Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
1 April 2026
A A
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

#2 Biaya hidup di Purwokerto vs Salatiga

Purwokerto menawarkan biaya hidup yang relatif rendah. Data BPS 2023 menyebutkan biaya hidup di sana berkisar di angka Rp1,2 jutaan per bulan. Nominal ini memang hanya hitungan secara umum, bisa jadi lebih besar, tapi setidaknya ini bisa menjadi patokan. Beberapa versi data lain menyebutkan Rp5 jutaan per bulan. Tapi dari data yang sama, itu tetap menempatkan Purwokerto sebagai salah satu dari 10 kota dengan biaya hidup termurah di Indonesia.

Sementara Salatiga, menurut data yang sama, justru masuk sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi di Jawa Tengah. Biaya hidup di Salatiga setidaknya tembus Rp2 jutaan per bulan. Sekali lagi, ini hanya nominal secara agregat sebagai gambaran umum.

ADVERTISEMENT

Dari sisi biaya hidup, Purwokerto ternyata sedikit lebih unggul. Dan ini tentu bisa dijadikan sebagai pertimbangan kalau mau slow living.

#3 Indikator mobilitas

Di Purwokerto, mobilitas dan kemacetan masih relatif wajar. Artinya kemacetan tetap ada tapi tidak sampai membuat seseorang jadi depresi atau stres. Itu saja hanya ada di beberapa titik di perkotaan. 

Meski statusnya hanya ibu kota kabupaten, Purwokerto cukup luas. Setidaknya untuk ukuran kota kabupaten, ia sudah punya objek wisata tersendiri seperti Baturraden.

Untuk di Salatiga, mobilitas dan kemacetan hampir tidak terasa. Kotanya yang kecil juga membuatnya terasa semua serba dekat sehingga mobilitas untuk mencari kebutuhan apapun terasa lebih cepat dan efisien. Kamu nggak butuh satu hari untuk mengelilinginya.

Dari pertimbangan ini, maka bagi saya Salatiga punya keunggulan, terlebih untuk mereka yang ingin cepat dan efisien.

#4 Akses dan fasilitas Purwokerto vs Salatiga

Purwokerto sudah cukup lengkap. Ada rumah sakit, mall, kampus juga banyak. Kehidupan jadi terasa lebih modern karena semua aspek kota ada di sana. Terlebih untuk akses transportasi publik. Ia setidaknya punya stasiun yang jadi perhentian kereta api dari beberapa kota antar-provinsi.

Baca Juga:

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau di Salatiga, fasilitas yang ada cukup, tapi tidak selengkap Purwokerto. Setidak kebutuhan-kebutuhan dasar bisa terpenuhi tanpa harus pergi keluar kota Tapi, akses untuk kereta api pun belum ada, sehingga akses untuk keluar kota hanya mengandalkan bus AKAP.

Dari sisi ini, maka Purwokerto punya keunggulan lebih. Sebab ketersediaan kereta api sangat membantu terutama ingin pergi ke luar kota tanpa ribet.

ADVERTISEMENT

#5 Tekanan sosial dan gaya hidup di Purwokerto vs Salatiga

Di Purwokerto, kehidupan terasa lebih dinamis dan heterogen karena banyak masuk mahasiswa dari luar. Itu membuat kota ini jadi begitu aktif secara sosial. Kehidupan malam juga terasa hidup karena aktivitas mereka. Pendatang atau perantau yang berdatangan juga membuat kota ini jadi lebih kompetitif.

Sementara itu di Salatiga, kehidupan jauh lebih santai, terlebih kotanya yang terkenal dengan tingginya toleransi. Kehidupan di sana juga tidak terlalu kompetitif sehingga cocok untuk slow living.

#6 Stabilitas dan keamanan

Kalau dari sisi stabilitas dan keamanan, kedua kota ini punya kemiripan. Sebab, tingkat kriminalitas di kedua kota tersebut menurut beberapa data tergolong rendah. Sehingga, keduanya sama kuat di indikator ini.

#7 Peluang ekonomi Purwokerto vs Salatiga

Purwokerto lebih banyak menawarkan aktivitas ekonomi karena mulai banyak industri dan usaha yang masuk. Daya tarik dari pendatang, baik mahasiswa maupun perantau membuat kota ini masih cocok untuk menjadi peluang kerja untuk tetap produktif.

Adapun di Salatiga, peluang ekonomi jauh lebih terbatas. Kecuali status seseorang adalah remote worker yang bekerja dari jarak jauh. Sehingga kota ini benar-benar didesain untuk siapa saja yang benar-benar ingin slow living dan bekerja seadanya.

BACA JUGA: Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

Mana yang lebih baik untuk slow living? Purwokerto atau Salatiga?

Kalau Anda memaknai slow living sebagai fase produktif dan aktif dengan cara yang berbeda, misalnya tetap bisa bekerja, mengajar, menulis, membangun usaha, atau tetap aktif di kehidupan sosial dan komunitas, Purwokerto jadi pilihan yang paling realistis. Sebab kota ini memberikan cukup ruang untuk bergerak tanpa memberikan tekanan berlebihan.

Tapi, kalau slow living adalah masa pensiun untuk mencari ketenangan, kesejukan, ketentraman tanpa beban rutinitas materialistik, Salatiga pilihan terbaik. Di kota ini, kehidupan masih terasa sangat sederhana, repetitif yang tidak menekan, dengan tetap tidak ketinggalan zaman. Sebab peradabannya tetap maju.

ADVERTISEMENT

Terlepas dari semua itu, Anda harus mendasari pilihan untuk slow living pada pemahaman diri sendiri. Paham Anda membutuhkan dan mencari apa, kondisi keuangan, dan konsekuensi untuk hidup tanpa ambisi. Tanpa memahami semua itu, kehidupan jadi merasa hampa dan tak berguna.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 April 2026 oleh

Tags: biaya hidupjawa tengahpurwokertoSalatigaslow livingUMR Purwokertoumr salatiga
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Lagi di Purwokerto 8 Kosakata Ngapak Ini Wajib Kamu Kuasai (Unsplash.com)

Lagi di Purwokerto? 8 Kosakata Ngapak Ini Wajib Kamu Kuasai

16 Oktober 2022
Jadi Tempat Pameran Seni, Jalan Gatot Subroto Solo Nggak Kalah sama Jalan Malioboro Jogja, bahkan Lebih Bagus!

Jadi Tempat Pameran Seni, Jalan Gatot Subroto Solo Nggak Kalah sama Jalan Malioboro Jogja, bahkan Lebih Bagus!

5 Juli 2024
Jalan Raya Timur Wanadadi Banjarnegara Gelap dan Menyeramkan (Unsplash)

Jalan Raya Timur Wanadadi Banjarnegara Gelap Gulita di Kala Malam, Membuat Kecelakaan Seperti Menunggu Waktu Saja

22 November 2023
Purwakarta dan Purwokerto, Namanya Mirip, Nasibnya bak Bumi dan Langit, padahal Harusnya Bisa Setara!

Purwakarta dan Purwokerto, Namanya Mirip, Nasibnya bak Bumi dan Langit, padahal Harusnya Bisa Setara!

6 Juni 2025
Purwokerto dalam Ingatan Seorang Perempuan Hopeless Romantic (Unsplash.com)

Purwokerto dalam Ingatan Seorang Perempuan Hopeless Romantic

7 Oktober 2022
5 Kuliner Khas Banyumas yang Wajib Dicoba Terminal Mojok

Selamat Hari Jadi Kabupaten Banyumas: Jalan Rusak, Macet, dan Kemiskinan Masih Menghiasi Kota Satria

21 Februari 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.