Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Bisakah Tomoro Coffee Bertahan Lama di Indonesia? Bisa Banget, asal Ritme Bisnis dan Pendanaan Nggak Mandek

Riyanto oleh Riyanto
16 Februari 2024
A A
Tomoro Coffee IPB Dramaga Bogor: Tempat Nyaman buat Nugas di Tengah Kebisingan Jalan Babakan Raya coffee shop

Tomoro Coffee IPB Dramaga Bogor: Tempat Nyaman buat Nugas di Tengah Kebisingan Jalan Babakan Raya (Akun Instagram Tomoro Coffee)

Share on FacebookShare on Twitter

Tomoro Coffee boleh saja punya ratusan gerai coffee shop di seluruh Indonesia, menggandeng barista-barista paling top di negeri ini, juga harus diakui menu-menu mereka enak. Meski begitu, mereka melakukan permainan yang relatif berbahaya yakni valuation game.

Apakah itu salah?

Tidak juga. Justru dengan cara seperti ini bisa memunculkan model bisnis lain di luar sebatas jualan kopi. Kenapa bisa begitu? Mari kita bahas.

Kebangkitan Tomoro Coffee

Brand ini mulai berdiri sejak 2022 lalu. Konsepnya adalah menghadirkan coffee shop berkonsep semi working space dengan sajian kopi yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, Tomoro Coffee menggandeng dua barista yang namanya sudah dikenal di Indonesia bahkan dunia. Para barista itu adalah Dale Harris, sang Juara Dunia Barista 2017, dan Muhammad Aga, sang Juara Barista Indonesia 2018. Keduanya menjadi Coffee Master di Tomoro Coffee, dan sukses menciptakan menu-menu kopi yang rasanya tak perlu dipertanyakan lagi.

Di tahun 2022 itu juga, Tomoro Coffee melakukan ekspansi besar dan membuka dua ratus gerai di seluruh Indonesia. Tak lama setelahnya, mereka menerima pendanaan alias Funding dari Venture Capital senilai 10 juta USD. Dengan pendanaan itu, ekspansi yang dilakukan Tomoro Coffee menjadi semakin masif.

Sampai pada pembahasan ini saja sudah terlibat jelas bahwa brand yang satu ini melakukan permainan yang sangat berbeda dibandingkan bisnis coffee shop pada umumnya. Pendekatan yang mereka lakukan persis seperti kebanyakan startup teknologi di Indonesia, bahkan dunia. Valuation Game. Dan ya, bakar duit.

Valuation Game

Saya pernah membahas lebih detail mengenai permainan valuation game pada startup coffee shop di artikel yang satu ini. Intinya adalah, sebuah brand coffee shop akan terus menaikkan valuasi mereka, agar bisa mengajukan pendanaan lebih besar lagi, dan hanya menjual lebih sedikit jumlah saham.

Sepertinya, hal yang sama juga berlaku pada Tomoro Coffee. Setelah melakukan ekspansi secara masif, mengajak dua barista ternama yang luar biasa, melakukan promo besar di seluruh gerai, serta mendesain media sosial mereka sedemikian rupa, maka orang-orang akan lebih tertarik untuk datang dan membeli kopi di sana.

Baca Juga:

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

4 Alasan Saya Lebih Memilih Ice Americano Buatan Minimarket ketimbang Racikan Barista Coffee Shop

Setelahnya, pihak Tomoro Coffee akan menganjurkan para pelanggan mendownload aplikasi khusus milik mereka, diiming-imingi promo lebih besar lagi. Bagi pelanggan, mereka senang mendapatkan promo besar. Bagi brand, dalam hal ini adalah Tomoro Coffee, mereka lebih senang lagi karena bisa mengumpulkan ratusan ribu data pelanggan dari seluruh Indonesia.

Semua upaya yang dilakukan itu, akan menjadi nilai tawar besar bagi jajaran direksi Tomoro Coffee untuk mencari pendanaan. Uang yang didapat dari pendanaan itu, digunakan untuk melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, dengan skala yang jauh lebih masif. Untuk apa? Agar valuasi perusahaan semakin naik, dan bisa mengajukan pendanaan tahap berikutnya. Valuasi naik, harga saham naik, maka pendanaan yang didapat bisa jauh lebih besar, dengan hanya menjual lebih sedikit saham.

Sampai kapan hal itu dilakukan? Sampai akhirnya perusahaan bisa mendapatkan profit. Atau, sampai para pemenang saham awal merasa sudah puas dengan harga saham saat ini, dan melakukan exit dengan IPO.

Bisakah bertahan berapa lama?

Dengan permainan seperti yang sudah kita bahas itu, lantas akankah Tomoro Coffee bisa bertahan lama? Jawabannya bisa. Selama, mereka masih menerima pendanaan dari investor. Di sinilah berbahayanya. Perusahaan ini sudah melakukan ekspansi secara gila-gilaan, dengan peralatan kopi yang juga tidak main-main.

Rasanya mustahil untuk mendapatkan profit dalam waktu dekat. Bisnis coffee shop normal saja, memerlukan waktu tiga sampai empat tahun untuk BEP. Itu pun belum profit. Itu pun jumlahnya sedikit yang bisa BEP. Kebanyakan menghilang di tengah jalan. Lantas bagaimana sebuah coffee shop dengan ratusan gerai di seluruh Indonesia, yang per gerai bisa menghabiskan ratusan bahkan miliaran juta rupiah, bisa mendapatkan profit dalam waktu singkat?

Selama Tomoro Coffee bisa menjaga ritme permainan dan tidak kehabisan uang di tengah jalan, atau kehabisan uang tetapi bisa mendapatkan pendanaan lagi, harusnya brand yang satu ini masih akan bertahan sampai bertahun-tahun lagi. Tidak bisa dimungkiri, saat ini orang-orang membeli sesuatu berdasarkan emosi, bukan logika. Sama hanya dengan membeli kopi. Produk Tomoro Coffee memang enak, tetapi harus diakui bukan yang terenak.

Tomoro Coffee memang menawarkan tempat yang bisa untuk bekerja, tetapi bukanlah tempat lain juga menyediakan? Lantas kenapa orang-orang harus datang dan membeli kopi di Tomoro Coffee? Ya karena emosi yang mereka jual. Emosi itu bisa datang dari branding di media sosial yang oke. Bisa dari rasa penasaran karena ada dua barista besar di balik menu-menunya. Bisa karena di aplikasi Tomoro Coffee rajin memberi notifikasi personal. Atau dari hal-hal lain yang berhubungan dengan emosi.

Apabila Tomoro Coffee bisa mempertahankan hal tersebut, seharusnya bisa terus ramai sih. Beda cerita kalau mendadak ada kompetitor dengan level yang sama muncul dan mencuri pasar ya.

Tomoro Coffee, bisnis perbankan berkedok coffee shop?

Tomoro Coffee, dan coffee shop sejenisnya, bisa saja memiliki bisnis terselubung lain yang jauh lebih menguntungkan. Secara, sulit rasanya menggantungkan pemasukan hanya dari berjualan kopi, mengingat betapa besar uang yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan ekspansi. Dan bisnis terselubung yang sangat mungkin dilakukan adalah perbankan.

Semuanya berawal dari aplikasi yang didownload oleh pelanggan. Semakin banyak kemudahan dan keuntungan yang diperoleh pelanggan, maka aplikasi dari Tomoro Coffee, atau coffee shop sejenisnya, akan semakin marak digunakan.

Pelan-pelan, biasanya brand coffee shop itu akan mengembangkan fitur digital payment di aplikasinya. Entah bikin e-wallet sendiri atau kerja sama dengan pihak lain. Dan para pengguna aplikasi, akan diarahkan melakukan pembayaran via aplikasi tersebut.

Model bisnis seperti ini sudah dilakukan oleh Starbucks. Melalui digital payment mereka, starbucks mengumpulkan Rp24,38 T. Itu memang saldo pengguna, tetapi saldo itu hanya bisa digunakan untuk bertransaksi di starbucks. Belum lagi pasti ada saldo mengendap yang tidak bisa digunakan sama sekali.

Katakanlah ada pengguna mau beli kopi seharga empat puluh ribu. Dia punya saldo tiga puluh ribu, sedangkan minimal top up lima puluh ribu. Artinya ada nominal yang tidak bisa dibelanjakan, kan? Tidak bisa ditarik juga. Saldo-saldo seperti itu akhirnya murni menjadi milik coffee shop itu!

Dan rasanya, model bisnis seperti ini sangat disayangkan kalau tidak ditiru coffee shop di Indonesia, yang punya ratusan gerai itu. Bahkan jangan-jangan, sejak awal bisnis mereka memang itu, dan coffee shop, plus aplikasi yang dibikin itu, cuma gimmick untuk mendapatkan nasabah, eh pelanggan.

Penulis: Riyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rasa Minuman Tomoro Coffee Sama dengan Starbucks? Ya Enakan Starbucks ke Mana-mana, lah, Situ Halu?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2024 oleh

Tags: BisnisCoffee Shoptomoro coffeevaluation gameventure capital
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Seandainya Ah Tong dalam Serial Upin Ipin Menjalankan Bisnisnya di Karanganyar: Warga Sejahtera, Nggak Ada yang Nganggur Lagi

Seandainya Ah Tong dalam Serial Upin Ipin Menjalankan Bisnisnya di Karanganyar: Warga Sejahtera, Nggak Ada yang Nganggur Lagi

24 Februari 2024
Unek-unek Barista yang Tidak Tersampaikan ke Pelanggan Kafe yang Kurang Peka Mojok.co

Unek-unek Barista yang Tidak Tersampaikan ke Pelanggan Kafe yang Kurang Peka

6 Juni 2025
bruce wayne batman mojok

Seandainya Bruce Wayne Jadi Coach Bisnis, Pasti Nggak Komentar Tentang Main Laptop di Coffee Shop

19 Juni 2021
Alasan Saya Nggak Pernah Mau Ngasih Rating Makanan atau Minuman terminal mojok.co

Alasan Saya Nggak Pernah Mau Ngasih Rating Makanan atau Minuman

8 Oktober 2020
Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

3 November 2023
Jogja Gelut Day dan Omong Kosong Selesaikan Klitih di Dalam Ring. Semua Soal Bisnis!

Jogja Gelut Day dan Omong Kosong Selesaikan Klitih di Dalam Ring. Semua Soal Bisnis!

13 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yang Perlu Dipahami sebelum Mengajukan KPR Subsidi (dan Menyesal) Cicilan KPR 40 tahun kpr rumah

Alasan KPR Rumah Bisa Jadi Pilihan yang Realistis dan Tak Seburuk Omongan Influencer Keuangan

11 Februari 2026
Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

3 Tipe Penumpang Menyebalkan Jaklingko yang Harusnya Lebih Peka dan Introspeksi Diri

11 Februari 2026
Toyota Harrier Gen 2: Mobil SUV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik, Nyamannya Nggak Ada Lawan Mojok.co

Toyota Harrier Gen 2: Mobil SUV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik, Nyamannya Nggak Ada Lawan

11 Februari 2026
Pajak Naik dan UMR Mini- Sumber Derita Warga Jawa Tengah (Unsplash)

Pajak Naik dan UMR Mini Bikin Warga Jawa Tengah Bersyukur karena Diberi Kesempatan untuk Menderita Luar Biasa

13 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

11 Februari 2026
Honda Brio, Korban Pabrikan Honda yang Agak Pelit (Unsplash)

Ketika Honda Pelit, Tidak Ada Pilihan Lain Selain Upgrade Sendiri karena Honda Brio Memang Layak Diperjuangkan Jadi Lebih Nyaman

16 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Pengalaman Buruk Naik Rosalia Indah Tua Rombakan: Empat Kali Mogok, Menghadirkan Kekecewaan di Akhir Perjalanan
  • Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman
  • Jangan Buka Puasa di Blok M kalau Tidak Mau Lanjut Puasa tanpa Sempat Makan
  • Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir
  • Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja
  • Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.