Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Iklan Universitas Terbuka (UT) Tayang di Bioskop: Keren, tapi Ironis. Sebelum Tampil di Layar Besar, Perbaiki Dulu Layar Kecil Mahasiswa biar Nggak Nge-lag!

Nur Anisa Budi Utami oleh Nur Anisa Budi Utami
12 Oktober 2025
A A
Iklan Universitas Terbuka (UT) Tayang di Bioskop: Keren, tapi Ironis. Sebelum Tampil di Layar Besar, Perbaiki Dulu Layar Kecil Mahasiswa biar Nggak Nge-lag!

Iklan Universitas Terbuka (UT) Tayang di Bioskop: Keren, tapi Ironis. Sebelum Tampil di Layar Besar, Perbaiki Dulu Layar Kecil Mahasiswa biar Nggak Nge-lag! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, saya lagi scrolling santai di X (Twitter), tiba-tiba muncul meme tentang kampus saya sendiri, Universitas Terbuka (UT). Isinya nyindir tajam tapi lucu. Kata-katanya kurang lebih begini: Bukannya perbaiki modul, perbaiki sistem, malah bikin promosi iklan di bioskop. Saya ngakak di awal, tapi makin dibaca kok makin terasa pahit, ya. Soalnya benar juga.

Sebagai mahasiswa Universitas Terbuka, saya bisa bilang dengan yakin kalau kuliah di sini bukan cuma soal rajin belajar. Tetapi juga soal kuat mental. Di kampus lain, masalah mahasiswa mungkin cuma karena tugas yang menumpuk. Di UT, kamu bisa stres gara-gara hal-hal yang bahkan nggak masuk logika—mulai dari modul yang jadul sampai sistem tutorial yang sering ngambek.

Modul tebal, isinya kuno

Jujur, modul Universitas Terbuka tuh tebal banget. Kalau ditumpuk bisa buat ganjel pintu. Tapi masalahnya bukan pada ketebalannya, melainkan isinya. Banyak materi yang kayaknya nggak pernah diperbarui sejak zaman majapahit.

Saya yang sudah mengajar di PAUD saja heran. Kurikulum di sekolah sudah berubah, pendekatan belajarnya sudah modern banget, tapi modul kuliah saya masih menyebut istilah yang bahkan guru senior di tempat kerja saya sudah nggak memakainya. Kayak hidup di dua dunia: satu dunia kerja yang dinamis, satu lagi dunia akademik yang nyangkut di masa lalu.

Banyak teman-teman mahasiswa yang bilang, belajar pakai modul Universitas Terbuka itu kayak belajar sejarah pendidikan, bukan praktik pendidikan itu sendiri. Kadang saya mikir, kalau dosennya baca ulang modul itu, mereka juga mungkin garuk kepala.

Sistem online Universitas Terbuka yang sering down

Universitas Terbuka terkenal sebagai kampus jarak jauh berbasis digital. Tapi ironisnya, sistem onlinenya sering banget “istirahat panjang”. Website tutorial sering down, platform pembelajaran kadang susah diakses, dan forum diskusi kadang sepi kayak kuburan digital.

Padahal mahasiswa disuruh mandiri dan aktif belajar lewat sistem online itu. Tapi gimana mau aktif kalau setiap kali mau login, yang muncul malah tulisan “server error” atau “maintenance in progress”? Lama-lama bukan belajar mandiri, tapi belajar sabar.

Ujung-ujungnya, mahasiswa Universitas Terbuka cuma bisa menebak-nebak isi ujian dari modul yang setengah relevan. Dan ketika hasilnya jeblok, rasa frustasinya berlipat ganda. Bukannya karena malas belajar, tapi karena sistemnya sendiri nggak kooperatif.

Baca Juga:

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

Promosi di bioskop memang keren, tapi ironis

Nah, di tengah semua kekacauan itu, tiba-tiba muncul berita baru. Universitas Terbuka promosi di bioskop! Saya sempat bengong. Serius nih? Bukannya perbaiki sistem, malah promosi di Cinepolis?

Dari sisi marketing, saya paham. Langkah ini modern dan berani. Tapi dari sisi mahasiswa, ini terasa ironis. Kayak rumah bocor tapi malah ganti tirai. Keren di luar, tapi dalamnya masih belepotan.

Promosi lewat bioskop itu memang keliatan keren. Universitas Terbuka tampil sebagai kampus modern, kekinian, dan terbuka buat siapa aja. Tapi apa gunanya kalau yang nonton iklan nanti, begitu daftar kuliah, malah ketemu modul purbakala dan web eror? Itu sama saja kayak beli mobil karena iklannya keren, tapi pas dikendarai remnya blong.

Mahasiswa Universitas Terbuka butuh bukti, bukan iklan

Sebenernya, mahasiswa Universitas Terbuka nggak anti-promosi. Tapi yang paling dibutuhkan sekarang bukan citra, melainkan bukti. Kami pengin kampus yang bener-bener bisa diandalkan, bukan cuma tampak keren di layar lebar.

Buat apa UT tayang di bioskop kalau sistem tutorial online-nya masih sering mogok? Buat apa bikin tagline “kampus fleksibel” kalau mahasiswanya justru stres karena harus nyari bahan belajar sendiri tanpa bimbingan jelas?

Anak muda sekarang tuh pinter-pinter. Mereka nggak gampang percaya sama iklan. Sekeren apa pun video promonya, kalau begitu mereka browsing dan ketemu curhatan mahasiswa yang frustasi di TikTok, ya citranya langsung turun lagi.

Antara citra dan realitas UT

UT punya ide besar dan mulia: pendidikan bisa diakses siapa pun, kapan pun, di mana pun. Itu luar biasa. Tapi idealisme sebagus itu butuh pondasi yang kuat. Dan pondasi itu adalah sistem, layanan, serta materi ajar yang relevan.

Saya yakin, kalau Universitas Terbuka memperbaiki dulu sistem internalnya—modulnya diperbarui, websitenya stabil, dosennya responsif—promosi nggak akan perlu gila-gilaan. Karena mahasiswa sendiri bakal jadi promotor terbaik. Orang yang puas pasti akan cerita ke orang lain. Dan itu jauh lebih efektif dari iklan 30 detik di layar bioskop.

Universitas Terbuka itu sudah punya nama besar. Tinggal bagaimana menjaga kualitas agar nama besar itu nggak cuma jadi kenangan. Karena jujur saja, banyak yang mulai kecewa. Dan kalau dibiarkan terus, rasa bangga sebagai mahasiswa UT bisa berubah jadi rasa pasrah.

Sebelum tampil di layar besar, perbaiki dulu yang di layar kecil

Saya menulis ini bukan karena benci sama UT. Justru karena saya sayang. Saya pengin Universitas Terbuka bener-bener jadi kampus kebanggaan, bukan bahan candaan di media sosial.

Promosi boleh, tapi urusan dalam harus beres dulu. Anggaran buat iklan di bioskop mungkin bisa lebih bermanfaat kalau dipakai buat upgrade server, revisi modul, atau melatih dosen supaya lebih adaptif. Kalau semua itu udah beres, promosi nggak cuma kelihatan keren tapi juga punya makna.

Karena di zaman serba digital kayak sekarang, kepercayaan nggak bisa dibeli dengan tayangan sinematik. Ia dibangun dari pengalaman nyata mahasiswa yang merasa didengar dan dilayani dengan baik.

Jadi, buat Universitas Terbuka tercinta, sebelum tampil megah di layar besar, pastikan dulu layar kecil para mahasiswamu nggak nge-lag. Karena dari situlah citra kampus sebenarnya dimulai.

Penulis: Nur Anisa Budi Utami
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Saya Sakit Hati Mahasiswa Universitas Terbuka Dituduh Cuma Kejar Gelar, Nyatanya Kami Sungguh-sungguh Belajar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2025 oleh

Tags: Iklaniklan bioskopkuliah di Universitas Terbukakuliah onlinekuliah Universitas Terbukamahasiswa universitas terbukauniversitas terbuka
Nur Anisa Budi Utami

Nur Anisa Budi Utami

Guru TK yang tinggal di Kulon Progo. Suka menulis, ngopi, dan jalan-jalan.

ArtikelTerkait

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Universitas Terbuka Nggak Punya Dosen Pembimbing (Unsplash)

Nggak Ada Dosen Pembimbing, Bagaimana Mahasiswa UT Bisa Mengikuti Perkuliahan?

10 Juli 2023
pengangguran, kuliah online

Saya Dosen, Kuliah Online Bikin Saya Ngerasa Jadi Pengangguran yang Digaji

2 Mei 2020
Saya Mahasiswa Ushuluddin yang Masa Depannya Dipertaruhkan oleh Mulut Tetangga terminal mojok.co

Kuliah Online Bikin Jiwa Bandel Mahasiswa Tidak Terfasilitasi dengan Baik

7 Desember 2020
Wahai Bapak Ibu Dosen, Kenapa Sering Sekali Mengganti Jam Kuliah Online Sih? terminal mojok.co

Bapak dan Ibu Dosen, Anjuran Kampus Itu Kuliah Online Bukan Ngasih Tugas

27 Maret 2020
pengangguran, kuliah online

Surat Permohonan Maaf untuk Bapak/Ibu Dosen dari Mahasiswa Tukang Rebahan pas Kuliah Online

8 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.