Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Bangkalan Madura Adalah Korban Utama dari Jembatan Suramadu, Bukan Surabaya

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
23 Oktober 2024
A A
Bangkalan Madura Adalah Korban Utama dari Jembatan Suramadu, Bukan Surabaya

Bangkalan Madura Adalah Korban Utama dari Jembatan Suramadu, Bukan Surabaya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya boleh bilang banyaknya masalah di sana akibat kehadiran Jembatan Suramadu yang menghubungkannya dengan Madura. Tapi sebenarnya yang jadi korban utama adalah Bangkalan Madura.

Saya rasa, saya tidak salah pernah mengatakan bahwa Bangkalan Madura hanyalah saudara tiri dari Surabaya dan Sidoarjo. Sebab, ketika membaca hubungan mereka, sering kali Bangkalan dinomorduakan bahkan tak akan dipandang. Sedangkan Surabaya selalu disanjung-sanjung hingga disayang-sayang layaknya anak kecil yang sedang merengek.

ADVERTISEMENT

Jika kalian butuh bukti, tak perlu jauh-jauh survei ke Surabaya. Baca saja tulisan-tulisan di Terminal Mojok yang membahas problem di Surabaya. Pendapat saya, rata-rata argumennya terlalu playing victim, seakan-akan Surabaya selalu dan hanya satu-satunya korban dari Jembatan Suramadu. Padahal jika kalian tahu kondisi Bangkalan Madura, kalian akan sadar bahwa kabupaten ini yang sebenarnya menjadi korban.

15 tahun Jembatan Suramadu tidak berdampak apa-apa bagi Bangkalan Madura

Siapa yang bisa sabar menunggu janji kehidupan lebih baik, dan kini setelah 15 tahun masih juga belum tercapai? Jawabannya, tak ada selain Madura, Bangkalan khususnya.

Suramadu menelan Rp4,5 triliun uang negara dengan janji membangun Madura. Tapi, jembatan yang mulai beroperasi sejak 2009 ini agaknya tak ada manfaatnya, selain menjadi akses mondar-mandir kendaraan saja. Sedangkan kemajuan pendidikan, ekonomi, infsrastruktur, dan bidang lainnya di Surabaya tak ada yang menular ke Bangkalan Madura. Semua aspek antar keduanya selalu jauh, Surabaya selalu berada paling atas sementara Bangkalan paling bawah.

Dari kondisi ini, tentu saja saya sangat muak ketika ada opini tentang Surabaya yang terlalu playing victim. Selalu saja, keterpurukan kondisi Bangkalan Madura ditinggalkan dalam analisis mereka.

Apa dikira kami senang dengan kondisi yang begini-begini saja?

Jembatan Suramadu hanya memperparah stigma

Kita sepakati, beberapa tahun ke belakang ini stigma pada orang Bangkalan Madura memang semakin parah, utamanya dari Surabaya. Benar, Jembatan Suramadu bukan mempererat hubungan keduanya, tapi sebaliknya. Sebagai orang asli Bangkalan Madura, saya akan mengatakan bahwa ini adalah hal yang sangat disayangkan.

Baca Juga:

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

Tapi kalau mau hitung-hitungan, warga Bangkalan Madura lah yang sebenarnya lebih banyak menerima stigma. Seakan-akan karena ada Suramadu, semua tindakan kriminal di Surabaya sumbernya adalah dari Bangkalan Madura. Yang namanya stigma, akhirnya semua yang dari pulau ini dilihat sebagai pelaku kriminal.

Coba renungkan, ketika Surabaya kehilangan satu motor, maka semua warga Bangkalan Madura akan kehilangan citra baiknya. Nasib, nasib!

Bangkalan dituntut meniru Surabaya

Jangan disangka bahwa tuntutan orang tua karena prestasi anak tetangga hanya terjadi di ranah individual. Faktanya, ini juga terjadi di kondisi masyarakat secara makro, maksud saya antarwilayah. Contohnya adalah Bangkalan Madura sendiri dengan Surabaya sebagai tetangganya.

Semua tahu, Surabaya adalah salah satu ikon kemajuan Jawa Timur. Kota ini juga jadi kota terbesar kedua di Indonesia. Tentu saja tetangga-tetangganya akan dipertanyakan jika kondisinya jauh dari tampilan Surabaya. Nah, siapa korban utama yang akan dituntut? Jawabannya adalah Bangkalan Madura.

Saya sendiri sering kali mendapat pertanyaan, kok bisa Bangkalan Madura kondisinya seperti ini. Teman saya yang baru berkunjung ke Bangkalan juga pasti heran, mereka mengira kabupaten ini sama seperti Surabaya dengan gedung-gedung tinggi, perumahan, tempat hiburan, dan lainnya. Karena sudah terhubung dengan Jembatan Suramadu yang salah satu tujuan awalnya mendorong percepatan pembangunan sosial ekonomi di Pulau Madura.

Saya bukan tidak mau maju seperti Surabaya. Tapi, Bangkalan Madura tentu memiliki makna kemajuan sendiri. Saya tak masalah tak ada gedung-gedung tinggi seperti Surabaya, asal masyarakatnya sejahtera. Apalagi tempat hiburan yang jauh dari sebutan Kota Dzikir dan Sholawat.

Cukup, tak sulit untuk cari nafkah, tak rumit pula untuk sekolah. Itu sudah alhamdulillah!

Bangkalan Madura dapat buruk-buruknya saja

Saya harap para pembaca mulai sadar siapa sebenarnya korban utama dari Jembatan Suramadu ini. Masalah di atas hanyalah masalah abstrak yang memang sulit sekali dirasakan jika tak pernah menetap di Bangkalan. Jika kalian masih ragu, saya pun tak kesulitan memberikan contoh konkret yang menunjukkan bahwa Bangkalan Madura memang dapat buruk-buruknya saja dari Jembatan Suramadu.

Kini, jalanan di Bangkalan menuju Suramadu sudah beda dari biasanya. Anak jalanan, yang umumnya hanya ditemukan di daerah perkotaan, sekarang mulai ramai di Bangkalan. Lampu lalu lintas di Bangkalan sudah mulai dipenuhi anak jalanan. Ada yang ngamen, bersih-bersih kaca mobil, ada juga yang hanya minta-minta. Bahkan, banyak juga yang suka maksa memberhentikan mobil truk untuk menumpang.

Dari mana anak jalanan-anak jalanan ini? Bukan maksud saya menuduh Surabaya, tapi anak jalanan di Bangkalan Madura rata-rata memakai bahasa Jawa Suroboyoan. Nah, kebetulan juga, di Surabaya memang sudah jarang sekali ada anak jalanan di lampu merah. Lampu merah di sana rapi, aman, dan damai. Jadi, maklum saja jika saya berpendapat bahwa mereka adalah pendatang dari Surabaya.

Sebelum saya tutup, saya katakan bahwa tak ada sama sekali niat saya cari masalah. Saya hanya risih ketika Bangkalan tak pernah dilihat sebagai korban juga. Jadi, Surabaya sebaiknya berhenti playing victim dan terus merengek karena ada Jembatan Suramadu. Bangkalan Madura sebagai korban utamanya juga lebih parah.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Konsep Alun-Alun Surabaya Itu Menyalahi Kodrat, tapi Justru Paling Relevan di Zaman Sekarang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2024 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan madurajembatan suramaduSurabaya
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

6 Maret 2024
4 Bunker Peninggalan Belanda di Surabaya yang Masih Berfungsi hingga Kini Terminal Mojok.co

4 Bunker Peninggalan Belanda di Surabaya yang Masih Berfungsi hingga Kini

24 Maret 2022
Jalan Panggung, Sisi Lain Surabaya yang Tidak Pernah Saya Duga Mojok.co

Jalan Panggung, Sisi Lain Surabaya yang Tidak Pernah Saya Duga

9 Desember 2025
4 Rekomendasi Kuliner Jogja untuk Wisatawan Surabaya yang Lidahnya Rewel Mojok.co

4 Rekomendasi Tempat Kuliner Jogja untuk Wisatawan Surabaya yang Lidahnya Rewel

15 September 2025
Pilkada Bangkalan Madura Nggak Menarik: kalau Mau Tausiyah Lebih Baik di Masjid, Jangan di Panggung Politik

Pilkada Bangkalan Madura Nggak Menarik: kalau Mau Tausiyah Lebih Baik di Masjid, Jangan di Panggung Politik

28 September 2024
Panduan Memilih Bupati untuk Warga Bangkalan, Saya Tulis supaya Warga Nggak Dapat Pemimpin Zonk Melulu Mojok.oo

Panduan Memilih Bupati untuk Warga Bangkalan, Saya Tulis supaya Warga Nggak Dapat Pemimpin Zonk Melulu

20 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.