Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

5 Dosa tukang cukur Madura yang bikin pelanggan risih dan kapok balik lagi

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
23 Juli 2026
A A
5 Dosa tukang cukur Madura yang bikin pelanggan risih dan kapok balik lagi Mojok.co

5 Dosa tukang cukur Madura yang bikin pelanggan risih dan kapok balik lagi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tukang cukur Madura sebaiknya perhatikan hal-hal ini agar pelanggan nggak kabur.

Potong rambut, salah satu aktivitas yang membuat kita semakin akrab akan kepasrahan. Kita hanya bisa duduk di kursi dan bergantung pada tukang cukur. Di momen itu, pelanggan cuma bisa pasrah dan berharap tukang cukur tidak keliru memangkas rambut. 

ADVERTISEMENT

Saya tergolong orang yang sering potong rambut. Biasanya saya potong rambut di tukang cukur Madura. Alasannya sederhana, harganya terjangkau dan aksesnya mudah karena ada di mana-mana. 

Selain itu, prosedur potongnya pun nggak ribet, tidak seperti di barbershop. Tinggal datang, menyapa, duduk, lalu kasih tahu mau dipotong dengan model seperti apa. Tentu ini soal preferensi dan sangat subjektif, tapi setidaknya itu yang saya rasakan.

Saking cukup sering potong rambut di berbagai tukang cukur Madura, saya jadi hapal beberapa kebiasaan mereka yang mengganggu. Bahkan, bisa disebut sebuah dosa yang rasanya pantas untuk dibicarakan. 

Saya garis bawahi, ini tidak berarti memukul rata pelayanan di semua tukang cukur Madura ya. Saya juga sering kok menjumpai tukang cukur yang hasilnya memuaskan, pelayanannya ramah, dan ngajak ngobrolnya nggak berlebihan.

Akan tetapi, ada juga beberapa pengalaman menggunakan jasa tukang cukur Madura yang bikin risih dan kapok balik lagi ke sana. 

#1 Mesin cukur seperti alat pencabut rumput

Dosa pertama adalah mesin cukur yang kadang rasanya seperti alat pencabut rumput daripada alat pangkas rambut. Terserah kalau ini mau disebut berlebihan, tapi saya mengalaminya dan itu tidak mengenakan.

Baca Juga:

Sisi lain kehidupan warga Surabaya Utara, orang yang klemar-klemer tidak cocok tinggal di daerah ini

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

Saya tidak tahu apakah yang bermasalah ini adalah mesinnya, mata pisaunya, atau cara orangnya yang mencukur, tapi yang pasti, ketika alat cukurnya mulai memotong, rambut saya seperti ditarik atau dijambak paksa. Dan, itu rasanya gak nyaman, bahkan cenderung sakit. Kondisi itu membuat kepala saya sering reflek bergerak karena “tarikan” itu.

Saya tentu tidak tinggal diam. Saya sampaikan keluhan itu kepada tukang cukurnya, tapi yang saya dapat biasanya hanya minta maaf atau respon yang kurang empatik.

Sudah begitu, ada jenis tukang cukur rambut yang cara memberikan instruksinya kurang humanis. Nah, kita masuk ke dosa kedua, yaitu cara memberikan instruksi yang agak ketus.  

#2 Tukang cukur Madura ketus

Saya kerap mendengar tukang cukur yang cara komunikasinya nggak enak banget. “Nunduk, Mas,” atau “Miring, Mas,” dengan nada ketus, tidak enak di dengar. Dan, kepala saya pun langsung digerakan dengan agak kasar olehnya.

Saya paham kok, kalau tukang cukur memang punya otoritas mengatur kepala pelanggannya agar hasilnya maksimal. Saya tidak berharap mereka meminta izin dengan bahasa halus layaknya meminta mahasiswa minta izin ketemu kepada dosen. Nggak sampe segitunya, kok.

Akan tetapi, paling tidak, nadanya jangan ketus gitu dan kasih saya waktu untuk menggerakan kepala saya sendiri dong. Jangan perlakukan kepala saya seperti  joystick yang ada di rental PS seperti itu. 

#3 Bau badan 

Dosa ketiga adalah tentang sesuatu yang mungkin tabu, tapi perlu saya ungkap yakni bau badan.

Saya tahu kalau para tukang cukur ini harus berdiri berjam-jam, bergerak ke kiri dan ke kanan, dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya. Terlebih kalau tempat cukurnya itu panas, kipas anginnya mini dan alakadarnya, sehingga keringat pun jadi keluar. Itu manusiawi kok.

Persoalannya, mereka seharusnya sadar bahwa sebagai tukang cukur, jarak mereka dengan pelanggan sangatlah dekat. Apalagi posisi ketiak mereka saat mulai mencukur bisa begitu dekat hidup pelanggan. 

Itu mengapa, tolong dengan amat sangat untuk menjaga aroma badan. Rajin jaga kebersihan dan menggunakan deodorant misalnya. Ini penting sekali demi kenyamanan pelanggan. Saya beberapa kali mengalami itu dan rasanya sungguh tidak menyenangkan. 

#4 Tidak lihai saat mencukur bagian tengkuk

Selanjutnya dosa keempat yang muncul ketika bagian tengkuk mulai dirapikan menggunakan silet atau pisau cukur.

Proses ini sebenarnya saya sukai. Sisa-sisa rambut di bagian belakang leher dibersihkan sehingga kelihatan lebih rapi. Kalau dilakukan dengan benar, proses itu memberikan rasa nyaman.

Akan tetapi, lain ketika ada tukang cukur yang mencukur bagian tengkuk seperti sedang punya dendam pribadi. Pisau ditekan terlalu kuat, kemudian dikerok dengan kasar. Akibatnya, tengkuk jadi terasa panas setelah proses tersebut. Menurut saya masih ada tukang cukur yang terlalu menyepelekan hal ini.

#5 Tukang cukur Madura kurang higienis

Dosa terakhir yang menurut saya paling tidak saya toleransi adalah soal kebersihan. Saya beberapa menjumpai tukang cukur yang alatnya kelihatan begitu kotor. Entah sudah berapa abad alatnya tidak dibersihkan.

Ingat, mesin cukur itu menyentuh kulit kepala. Sisir juga digunakan bergantian. Pisau dipakai untuk tengkuk dan sedikit bagian area dekat telinga. Semua alat itu bersentuhan langsung dengan kita sebagai pelanggan.

Maka dari itu, akan sangat berdosa ketika tukang cukurnya tidak membersihkan semua alat itu secara rutin. Bayangkan kalau tidak dicuci, sudah berapa ratus orang yang jadi korban? Soal kebersihan adalah soal kenyamanan bagi pelanggan. Dan rasanya itu jadi sesuatu yang seharusnya dipenuhi oleh para tukang cukur Madura.

Sekali lagi, seluruh “dosa” di atas bukan berarti semua tukang cukur Madura seperti itu ya. Sebagaimana yang saya bilang, tetap ada banyak tukang cukur Madura yang profesional dan membuat pelanggan jadi betah duduk saat dicukur rambutnya.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Alasan Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2026 oleh

Tags: cukurmadurapotong rambutsalontukang cukurtukang cukur madura
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Meluruskan Pandangan tentang Carok: Sisi Humanis di Balik Tindakan yang Dianggap Sadis madura

Meluruskan Pandangan tentang Carok: Sisi Humanis di Balik Tindakan yang Dianggap Sadis

4 Mei 2023
Nggak Ada Wedding Organizer di Madura karena Orang Madura Nggak Butuh

Nggak Ada Wedding Organizer di Madura karena Orang Madura Nggak Butuh

29 Agustus 2024
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali!

4 Oktober 2025
Bangkalan Kabupaten Seribu Ketua: Organisasinya Banyak, Perubahannya Nol

Bangkalan Kabupaten Seribu Ketua: Organisasinya Banyak, Perubahannya Nol

12 Januari 2024
Bagi Saya, Budaya Yok-Ayok di Madura Saat Melayat Orang Meninggal Sangat Meresahkan, Mending Dihilangkan karena Sudah Kebablasan

Bagi Saya, Budaya “Yok-Ayok” di Madura Saat Melayat Orang Meninggal Sangat Meresahkan. Mending Dihilangkan karena Sudah Kebablasan

11 Juli 2024
Jeritan Petani Sumenep: Krisis Benih Tanaman yang Mengancam Kelangsungan Ekosistem Pertanian

Jeritan Petani Sumenep: Krisis Benih Tanaman yang Mengancam Kelangsungan Ekosistem Pertanian

25 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga Mojok.co

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga

12 Agustus 2026
Sisi gelap tren gaya hidup minimalis: kami nggak belanja bukan karena aesthetic, tapi memang nggak ada duit

Sisi gelap tren gaya hidup minimalis: kami nggak belanja bukan karena aesthetic, tapi memang nggak ada duit

11 Agustus 2026
Jalan Merdeka Bandung, jalan yang "menjajah" karena bikin warganya tersiksa

Jalan Merdeka Bandung, jalan yang “menjajah” karena bikin warganya tersiksa

13 Agustus 2026
3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru

11 Agustus 2026
Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? Mojok

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang diajarkan ke anak TK, buat apa coba? 

13 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.