupakan Pajero, Mobil Terbaik untuk Yang-yangan Adalah Pick Up Mitsubishi L300

Lupakan Pajero, Mobil Terbaik untuk Yang-yangan Adalah Pick Up Mitsubishi L300

21 Juli 2023
Honda Scoopy, Motor dengan Lampu Jauh Paling Nyebelin

Honda Scoopy, Motor dengan Lampu Jauh Paling Nyebelin

21 Mei 2023
7 Kasta Motor Jadul yang Masih Digemari dan Diburu Kolektor Motor Mojok.co

7 Kasta Motor Jadul yang Masih Digemari dan Diburu Kolektor Motor

30 Januari 2025
NMAX: Motor Yamaha yang Selalu Bikin Orang Salah Paham (Abdul Fitri Yono via Shutterstock.com)

NMAX Adalah Motor Yamaha yang Paling Bisa Bikin Salah Paham. Dikira Ugal-ugalan, Padahal Memang Sulit Melaju Pelan

16 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

9 Mei 2026
Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi Mojok

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

9 Mei 2026
Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal gunung lawu

3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Geleng-geleng, Eksklusif dari Penjaga Basecampnya Langsung

9 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.