Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
23 April 2026
A A
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam beberapa tahun terakhir, geliat ekonomi di Bangkalan Madura  membaik. Buktinya, makin ke sini, franchise atau waralaba di kabupaten tempat tinggal saya ini terus bertambah. Mulai dari Esteh Indonesia, Belikopi, Kopi Kenangan, Teh Kota, apalagi TeaBreak, sudah bertebaran cabangnya. Yang terbaru, Tomoro Coffee juga mau buka cabang di kabupaten ini katanya.

Nggak cuma brand minuman, perusahaan ritel asal Tiongkok, yakni Miniso juga udah lama buka di Bangkalan Madura.

Ya, saya pribadi cukup senang dengan kehadiran berbagai franchise ini. Sebab, artinya, perputaran ekonomi di Bangkalan Madura terus berjalan. Tapi, yang saya sayangkan, saya mesti menyiapkan lebih banyak pecahan uang untuk bayar parkir saat jajan. Bukannya iri atau dengki sama tukang parkir ya, tapi in this economy, uang Rp2 ribu itu terasa berharga. 

Di mana franchise baru hadir di Bangkalan Madura, di situ ada tukang parkir

Dari sekian banyak franchise yang buka di Bangkalan Madura, sulit menemukan yang nggak ada tukang parkirnya. Entah kalian mau makan di tempat atau dibawa pulang, tukang parkir selalu datang lengkap dengan bunyi peluitnya. Saya pun heran, kok bisa mereka sebebas itu ikut campur sama bisnis orang.

Main HP sambil duduk santai, berdiri kalau pelanggan datang, abis itu duduk lagi, pelanggan pulang, langsung dapat komisi! Enak bener!

Saya curiga, seiring bertambahnya franchise di Bangkalan Madura, bisa-bisa berkembang pula bisnis parkirnya. Bukan tidak mungkin di kabupaten ini akan muncul agensi yang merekrut dan mendistribusikan tukang parkir. Ya, siapa yang tidak tergiur dengan peluang bisnis menjanjikan ini. Tanpa modal, tapi keuntungan sudah bisa dijamin.

Pun, Bangkalan Madura itu potensial. Makin ke depan, franchise pasti makin bertebaran. Artinya, menjadi tukang parkir bisa jadi peluang besar!

Mau jajan, biaya parkir juga harus dipikirkan

Ketahuilah, tukang parkir dan bisnis franchise di Bangkalan Madura itu ibarat benalu dan tanaman. Yang satu numpang untuk dapat keuntungan, yang satu nggak dapat apa-apa, malah bisa dirugikan. Kenapa saya bilang bisa dirugikan, sebab orang-orang harus mikir dua kali untuk beli di gerai franchise yang ada tukang parkirnya. Ya, apalagi kalau pembelinya kelas menengah seperti saya.

Baca Juga:

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?

Misal, di akhir bulan, keuangan saya itu pasti sudah sangat menipis. Untuk berangkat kerja, saya paling hanya membawa uang Rp25 ribu di dompet. Uang Rp10 ribu untuk bensin, sisanya untuk makan. Lah, mosok uang yang sisa Rp15 ribu itu harus saya sisakan untuk parkir. Haduh! Misal saja saya makan di Gacoan, seporsi mie di gerai ini saja biayanya Rp10 ribu. Minumnya paling murah Rp4 ribu. Seribu rupiahnya pajak. Jadi sangat pas Rp15 ribu.

Tapi, karena harus ada biaya parkir Rp2 ribu, tentu uang saya tidak cukup. Jadinya, saya harus cari tempat lain untuk mengisi perut.

Bayar parkir nggak bisa pakai QRIS

Kemudian, parkir yang masih konvensional seperti kebanyakan di Bangkalan Madura juga menghambat bisnis franchise. Konvensional yang saya maksud yakni parkir yang harus pakai tunai atau tak menyediakan QRIS. Sekali lagi, ini jadi problem bagi kelas pekerja seperti saya yang di akhir bulan hanya cari sisa-sisa dana, entah di akun mobile banking, ataupun di berbagai dompet digital.

Nah, masalahnya, tentu saldo yang saya temukan tidak akan banyak, tidak mungkin sampai Rp100 ribu, mungkin di bawah Rp50 ribu. Kalau sudah begitu, ya pastinya dana tersebut tidak bisa dicairkan, sehingga harus digunakan secara online. Nah, sudah bisa ditebak, tentunya saya tidak bisa makan/minum/belanja di gerai franchise yang parkirnya tidak menerima non-tunai. Hmm, nasib nasib!

Sungguh malang nasib saya, begitu juga bisnis franchise di Bangkalan Madura!

Sudahlah, itu hanya keluh kesah dari saya sebagai warga kelas menengah di Bangkalan Madura. Mungkin pula ini juga isi hati para pemilik brand franchise yang mulai percaya dengan kabupaten ini. Ya, kami sebagai warga hanya bisa berdoa bersama, semoga kabupaten ini bisa lebih berkembang, dan warganya nggak pula jadi tukang parkir buat cari uang. Pemerintahnya? Ya monggo cari solusi, Pak/Bu!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2026 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan maduramadura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Nelangsa Dusun Labang Talon yang Ada di Bangkalan Madura

Nelangsa Dusun Labang Talon yang Ada di Bangkalan Madura

16 April 2023
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Jangan Keluyuran ke Bangkalan Madura, Niat Menenangkan Pikiran Malah Dibuat Menyesal karena Perjalanan yang Melelahkan

5 Juli 2026
5 Camilan yang Membuat Warung Madura Lebih Unggul daripada Indomaret dan Alfamart Mojok.co

5 Camilan yang Membuat Warung Madura Lebih Unggul daripada Indomaret dan Alfamart

15 April 2025
Meluruskan Pandangan tentang Carok: Sisi Humanis di Balik Tindakan yang Dianggap Sadis madura

Tak Ada Lagi Carok di Madura, Kalau Ada yang Bilang Masih Ada, Itu Jelas Bohong!

16 September 2023
Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

26 Maret 2026
Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Berkat untuk Dibawa Pulang Mojok.co

Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Nasi Berkat untuk Dibawa Pulang

31 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.