Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
26 April 2026
A A
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kita perhatikan resepsi pernikahan orang Madura, agaknya acaranya tidak sah kalau tidak meriah. Segala cara bisa diupayakan supaya resepsi pernikahan bisa seheboh mungkin. Bahkan, ada yang sampai harus ngutang-ngutang.

Apalagi kalau melihat jumlah seserahannya, iringan drum bandnya, atau outfit para ibu-ibu yang bisa ngalahin mempelai perempuannyanya. Lalu, belum lagi geber-geber knalpot para ABG saat mengantar mempelai pria. Nggak rame gimana hayo!

Tapi, bukan hal-hal di atas yang ingin saya bahas pada tulisan ini. Saya lebih tertarik untuk menjelaskan satu hal lain yang tak banyak diketahui orang, yakni terkait hamburan uang yang ada di acara tersebut. Sebab, di acara resepsi pernikahan di Madura itu, uang seperti benar-benar tidak ada harga dirinya. Tapi setelahnya? Malah bikin sengsara juga akhirnya.

Kini, uang yang disawer ke mempelai jadi utang

Saya tidak mengetahui sejak kapan budaya ini mulai berubah di Madura. Yang saya tahu, yang namanya uang saweran berarti itu uang hadiah pemberian, buka utang. Dulu, 2008, saat Mbak saya menikah, dia dapat banyak uang saweran dan itu tidak perlu dikembalikan, sebab itu maksudnya adalah hadiah pemberian. Bebas mau dibuat apa saja setelah mereka berumah tangga.

Bagi yang memng diniatkan sebagai utang, umumnya cukup dimasukkan amplop, dikasih nama, lalu dikasih ke mempelai.

Nah, sekarang budaya demikian sudah berubah. Demi hasrat kesombongan beberapa orang, mereka menyawer uang ratusan ribu ke mempelai bukan niat sebagai hadiah, tapi utang. Caranya, sawerannya dikasih nama. Bahkan banyak yang dikalungkan ke leher sampai dibuat menyerupai payung.

Makanya, jangan heran kalau si mempelai tidak ada yang senyum saat disawer uang ratusan ribu. Mereka kepikiran saja, gimana balikinnya nnatinya. Haduh, inilah orang-orang, harta nggak seberapa, sombongnya masa’alla!

BACA JUGA: 14 Tahapan dan Istilah Pernikahan di Madura

Baca Juga:

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

Sisi lain kehidupan warga Surabaya Utara, orang yang klemar-klemer tidak cocok tinggal di daerah ini

Banyak utang yang nggak dikembalikan

Selanjutnya, ada kebiasaan yang juga saya tak sukai dari resepsi nikahan di Madura, yakni banyak orang-orang yang nggak membayar utangnya. Ketika mengundang saja, mereka bermanis-manis agar meramaikan resepsinya, maksudnya meminta kita datang. Tentu saja, kalau kita datang tanpa membawa apa-apa tidak enak. Nah, budaya di Madura, di Indonesia juga umumnya, kita akan membawa amplop, kan ya. Aturannya, harus dicatat, sebab itu utang. Kalau kita menikah nantinya, ya monggo dikembalikan.

Tapi tak semua orang di Madura memegang teguh hal tersebut. Nggak cuma yang muda, yang tua pun juga demikian.

ADVERTISEMENT

Jadi, di Madura ada istilah bhubuwen, yakni menyimpan uang, atau kebutuhan pokok, entah beras, gula, minyak atau sebagainya ke orang yang sedang punya resepsi pernikahan. Nah, bhubuwen ini bisa ke si mempelai atau orang tua si mempelai. Sayangnya, orang-orang kadang malah pura-pura lupa untuk mengembalikannya saat kita sendiri punya acara. Bahkan, tak sedikit yang terang-terangan bilang minta maaf belum bisa balikin bhubuwen-nya.

Bayangin, Gaes, misal tahun lalu saya abhubu ke teman saya 50 ribu. Masa dalam waktu setahun nggak bisa ngumpulin uang yang cuma 50 ribu itu. Makanya kadang, saking seringnya kejadian seperti ini, banyak orang-orang yang abhubu amplop kosong kalau yang punya acara dirasa nggak bisa dipercaya.

Setelah acara pasti muncul gosip di desa di Madura

Di desa saya, jarang sekali ada resepsi pernikahan yang acara selesai semuanya bener-bener selesai. Lebih seringnya, masih saja menyisakan rasan-rasan di masyarakat desa. Terutama, ya kasus bhubuwen yang amburadul ini. Ada yang nggak ngebalikin, ada yang asal ngebalikin tapi asal-asalan, misalnya ngasih beras yang kualitasnya nggak sebagus dulu saat diutangkan. Haduh!

Nah, cara negornya pun nggak langsung ke orangnya, biasanya dibisik-bisik dulu ke kerabatnya. Kalau kerabatnya baik, alhamdulillah tidak jadi omongan. Tapi kalau kerabatnya sendiri sedikit julid, dalam hitungan detik bisa jadi hot news di acara-acara arisan. Haduh!

Belum lagi rasan-rasan lainnya, masalah konsumsi, seserahan, keluarga besan, pokoknya dikomentari.

Itulah fakta yang tak banyak dibicarakan orang-orang tentang resepsi pernikahan di Madura. Apa yang saya tulis ini tentu berdasarkan pengalaman pribadi saya dan orang tua saya. Ya sekian, saya cuma berharap, mari budaya dalam pernikahan yang baik-baik ini kita lestarikan, tapi kalau merugikan, lupakan saja. Biar nggak ruwet. Saya yang lajang sampai nggak berani buat berumah tangga!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Fakta yang Membuat Pernikahan di Madura Adalah Petaka Besar Bagi Cowok Introvert

ADVERTISEMENT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 April 2026 oleh

Tags: acara resepsi di madurabhubuwen adalahmadurapernikahan di madura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali!

4 Oktober 2025
Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

11 Februari 2024
4 Alasan Rumah Madura Punya Teras Depan yang Luas (Wikimedia Commons)

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

17 Juni 2026
5 Rekomendasi Merek Sarung buat Kamu yang Hipster Abiezzz madura

Surat Edaran tentang Penggunaan Sarung di Kampus Madura Adalah Langkah yang Tepat

26 November 2022
Jembatan Suramadu Pusat Segala Pelanggaran Lalu Lintas, Pantas Banyak yang Kapok Melewatinya Mojok.co

Jembatan Suramadu Pusat Segala Pelanggaran Lalu Lintas, Pantas Banyak yang Kapok Melewatinya

1 Februari 2024
Di Madura, Lebih Mudah Menemukan Jalan Rusak Ketimbang Penjual Sate Madura terminal mojok.co

Ragam Cara Jajakan Dagangan ala Pedagang Madura

28 Desember 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda Mojok.co

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.