Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengendara Motor Adalah Kasta Ketiga di Tempat Parkir Mal Mewah Jakarta

Raynal Payuk oleh Raynal Payuk
10 Februari 2021
A A
Pengendara Motor Adalah Kasta Ketiga di Tempat Parkir Mal Mewah Jakarta terminal mojok.co

Pengendara Motor Adalah Kasta Ketiga di Tempat Parkir Mal Mewah Jakarta terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pengendara motor sejak masih SMA, sudah banyak kejadian bikin saya jengkel selama mengendarai kendaraan beroda dua ini. Tak terkecuali masalah parkiran motor di mal-mal mewah Jakarta yang bikin saya merasa hidup di masyarakat dengan sistem kasta. Pada dasarnya saya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan ke mal. Apalagi jika nggak ada agenda jelas untuk belanja barang tertentu.

Namun, sebagai penggemar film, banyak film yang saya ingin tonton cuma tayang di bioskop-bioskop tertentu. Mayoritas bioskop ini biasanya terletak di mal-mal mewah yang ada di tengah kota Jakarta. Tahulah, kalau bioskop pada mal pinggiran di pinggiran kota cenderung hanya menayangkan film lokal arus utama atau film action Hollywood.

Giliran film drama non-action, film indie lokal, atau film non bahasa Inggris, pasti hanya tayang pada mal mewah di tengah kota. Dari segi pemilihan film yang tayang aja, sudah kelihatan sentimen kelas terkait selera film yang ditujukan operator bioskop. Ya cuma itu urusan lain hari dan lain tulisan, lah.

Jadi kembali ke topik awal, saya memutuskan untuk menonton film berjudul Bombshell pada satu kesempatan. Film ini hanya tayang di bioskop tertentu dan salah satu bioskop yang menayangkannya terletak di daerah Pluit. Tentunya karena saya nggak punya mobil sendiri, sepeda motor menjadi pilihan transportasi saya saat keluar rumah.

Walaupun jaraknya sekitar 35 kilometer dari rumah saya di Bekasi, saya memutuskan untuk tetap ke sana dengan motor bersama teman yang saya boncengin menggunakan motor. Buat perbandingan, jarak antara Pluit dan Bekasi itu sama dengan jarak Ring Road Utara ke Pantai Parangtritis. Minus pemandangan sawah dan plus asap knalpot dari kemacetan tentunya.

Tentunya sebagai pengunjung, saya nggak mengharapkan parkiran mewah dari mal tersebut tetapi cukup memadai saja. Apalagi mal ini punya desain mewah dan mengklaim dirinya sebagai satu-satunya mal di Jakarta yang menghadap laut langsung. Namun, yang saya dapatkan malah parkiran yang layak mendapatkan penghargaan terburuk seantero Jakarta.

Parkiran motor mal terletak di areal semi basement dan terdapat palang beton di langit-langit pintu masuk. Palang beton ini memaksa saya dan teman saya untuk menundukkan kepala saat masuk areal parkiran. Kondisi di dalam area parkiran juga nggak jauh lebih baik karena langit-langit dari parkiran motor ini cuma 180 cm. Awalnya saya biasa saja, namun saya langsung sadar teman yang saya boncengin itu tingginya 178 cm. Pas dia turun dari motor dan berdiri, langsung kepala dia menyentuh langit-langit gedung parkiran.

Bahkan tempatnya nggak bisa dibilang gedung parkiran juga karena letaknya ada di bawah tower apartemen yang menjadi satu dengan mal tersebut. Di atas parkiran kami, ada kios-kios toko milik penghuni apartemen. Selain itu, bocoran limbah dari kios tersebut sepertinya salah satu alasan kenapa parkiran ini juga sangat lembab. Parkiran ini yang ada membuat saya berasa tinggal di dalam rumah Tuan Kim dari film Parasite.

Baca Juga:

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Keadaan yang tentunya berbanding terbalik dengan areal parkiran mobil pada mal ini. Seperti kebanyakan mal mewah lainnya, area parkir mobil sangatlah luas dan lapang dengan akses eskalator langsung ke areal mal. Tentunya tanpa langit-langit super rendah dan pencahayaan remang-remang. Apalagi pengemudi mobil bisa berhenti di lobi utama dan membiarkan mas-mas valet untuk memarkirkan kendaraan mereka. Sungguh suatu privilese pemilik kendaraan mobil.

Pengalaman saya sebagai pengendara motor, juga menemukan bahwa pintu masuk dari parkiran motor biasanya dipisah dari pintu masuk parkiran mobil cukup jauh. Mungkin ini agar tidak dilihat pengunjung mal lainnya. Seperti salah satu mal di Jalan Casablanca (saya nggak sebut nama, loh) yang memutuskan untuk menaruh pintu keluar masuk parkiran motor di tempat ribet.

Ini menjadi bukti bahwa banyak pihak pengelola mal-mal mewah di Jakarta lebih peduli estetika daripada kenyamanan pengunjung bermotor. Di dalam parkiran mal mewah, kita dianggap pengunjung kasta ketiga di bawah pengemudi mobil. Kalau kalian pengendara motor gede, masih lah dianggap kasta kedua karena beberapa mal mewah memberikan parkiran khusus motor di atas 150 CC pada area dekat lobi utama. Sekali lagi untuk kepentingan estetika semata.

Ya, saya sadar banyak pengguna parkiran motor di mal mewah itu diisi sama karyawan dari toko di dalam mal. Makanya pihak pengelola mal lebih masa bodoh sama lokasi parkiran motor. Cuma nggak berarti mereka dikasih area parkiran yang gelap, lembab, dan nggak memadai juga. Toh, mau karyawan ataupun pengunjung, mereka semua bagian tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis mal tersebut. Masa harus dibuat jengkel untuk hanya karena estika?

BACA JUGA Kartu Parkir Berlangganan yang Nggak Berguna dan Mengenal Jenis Juru Parkir dan tulisan Raynal Arrung Bua lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2021 oleh

Tags: mal mewah jakartaparkir motorPengendara Motor
Raynal Payuk

Raynal Payuk

Mantan Pers Kampus Dalam Pencarian Jati Diri dan Pekerjaan. Saat ini menjadi seorang pemikir yang sedang berusaha memecahkan paradoks tertua umat manusia

ArtikelTerkait

5 Rezeki Tak Terduga bagi Pengendara Motor di Perjalanan Terminal Mojok

5 Rezeki Tak Terduga bagi Pengendara Motor di Perjalanan

3 Agustus 2022
Parkir Motor Pakuwon Mall Surabaya Benar-benar Nggak Manusiawi, Bukti Nyata Pengendara Motor Selalu Didiskriminasi

Parkir Motor Pakuwon Mall Surabaya Benar-benar Nggak Manusiawi, Bukti Nyata Pengendara Motor Selalu Didiskriminasi

12 Maret 2024
Derita Mahasiswa Untidar Magelang: Lahan Parkir Sedikit, Cari Parkiran Sulit

Derita Mahasiswa Untidar Magelang: Lahan Parkir Sedikit, Cari Parkiran Sulit

5 Maret 2024
Parkir Sesuai Jenis dan Warna Motor Memang Kelihatan Estetis, tapi Sebenarnya Bikin Repot

Parkir Sesuai Jenis dan Warna Motor Memang Kelihatan Estetis, tapi Sebenarnya Bikin Repot

14 Februari 2024
pedestrian

Gugatan Seorang Pedestrian Kepada Pengendara Motor yang Sembrono

16 Juni 2019
Mall di Jakarta Mendiskriminasi Pengguna Motor. Nggak Semua Menyediakan Parkiran Khusus Motor, Kalaupun Ada Letaknya Jauh dari Gedung Mall

Mall di Jakarta Mendiskriminasi Pengguna Motor. Nggak Semua Menyediakan Parkiran Khusus Motor, Kalaupun Ada Letaknya Jauh dari Gedung Mall

17 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.