Universitas Terbuka sang tulang punggung Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi Indonesia

Mereka yang ingin kuliah, tapi terbentur biaya, jarak, dan usia memilih Universitas Terbuka sebagai pilihan karena lebih fleksibel soal itu.
Siapa bilang jadi pahlawan devisa tak bisa kuliah di luar negeri? Mereka bahkan juga bisa wisuda di luar negeri

Banyak pekerja migran memilih studi di Universitas Terbuka karena jangkauannya sampai luar negeri, bahkan bisa juga wisuda di luar negeri.
Siapa bilang kampus ramah disabilitas harus punya gedung yang serba lengkap? Di Universitas Terbuka, ruang kuliah bisa ada di rumah

Universitas Terbuka adalah kampus paling ramah disabilitas, sebab, ia memberikan pilihan, memberikan kemudahan
Universitas Terbuka buktikan jadi sarjana tak harus pindah kota, apalagi sampai lupa jalan pulang

Kuliah di Universitas Terbuka ngajarin aku bahwa jadi sarjana itu nggak wajib dibarengi acara pindah KTP dan lupa jalan pulang.
Jauh sebelum banyak orang ngaku peduli dengan guru pelosok, UT sudah peduli lebih dulu

Sebelum guru di pelosok menjadi perhatian banyak orang, UT sudah terlebih dahulu peduli dengan mereka lewat berbagai programnya.
Saya pernah menyerah kemudian bangkit dan bermimpi lagi setelah menemukan jalan ini!

Universitas Terbuka membantu meruntuhkan segala batasan yang awalnya terasa mustahil dalam hidup saya, banyak kesempatan terbuka setelah kuliah di sana.
Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

Universitas Terbuka kampus negeri yang terjangkau karena UKT-nya tidak mengenal golongan dan banyak beasiswa di sana.