Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Potret Terbaru Bukit Jaddih Bangkalan Madura: Tak Seindah Foto di Instagram

Apriliana Kuntorowati oleh Apriliana Kuntorowati
21 Maret 2025
A A
Potret Terbaru Bukit Jaddih Bangkalan Madura: Tak Seindah Foto di Instagram

Potret Terbaru Bukit Jaddih Bangkalan Madura: Tak Seindah Foto di Instagram (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bukit Jaddih atau Jaddih Hill adalah sebuah tempat wisata alam yang ada di Bangkalan Madura. Bukit ini adalah tambang kapur yang dikelola sebagai kawasan tambang dan tempat wisata. Itulah sepotong informasi yang saya dapat dari Google. Lalu saya juga mencari tambahan informasi lewat Instagram. Wah bagus nih, pikir saya. Tempat ini bisa untuk tempat healing, kalau bosan dengan tempat wisata di Malang, tempat tinggal saya.

Sebenarnya ide ke Bukit Jaddih awalnya datang dari suami. Dia pernah beberapa kali diajak teman-temannya untuk healing ke sana, namun belum kesampaian. Lalu suatu hari, dia mengajak saya dan anak-anak. Saya pun setuju saja. Siapa sih yang menolak diajak piknik? Apalagi tempatnya di Madura.

Seumur-umur baru sekali saya ke Madura, padahal sudah lama jadi warga Jawa Timur. Waktu itu saya masih SD dan study tour ke Surabaya, lalu naik kapal feri menyeberang ke Bangkalan, terus balik lagi ke Surabaya. Jadi cuma mampir menginjak tanah Bangkalan sebentar. Itu saja sudah bikin saya senang. Pada masa itu jarang sekali bisa study tour sampai naik kapal.

Ketika akhir pekan tiba, saya dan keluarga pun meluncur ke Bangkalan. Dari Malang kami lewat tol ke Surabaya, lalu lanjut melewati Jembatan Suramadu. Bukit Jaddih sebenarnya tidak terlalu jauh dari gerbang luar Jembatan Suramadu, mungkin butuh waktu sekitar setengah jam perjalanan untuk bisa sampai ke sana.

Setelah melakukan perjalanan dengan panduan Google Maps tanpa kesasar, akhirnya kami sampai di Bukit Jaddih. Tapi jujur saja saya agak kecewa karena kondisinya jauh beda dengan foto-foto yang saya lihat di Instagram. Bagaimana kondisinya sekarang? Saya ceritakan, ya.

Bukit Jaddih Bangkalan Madura kurang terawat

Seperti sudah saya ceritakan di paragraf awal, Bukit Jaddih merupakan kawasan tambang batu kapur. Ketika sampai di tempat ini, saya disajikan pemandangan bukit kapur dan bertemu beberapa truk yang mengangkut batu kapur. Memang sih ada pemandu yang mengantar kami ke Goa Pote. Goa Pote merupakan area di Bukit Jaddih, yang dipakai untuk spot foto-foto. Dia juga mengarahkan tempat mana yang bagus untuk berfoto.

Sebenarnya pemandangan Bukit Jaddih memang bagus menurut saya. Tapi ya itu tadi, kondisinya agak kotor seperti kurang terawat. Dan tentu saja kurang recommended untuk anak kecil.

Tidak ada toilet dan fasilitas umum lainnya

Jangan berharap menemukan toilet di Bukit Jaddih, karena tempat ini merupakan kawasan tambang. Jadi masih alam banget gitu, deh. Kalau kebelet BAK ya ditahan dulu sampai menemukan Indomaret atau pom bensin.

Baca Juga:

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

Tips bagi Mahasiswa Madura yang Kuliah di Surabaya agar Tetap Bahagia dan Tak Jadi Bahan Tertawaan

Terus, tidak ada warung yang jual makanan dan minuman di sini. Atau mungkin karena kami datang waktu bulan puasa, jadi warungnya tutup. Menurut pemandunya, biasanya warung-warung itu buka, tapi sekarang lagi ada acara. Memang terlihat beberapa meja kursi tempat orang jualan, tapi meja kursinya ditumpuk.

Kawasan Bukit Jaddih Bangkalan Madura ini juga sepi banget. Waktu itu, hanya kami satu-satunya pengunjung. Sekali lagi kata pemandunya, tempat ini ramai kalau hari Minggu.

Danau dan kolam renang yang kering

Dari foto Instagram yang saya lihat, salah satu daya tarik Bukit Jaddih adalah adanya danau buatan dan kolam renang. Pengunjung bisa berwisata memakai rakit mengelilingi danau atau berenang di kolam renang. Tapi, bagaimana jika danaunya ternyata kering?

Ya betul, waktu saya ke sana, danau buatan itu kering, menyisakan lubang besar dengan beberapa genangan air. Menurut pemandunya, danau tersebut sudah kering sejak 22 bulan, jadi hampir dua tahun. Itu terjadi karena curah hujan yang rendah di Bangkalan Madura. Hujan cuma dikit-dikit, tidak mencukupi untuk memenuhi danau.

Sementara kalau kolam renangnya memang dikeringkan, biasanya baru dibuka saat hari raya. Salah hari, deh, saya datang ke sana. Apakah harus menunggu hari raya dulu untuk bisa menikmati fasilitas tempat wisata ini?

Akses jalan menuju Bukit Jaddih Bangkalan Madura kurang layak dan tidak ada papan penunjuk jalan

Kami mengandalkan Google Maps untuk menuju ke Bukit Jaddih. Awalnya jalannya masih bagus, jalan aspal gitu. Namun semakin mendekati lokasi, jalan mulai rusak. Mungkin karena sering dilewati truk pengangkut batu kapur.

Untuk calon wisatawan yang ingin ke Bukit Jaddih Bangkalan Madura sebaiknya berhati-hati, karena banyak berpapasan dengan truck atau memakai kendaraan yang lebih memadai seperti jenis Jeep. Oh ya, memang tidak ada penunjuk jalan sehingga pengemudi harus menyetel Google Maps untuk panduan ke Bukit Jaddih.

Sebenarnya Bukit Jaddih Bangkalan Madura cukup potensial untuk dijadikan tempat wisata menurut saya. Pemandangan alam yang indah, serta lokasi yang cukup strategis karena dekat dengan jembatan Suramadu menjadi poin tersendiri. Namun memang perlu dilakukan beberapa perbaikan dan pengelolaan yang lebih optimal.

Barangkali Pemda atau Dinas Pariwisata Bangkalan Madura bisa mengoptimalkan Bukit Jaddih menjadi salah satu tempat wisata andalan. Masa iya ke Bangkalan tahunya cuma makan Bebek Sinjay doang?

Penulis: Apriliana Kuntorowati
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bagi Saya Warga Bangkalan Madura, Pemerintah Jawa Timur Hanyalah Pendosa yang Bikin Kabupaten Ini Terus Sengsara.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 April 2025 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan madurabukit jaddihmadurawisata madura
Apriliana Kuntorowati

Apriliana Kuntorowati

IRT yang kerjaannya momong anak dan nyambi nulis.

ArtikelTerkait

Madura Justru Amat Butuh Kereta Api!

Madura Justru Amat Butuh Kereta Api!

28 Juni 2023
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Bangkalan Madura Bikin Resah, Pilkades Mengancam Nyawa (Unsplash) sampang

Sampang dan Bangkalan Adalah Saudara Kembar, Sama-sama Paling Depan Ngurusin Agama tapi Rakyatnya Sendiri Diabaikan!

17 Agustus 2025
Menampik Stigma Masyarakat Madura yang Selalu Dibilang Keras dan Beringas terminal mojok.co

3 Perbedaan Tradisi Karapan Sapi dan Sapi Sonok yang Sering Bikin Salah Sebut

11 September 2020
5 Barang yang Cuma Ada di Warung Madura, Indomaret dan Alfamart Nggak Jual Mojok.co

5 Barang yang Cuma Ada di Warung Madura, Indomaret dan Alfamart Nggak Jual

14 Maret 2025
4 Alasan Orang Madura Bakal Sulit Betah di Singapura

4 Alasan Orang Madura Bakal Sulit Betah di Singapura

3 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

19 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

17 Juni 2026
Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan Mojok.co

Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan

19 Juni 2026
7 Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Masih Enak Dinikmati In This Economy  

7 Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Masih Enak Dinikmati In This Economy  

20 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.