Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
15 Mei 2026
A A
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Memasuki usia 30 tahun, saya merasa waktu berjalan semakin cepat dan kehidupan jadi terasa sempit. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hingga hari demi hari. Semua berlalu tanpa terasa. Banyak momen yang harus dikorbankan, terutama momen bersama teman.

Kalau ingat dulu, interaksi pertemanan itu terjalin melalui ruang-ruang yang menghubungkan kepentingan satu sama lain. Bisa di kelas, lingkungan organisasi, lingkungan kos-kosan, satu tongkrongan tempat ngopi, dan tempat lain yang membuat teman-teman kita berkumpul secara sengaja.

Akan tetapi, seiring dengan usia yang menua, tuntutan yang membuat kita jadi budak korporat, prioritas hubungan emosional, dan segala hal pelik lainnya membuat manusia jadi membatasi ruang-ruang tersebut. Semua itu menyita waktu dan tenaga. Momen untuk bermain, nongkrong, ngobrol, dan jalan-jalan pun jadi tidak bisa dilakukan sesering saat usia 20-an awal.

Akibatnya, muncul sebuah pola pertemanan yang disebut dengan low maintenance friendship. Sebuah pola pertemanan yang tidak menuntut intensitas interaksi yang tinggi dari sebuah relasi pertemanan. Pola pertemanan ini cocok dengan karakteristik, beban, dan tekanan yang dihadapi oleh manusia di usia 30 tahunan.

Saya sendiri sudah menjalani pola pertemanan ini. Setidaknya saya punya dua sahabat yang sudah berteman sejak SMA. Saya punya beberapa teman sekelas dan beberapa senior organisasi yang saya anggap sebagai kakak. Saya pun punya sepupu yang sangat dekat sejak kecil.

Akan tetapi, kedekatan dengan mereka tidak lantas membuat saya harus menagih atensi dan komunikasi yang intens dari mereka. Dan makin menua, saya makin sadar bahwa yang baik dari relasi pertemanan adalah kualitas interaksi bukan kuantitas.

Memasuki usia 30, saya juga makin sadar betul bahwa energi sosial itu terbatas. Teman-teman saya juga pasti energinya terbatas karena sudah menghadapi banyak hal dalam hidupnya.

Baca juga Sambatan-sambatan Orang Umur 30 Tahun.

Baca Juga:

10 Pasangan Bromance dengan Chemistry Terbaik di Jagat Drakor

Bestie Selamanya, 6 Kisah Persahabatan Paling Solid di Drama Korea

Rasanya menjalani pertemanan low maintenance

Dulu mungkin saya bangga punya banyak teman, selalu bertemu, ngobrol, dan bercanda. Namun, memasuki usia 30, pertemanan yang dijaga adalah pertemanan yang memberi rasa tenang, dan tidak menghabiskan energi. Di luar itu, pertemanan dan relasi lain hanya bersifat transaksional dan menjaga koneksi tetap terhubung saja. 

Sebuah riset dari Carmichael, Reis, dan Duberstein (2015) berjudul In Your 20s it’s Quantity, in Your 30s it’s Quality: The Prognostic Value of Social Activity Across 30 Years of Adulthood mendukung hal itu. Isi riset ini intinya menyebutkan bahwa pada usia 30an, manusia lebih menginginkan relasi sosial yang lebih bermakna dan berkualitas. Oleh karena itu, usia 30 adalah fase seleksi sosial.

Kita jadi mulai mengurangi relasi yang melelahkan dan tidak sefrekuensi. Di sisi lain tetap ingin mempertahankan relasi pertemanan yang intim, memuaskan, dan berkepanjangan. Tentu kecenderungan seperti ini jadi gambaran tentang relasi low maintenance friendship.

Kalau dilihat secara perilaku, mereka yang menjalani pola pertemanan ini bisa terlihat dari jarangnya chat dilakukan, tapi tetap saling ingat satu sama lain. Tidak harus hadir atau ketemu setiap hari, tapi hadir di momen penting yang sedang dijalani. Tidak menuntut balasan cepat, tapi tetap punya kepedulian kecil untuk sekadar menanyakan kabar.

Misal, dalam konteks pertemanan yang saya lakukan, ketika salah satu ulang tahun atau anak dari teman lahiran, maka tetap ada interaksi, baik itu dengan memberi hadiah maupun ucapan selamat.

Hari-hari besar pun kami tetap datang dan menyapa. Misal, ketika sahabat menikah, saya usahakan untuk hadir. Karena sekali lagi, kualitas pertemanan jadi yang paling penting. 

Frekuensi bertemunya mungkin hanya setahun satu atau dua kali, tapi ngobrolnya bisa berjam-jam. Tidak terdistraksi ponsel atau hal lain saking serunya update kehidupan. 

Manfaat low-maintenance friendship

Ada beberapa manfaat dari pertemanan semacam ini. Pertama, pertemanan jauh lebih realistis dan apa adanya. Semuanya serba saling memahami satu sama lain. Teman dekat tetap dianggap dekat, meskipun komunikasi gak sesering saat masih kuliah atau sekolah. Situasi seperti ini justru bikin relasi terasa lebih dewasa dan terbebas dari drama-drama yang nggak perlu.

Kedua, pola pertemanan ini membuat seseorang jadi menghemat energi sosial. Sebab kita tahu, rutinitas yang sudah ada (pekerjaan, keluarga, pasangan, studi, masalah pribadi dll) bisa saja sudah menelan banyak energi. Dan tidak semua orang punya energi lebih.

Ketiga, mengurangi ekspektasi yang tidak sehat, terutama soal kehadiran. Menjalin low maintenance friendship membawa seseorang pada ekspektasi bahwa kedekatan tidak selalu terwujud dengan kehadiran terus-menerus.

Keempat adalah, kualitas pertemanan jadi menguat. Sebab jarang berinteraksi dan basa-basi bisa jadi malah membuat seseorang menyimpan banyak cerita dan bahan obrolan saat bertemu. Pertemuan pun jadi berkualitas dan nggak membosankan karena punya banyak hal yang bisa dibagikan ke teman.

Baca juga Memasuki Usia 30 Tahun Itu Tidak Menyeramkan asal Kalian Tahu Siasatnya.

Jangan berubah jadi “no maintenance”

Akan tetapi, perlu menjadi catatan, pola pertemanan ini rawan terjerumus pada pola pertemanan “no maintenance” yang membuat seseorang membenarkan sikap avoidance. Terlihat dari dirinya yang nggak pernah nanya kabar, tidak hadir saat teman butuh, hanya muncul saat ada perlu (ngutang), lalu berlindung di balik kata, “maaf ya aku sibuk, aku canggung, aku ngggak enak, aku blab la blaa, halah kentut!!”

Jadi, kunci low maintenance friendship adalah reciprocity, atau rasa saling. Sebab, pertemanan dewasa tidak harus selalu ramai, riuh, atau saling bertemu setiap hari, tapi harus tetap hidup dan punya rasa saling peduli. Sebab pertemanan orang dewasa sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan, emosi positif, rasa memiliki, dan makna hidup.

Terlepas dari itu, saya menyadari bahwa memasuki usia 30-an, saya harus menerima bahwa orang punya hidup masing-masing. Dan, pola low maintenance friendship memberi ruang untuk itu.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

 BACA JUGA Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-Orang Usia 30 Tahun

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2026 oleh

Tags: Low Maintenance FriendshipPersahabatanPertemananpertemanan low maintenance
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

5 Drama Korea yang Punya Kisah Pertemanan Unik dan Bikin Iri terminal mojok.co

5 Drama Korea yang Punya Kisah Pertemanan Unik dan Bikin Iri

30 November 2021
persahabatan

Hal-hal Sepele yang Membedakan Antara Hubungan Pertemanan dan Persahabatan

3 September 2019
sahabat perempuan

Sahabat Perempuan Pacar Sudah Biasa Dicemburui

8 Maret 2020
4 Ciri Orang yang Perlu Dihindari dalam Transaksi Utang-Piutang orang yang tidak mengembalikan utang mojok.co

4 Ciri Orang yang Perlu Dihindari dalam Transaksi Utang-Piutang

11 September 2020
persahabatan mojok.co

10 Lagu tentang Persahabatan, Cocok Diputar Bersama Sahabat Terbaikmu

23 Maret 2022
5 Alasan Langgengnya Persahabatan Geng Yulje 99z ‘Hospital Playlist’ terminal mojok

5 Rahasia Langgengnya Persahabatan Geng 99 Hospital Playlist yang Bisa Kamu Tiru Bersama Sahabatmu

4 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

19 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

24 Juni 2026
Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja Mojok.co

Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja

25 Juni 2026
Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.