ADVERTISEMENT

Siapa bilang jadi pahlawan devisa tak bisa kuliah di luar negeri? Mereka bahkan juga bisa wisuda di luar negeri 

Siapa bilang jadi pahlawan devisa tak bisa kuliah di luar negeri? Mereka bahkan juga bisa wisuda di luar negeri Mojok.co

Karena alasan tertentu, beberapa orang memilih untuk pergi ke luar negeri sebagai buruh migran. Kalau diperhatikan pun, lulusan SMA/SMK sederajat mulai banyak yang melirik pusat pelatihan kerja luar negeri daripada mendaftar kuliah. Mungkin, biaya kuliah yang semakin tinggilah yang membuat mereka mengambil keputusan tersebut.

Dan, apakah pilihan tersebut salah? Tentu saja tidak. Tidak ada yang salah dari keinginan bekerja untuk memperbaiki hidup. Toh semua orang berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Justru, keberanian mereka untuk mengadu nasib di luar negeri membuat mereka layak untuk mendapatkan gelar sebagai pahlawan devisa.

ADVERTISEMENT

Seiring waktu, setelah merasakan gaji yang didapat, tak jarang para pahlawan devisa ini sadar satu hal: kontrak kerja ada batasnya, dan tenaga fisik ada masanya. Di titik inilah biasanya muncul keinginan untuk upgrade diri demi masa depan yang lebih panjang. Entah itu untuk menaikkan jenjang karier di negeri orang maupun bekal saat pulang ke tanah air.

Salah satu bentuk upgrade diri yang paling banyak dipilih oleh pekerja migran adalah kuliah di Universitas Terbuka (UT)

Universitas Terbuka tersebar di 50+ negara

Universitas Terbuka (UT) menjadi pilihan tempat kuliah bagi pekerja migran karena kampus ini memang terkenal dengan fleksibilitasnya. Sehingga, para pekerja migran tidak perlu repot cuti panjang atau meninggalkan kontrak kerja hanya untuk kuliah. Mereka tetap bisa bekerja seperti biasa, menjadi pahlawan devisa bagi keluarga dan negaranya, sambil pelan-pelan upgrade diri.

Dengan jangkauan mahasiswa di lebih dari 50 negara, UT menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di berbagai belahan dunia. Mahasiswa UT Luar Negeri tersebar di sejumlah negara, antara lain Jepang, Hongkong, Malaysia, dan Taiwan, dengan pilihan program pendidikan yang mencakup jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktoral. Saat ini, UT Luar Negeri telah mencatat lebih dari 8.000 mahasiswa dan sekitar 2.000 alumni.

Tentu saja angka tersebut tidak didapat secara instan. Dipikir-pikir, secara operasional pastilah susah memfasilitasi pendidikan bagi mahasiswa yang ada di luar negeri. Itu sebabnya, UT Layanan Luar Negeri tidak bekerja sendiri. Selama ini mereka dibantu dan didukung secara penuh oleh Pemerintah, seperti KBRI, KJRI, KDEI dan secara khusus Atdikbud yang ada di berbagai negara. Semua itu demi memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat dengan lebih baik lagi.

Merasakan podium wisuda di luar negeri

Dengan adanya kerjasama yang apik antara Universitas Terbuka (UT) dan pihak-pihak terkait, mahasiswa UT di luar negeri bisa berkuliah dengan nyaman hingga lulus. Bahkan ketika sudah tiba waktunya untuk wisuda pun, pahlawan devisa ini tidak perlu repot-repot pulang kembali ke tanah air.

Memang, pada umumnya, UT melaksanakan upacara wisuda di UT Pusat yang berlokasi di Tangerang Selatan maupun di UT Daerah setempat. Namun, sebagai institusi yang menjunjung tinggi semangat inklusivitas, pemerataan, dan perluasan akses pendidikan tinggi tanpa batas, UT berkomitmen menghadirkan penghargaan yang setara bagi seluruh mahasiswa di mana pun mereka berada. Termasuk, mereka yang sedang bermukim di luar negeri.

Salah satu buktinya adalah pelaksanaan wisuda Universitas Terbuka (UT) di Hong Kong. Lewat momen ini, para pahlawan devisa yang ada di Hongkong akhirnya bisa merasakan berdiri tegap di podium kehormatan, mengenakan toga, dan merayakan gelar sarjana mereka di tanah perantauan. Sungguh syahdu sekali.

ADVERTISEMENT

Pada akhirnya, apapun pekerjaan para pahlawan devisa ini di negeri orang, dari pabrik di Taiwan sampai apartemen di Hong Kong, semua punya kesempatan yang sama, bisa berkuliah sambil tetap bekerja, dan merasakan indahnya diwisuda.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja dan artikel menarik lainnya di TERMINAL MOJOK.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2026 oleh .

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.