Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Hidup di Sini

Siti Halwah oleh Siti Halwah
14 Mei 2025
A A
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya lahir dan tumbuh besar di Bangkalan, Madura. Bertahun-tahun tinggal di sini menyadarkan saya kalau daerah ini tidaklah mudah untuk ditaklukan. Itu mengapa, orang-orang yang hendak pindah atau tinggal di Bangkalan Madura sebaiknya pikir berulang-ulang kali. 

Menurut saya, Bangkalan Madura tidak masuk dalam kategori daerah yang ramah bagi para pendatang baru. Ramah di sini bukan dalam arti orang-orangnya ya, tapi lebih pada sarana dan prasarananya. Soal warganya sih, sebenarnya warga setempat ramah dan terbuka. Hanya saja, sulit dimungkiri, setiap tempat punya tradisi dan bersosialisasi masing-masing. Inilah yang mungkin jadi berat bagi pendatang. 

Nah, di bawah ini 4 tipe orang yang menurut saya sulit hidup di Bangkalan, Madura. 

#1 Orang yang nggak suka menjalankan tradisi dan budaya

Bangkalan Madura, khususnya di bagian pedesaan masih sering menjalankan berbagai tradisi dan budaya. Mereka mewariskannya secara turun-temurun antar generasi hingga hari ini. Hampir di berbagai hari-hari besar keagamaan dan tiap memasuki bulan hijriyah yang baru, ada saja budaya dan tradisi yang harus dilakukan.

Salah satu yang masih sering dilakukan adalah ter-ater ke tetangga setiap hari raya. Kegiatan maulid keliling dan bersedekah uang serta buah-buahan di bulan Maulid, hingga membuat tajhin pedhis dan tajhin mera. Semuanya masih dilakukan hingga kini secara teratur antar generasi.

Bagaimana kalau nggak menjalankan segala tradisi dan budaya tadi? Nggak apa-apa sih, nggak bakalan diberi sanksi juga. Tapi, para tetangga bisa hilang respek karena kalian dianggap nggak menghargai budaya dan tradisi dari para leluhur.

Jadi, kalau kamu nggak siap buat mengikuti segala kegiatan tradisi dan budaya yang ada di Bangkalan Madura ini, mending dipikir ulang deh kalau mau menetap di sini.

#2 Bangkalan Madura tidak untuk orang yang antisosial

Orang Bangkalan yang tinggal di pedesaan itu seringkali menganggap tetangga sama berharganya dengan saudara kandung. Jadi, kalau ada tetangga yang sedang tertimpa musibah, yang lainnya bakalan langsung bahu-membahu untuk membantunya.

Baca Juga:

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

Contohnya, budaya Yok-Ayok di Bangkalan yang berarti bersama-sama mengajak yang lain untuk melakukan suatu kegiatan. Misalnya melayat ke saudara/kerabatnya tetangga yang nun jauh di sana, atau beramai-ramai menjenguk tetangga yang sakit di puskesmas/rumah sakit. Intinya, kegiatan ini dilakukan secara berombongan.

Nah, kalau kalian antisosial, pasti bakal ribet banget. Apalagi waktu kegiatan Yok-Ayok ini seringnya muncul secara acak, nggak menentu, dan dilakukan begitu mendadak. Jadi, kalau kebetulan ada di rumah dan sedang senggang terus diajak, tentunya nggak ada pilihan lain selain ikut bergabung.

Mau menghindar dan pura-pura nggak tahu? Ya, nggak apa-apa juga sih. Tapi, paling akan dapat sindiran halus dan sedikit bumbu tatapan sinis aja sih, dari tetangga yang lain. 

Jadi, kalau kalian orangnya antisosial, kayaknya nggak akan cocok tinggal di sini.

#3 Nggak punya kendaraan pribadi mending hindari Bangkalan Madura

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau transportasi umum di Bangkalan Madura itu bapuk banget. Baru-baru ini saja kabupaten ini seolah ketiban durian runtuh karena masuk dalam jalur bus Trans Jatim. Selebihnya, nggak ada perubahan apa-apa meskipun bupatinya berganti berulang kali.

Jadi, kalau kalian termasuk orang yang nggak punya kendaraan pribadi, sepertinya nggak bakalan cocok sih tinggal di Bangkalan Madura ini. Hampir sebagian besar tempat-tempat tujuan kecuali kantor pemerintah, lokasinya jarang bisa dilalui oleh angkutan umum. Apalagi, pemerintah daerahnya nggak begitu mendukung pada gerakan penggunaan transportasi umum.

#4 Suka main di tempat-tempat ramai

Jujur saja, setiap kali ada opsi bermain sama teman, saya kadang bingung mau bermain di sebelah mana di Bangkalan Madura ini. Menurut saya, hampir sebagian besar tempat-tempat bermain itu sepi banget.

Perpustakaan? Sepi. Mall yang hanya sebiji itu? Sepi juga. Alun-alun Bangkalan, sepi. Sampai stadion Gelora Bangkalan pun kondisinya tidak jauh berbeda.. Saya jadi curiga, sebagian besar anak-anak muda di Bangkalan ini kalau mau main dan ngedate sepertinya akan lebih memilih menyeberang ke pulau seberang lewat jembatan Suramadu deh. Walau jauh, pilihan mall, taman, kafe, perpustakaan hingga bioskop di sana tersedia lebih banyak.

Jadi, kalau kamu suka keramaian dan gaya hidup modern, sepertinya Bangkalan Madura bukan tempat tinggal yang pas untuk kalian. 

Di atas beberapa tipe orang yang bakal kerepotan kalau tinggal di Bangkalan Madura. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menakuti-takuti orang-orang yang hendak tinggal atau mampir ke Bangkalan ya. Hanya saja, saya hanya ingin kalian berpikir berulang kali. Jangan sampai datang tanpa riset, nanti yang kena getahnya nama Bangkalan lagi. 

Penulis: Siti Halwah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Derita Menjadi Orang yang Lahir di Madura dan Memikul Citra Buruk, tapi Saya Tidak Pernah Menyesal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2025 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan maduramaduraorang madura
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

ranggalawe bendera majapahit berdiri tahun 1293 M bonek bondho nekat mentalitas asal-usul surabaya sejarah madura menakjingga mojok

Ranggalawe dan Raden Wijaya: dari Sahabat Jadi Saling Babat

16 Oktober 2020
Mengadu Nasib di Jakarta Itu Berat, Lebih Baik Jangan kalau Belum Siap Mojok.co

Mengadu Nasib di Jakarta Itu Berat, Lebih Baik Jangan kalau Belum Siap

12 November 2023
Ayam Kuah Adhun, Makanan Khas Madura yang Hanya Muncul di Waktu Tertentu terminal mojok

Ayam Kuah Adhun, Makanan Khas Madura yang Hanya Muncul di Waktu Tertentu

2 November 2021
4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

Krisis Rumput Pakan Sapi di Madura Itu Bukan Hal Sepele, Masak Nyari Rumput Aja Harus Melintasi Suramadu?

19 Juli 2023
Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

2 Agustus 2024
Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris madura united bahasa daerah

Orang Madura Tak Lagi Merantau untuk Mengais Rezeki, tapi Adu Gengsi!

18 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.