Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
21 April 2026
A A
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak yang mengatakan bahwa kita selalu menganggap rumput tetangga itu terasa lebih hijau. Tapi, bagi warga Bangkalan Madura, pandangan demikian tidak relate saat melihat tetangganya sendiri yakni Kabupaten Sampang. Ya, dua kabupaten di Pulau Garam ini memang saling bertetangga, tapi kalau kita kulik kondisi wilayahnya, Bangkalan agaknya lebih sejahtera.

Oke, saya akui, secara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antara Sampang dan Bangkalan memang tidak jauh berbeda, ya sama-sama jadi yang terendah di Jawa Timur. Namun, jika melihat respon warga Sampang yang berkunjung ke Bangkalan Madura, mereka sangat kagum dengan kabupaten ini.

Saya tak mengada-ada dengan argumen saya, kebetulan dua kakak ipar saya berasal dari Sampang. Nah, apa yang tulis ini berdasarkan pernyataan mereka pun berdasarkan data.

Tanah lebih subur

Ada satu pandangan yang menurut saya terlalu generalis tentang Madura, yakni bahwa Madura itu tandus. Maka dari itu orang Madura banyak mencari penghasilan sebagai perantau. Nah, pandangan tersebut akhirnya meninggalkan wilayah Bangkalan yang kesuburannya tiada tara.

Ya, mungkin sebelas dua belas dengan kesuburan tanah di Kampung Durian Runtuh di serial Upin Ipin.

Inilah hal pertama yang tidak dimiliki kabupaten Sampang. Kalau kalian tidak percaya, mari saya jelaskan data menurut BPS Jawa Timur. Pada 2025, ada 18 komoditas buah-buahan di Sampang yang produksinya jauh lebih rendah dari Bangkalan. Bahkan, ada 7 buah-buahan di Bangkalan yang produksinya sampai ratusan kuintal, tapi di Sampang nggak ada sama sekali.

Nah, kenapa kok bisa gitu. Salah satu faktornya yakni Bangkalan itu curah hujannya lebih tinggi daripada Madura timur, makanya disini lebih subur. Nah, Sampang? Sekali hujan, malah banjir.

Sampang banjer pole, Sampang banjer pole! Hehehe

Baca Juga:

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

Beragam dan itu kebanggaan

Banyak yang bilang orang Madura itu kaku, apalagi kalau berurusan sama agama. Tapi, mohon maaf, saya yakin, orang yang demikian adalah mereka yang belum pernah mencoba ke Bangkalan. Kabupaten yang berada di ujung barat pulau ini lebih beragam daripada lainnya. Bangkalan adalah kabupaten yang paling banyak rumah peribadatan selain masjid, disini ada 24 gereja Kristen dan 2 gereja Katolik.

Sampang, total hanya 11 tempat peribadatan selain masjid.

Selain itu, Bangkalan juga punya daerah pecinan, yakni daerah yang banyak orang Tionghoanya, sementara di Sampang belum ada. Ya, tidak perlu jauh-jauh ke kawasan Pecinan, kalian berkunjung ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM) saja, sudah sangat terasa keberagaman mahasiswanya, bahkan sudah mulai ada mahasiswa internasional di UTM.

Hmmm, bahagianya hidup dengan keberagaman di Bangkalan Madura!

Bangkalan dipercaya jadi penyanggah Kota Surabaya

Hal terakhir yang sudah umum kita ketahui, sudah lama Bangkalan jadi penyanggah ibu kota provinsi, yakni Surabaya. Meskipun perkembangan kabupaten ini jauh dari kabupaten/kota lain di Jawa, Bangkalan tetap dipercaya mengemban amanah ini. Tentu, hal demikian akhirnya membawa dampak baik bagi kesejahteraan warganya.

Misalnya, yang paling terasa, akhirnya kabupaten ini sangat terhubung dengan Surabaya. Untuk sampai di ibu kota provinsinya, kita nggak lagi butuh biaya puluhan ribu. Dengan uang 5 ribu, kita udah bisa nyebrang, bahkan diantar ke Stasiun Purabaya dengan Trans Jatim. Apalagi kalau kalian pelajar/mahasiswa, ongkosnya malah cuma Rp2.500.

Sementara Sampang, jauh dari mana-mana. Mau ke Surabaya, butuh uang lebih. Ke Bangkalan Madura saja ongkosnya bisa di atas Rp20.000. Apalagi kalau ke Surabaya.

Ya itulah alasan-alasan mengapa saya menyebut bahwa warga Bangkalan lebih sejahtera daripada Sampang.

Sebelum saya tutup, saya disclaimer dulu kalau tulisan ini bukan bermaksud merendahkan salah satunya. Melainkan, tulisan ini bisa menjadi bahan refleksi bagi kita semua, terutama pemerintah, untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Sekian!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2026 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan maduramadurapulau garamsampangSampang Madura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Banyak Sekolah Dasar di Bangkalan Madura Jadi Tanah Sengketa, Bukti Bahwa Pemerintah Tak Bisa Kerja

Banyak Sekolah Dasar di Bangkalan Madura Jadi Tanah Sengketa, Bukti Bahwa Pemerintah Tak Bisa Kerja

13 Desember 2024
Nggak Semua Warga Kampung Arab Bondowoso Bisa Bahasa Arab, Jangan Berharap Ketinggian Mojok.co

Nggak Semua Warga Kampung Arab Bondowoso Bisa Bahasa Arab, Jangan Berharap Ketinggian

13 November 2023
Alasan Belanja di Matahari Mall Tak Cocok bagi Warga Bangkalan Madura

Alasan Belanja di Matahari Mall Tak Cocok bagi Warga Bangkalan Madura

12 November 2025
Saya Orang Madura dan Sepakat Warung Madura Tidak Buka 24 Jam Mojok.co

Saya Orang Madura dan Sepakat Warung Madura Tidak Buka 24 Jam

28 April 2024
Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes Mojok.co

Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes

4 Mei 2026
4 Calon Mahasiswa yang Cocok Lanjut Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

4 Calon Mahasiswa yang Cocok Lanjut Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

2 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam PPG Calon Guru

Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku

6 Mei 2026
Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang Mojok.co

Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang

7 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
4 Spot Healing Murah Meriah yang Bikin Hidup di Semarang Jadi Mendingan  Mojok.co

4 Spot Healing Murah Meriah yang Bikin Hidup di Semarang Jadi Mendingan 

6 Mei 2026
Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.