Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Alasan Belanja di Matahari Mall Tak Cocok bagi Warga Bangkalan Madura

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
12 November 2025
A A
Alasan Belanja di Matahari Mall Tak Cocok bagi Warga Bangkalan Madura

Alasan Belanja di Matahari Mall Tak Cocok bagi Warga Bangkalan Madura (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya harus mengacungi jempol semua usaha yang berani melebarkan sayapnya ke kabupaten sekelas Bangkalan Madura. Sebab, tak mudah bisa membangun dan mempertahankan bisnis di sini. Salah satunya adalah bisnis Matahari Mall di Bangkalan Plaza.

Harus diakui Matahari Mall di Plaza Bangkalan terus bertahan meski kondisinya sepi pelanggan. Saya pribadi sejujurnya tak merasa heran dengan fenomena ini. Sebab belanja pakaian ke Matahari memang kurang cocok bagi kebanyakan warga Bangkalan Madura. 

Harga pakaian di Matahari Mall Bangkalan Madura tak sesuai dengan isi dompet warga

Hal pertama yang sejatinya perlu dipertimbangkan saat membuka bisnis tentu potensi laris atau tidak. Nah, terkait dengan barang laris atau tidak, salah satu pertimbangannya adalah apakah sasaran pembeli punya uang atau tidak. Kalau punya, barang yang dijual kemungkinan akan laris. Tetapi kalau uangnya saja tak ada, gimana barang yang dijual bisa laris manis. Itulah masalah yang terjadi di Matahari Mall Bangkalan Madura. 

Bayangkan, UMR di Bangkalan Madura tak sampai Rp2,5 juta. Lebih parahnya, banyak pekerja di kabupaten ini yang gajinya bisa di bawah Rp1 juta. Jauh dari UMR. Sekarang coba dipikir, gaji Rp1 juta sebulan bisa buat apa. Jangankan untuk membeli baju di Matahari Mall, untuk biaya makan sebulan saja mesti dihemat mati-matian.

Maka tak heran apabila akhirnya toko sepi pelanggan. Karena daya beli warga Bangkalan memang rendah.

Orang Bangkalan Madura hidupnya sederhana

Saya mengakui bahwa pakaian yang dijual di Matahari Mall memang bagus. Tentu saja ada harga ada kualitas. Jadi maklum kalau harga pakaian yang dijual di mall memang bisa semahal itu. Maksud saya mahal untuk ukuran gaji pekerja di Bangkalan Madura, ya.

Akan tetapi alasan orang Bangkalan enggan berbelanja baju mahal sebetulnya bukan hanya karena nggak punya uang. Okelah, uang menjadi faktor pertama. Lebih dari itu, ada alasan kedua, yakni orang Madura kebanyakan sederhana. Kami nggak harus memakai baju ratusan ribu seperti yang ada di Matahari Mall.

Buat saya dan kebanyakan warga Bangkalan, baju yang kami pakai nyaman dan bisa dibawa keonjengan atau tahlilan. Itu adalah pertimbangan utama saat membeli pakaian.

Baca Juga:

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Ukuran baju terlalu besar untuk orang Madura

Saya tak bermaksud mendiskriminasi tanah asal saya sendiri, tapi rata-rata tinggi orang Madura memang lebih rendah dari orang yang tinggal di kota. Di desa saya, saya termasuk orang yang tinggi jika dibandingkan teman sebaya. Tapi setelah kuliah ke Surabaya, saya malah jadi yang paling pendek dibanding teman-teman kuliah dari berbagai kota. 

Fyi, tahun 2021 lalu, Bangkalan Madura jadi kabupaten dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur. Mungkin itu sebabnya kebanyakan warga sini memiliki badan yang lebih kecil dibanding rata-rata nasional. 

Makanya ukuran pakaian di Matahari Mall Bangkalan Madura kurang sesuai dengan ukuran badan rata-rata orang Bangkalan. Saya yang biasanya membeli baju ukuran L, eh malah terpaksa ambil ukuran M saat membeli baju di Matahari Mall. Soalnya ukuran L-nya terlalu besar. Kata pramuniaganya, ukurannya mengikuti ukuran luar, saya pun tak paham.

Itulah beberapa alasan menurut saya mengapa Matahari Mall di Bangkalan Madura sepi pelanggan. Semoga saja beberapa hal di atas bisa menjadi perhatian pihak Matahari Mall. Mungkin mengadakan diskon sehingga bisa menarik minat warga Bangkalan untuk berbelanja, atau melakukan perbaikan dari segi lainnya.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bangkalan Plaza Madura, Mal Kebanggaan Orang Bangkalan yang Hidup Segan, Mati Tak Mau.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2025 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan madurabangkalan plazamaduramatahari mall
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Meluruskan Pandangan tentang Carok: Sisi Humanis di Balik Tindakan yang Dianggap Sadis madura

Meluruskan Pandangan tentang Carok: Sisi Humanis di Balik Tindakan yang Dianggap Sadis

4 Mei 2023
Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris madura united bahasa daerah

Biar Nggak Bingung Mana Madura United FC Mana Madura FC, Saya Berikan 3 Perbedaannya

31 Agustus 2020
Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

2 Agustus 2024
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Suka Duka Tinggal di Rumah Adat Madura Taneyan Lanjhang

Suka Duka Tinggal di Rumah Adat Madura Taneyan Lanjhang

31 Agustus 2023
Bangkalan Madura Bikin Resah, Pilkades Mengancam Nyawa (Unsplash) sampang

Sampang dan Bangkalan Adalah Saudara Kembar, Sama-sama Paling Depan Ngurusin Agama tapi Rakyatnya Sendiri Diabaikan!

17 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.