Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
26 Maret 2026
A A
Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) selalu menjadi pilihan utama siswa Madura untuk berkuliah. Selain biayanya terjangkau, lokasinya tidak perlu pindah pulau. Makanya, dulu saya sedikit kecewa, karena sebagai lulusan SMK, jurusan sosial-humaniora UTM tidak mau menerima saya. Akhirnya, dengan terpaksa saya pilih kampus di Surabaya dan berpisah dengan teman-teman saya yang banyak memilih UTM.

Meskipun itu membuat saya sedih, tapi agaknya pertimbangan itu bagus bagi UTM untuk menjaring siswa yang benar-benar berkualitas.

Tapi, itu cerita masa lalu. Kini, reputasi UTM seperti berputar 180 derajat. Siswa di Madura sendiri mikir-mikir lagi untuk kuliah di kampus ini. Saya melihat sendiri fenomena ini saat membujuk ponakan saya agar mau ke UTM. Dengan pedenya, dia bilang tidak mau kalau harus kuliah di sana. Katanya, mending ditunda saja kalau harus ke UTM.

Saya merenung, semenurun itukah reputasi Universitas Trunojoyo sampai ditolak siswa Madura sendiri?

Peminat kampus Universitas Trunojoyo Madura makin menurun

Setelah saya coba telusuri, tanggapan ponakan saya ternyata sama dengan respons siswa di tempat saya mengajar. Rata-rata mereka enggan memilih UTM sebagai kampus pilihan. Meskipun ada, mereka bilang akan jadi pilihan terakhir kalau sudah tidak ada alternatif lain. Dalam hati saya, “Ah, sombong amat, padahal dulu UTM itu jadi rebutan siswa dari Pulau Garam ini.”

Karena saya kepo, saya mencoba menelusuri daya saing UTM beberapa tahun ke belakang. Dan hasilnya, ternyata betul UTM makin tidak diminati oleh siswa SMA.

Berdasarkan data SNPMB 2026, banyak prodi di Universitas Trunojoyo Madura yang peminatnya menurun. Di kampus ini, ada belasan prodi punya persentase diterima di atas 50%. Bahkan, ada 8 prodi yang kalian nggak belajar aja, kemungkinan bakal diterima, sebab lebih banyak kuotanya daripada pendaftarnya.

Dunia internal mahasiswa yang problematik

Kalau dipikir lebih jauh, saya berpendapat, menurunnya peminat Universitas Trunojoyo Madura sebetulnya cukup beralasan. Beberapa tahun ke belakang, memang banyak fenomena ataupun kejadian yang kian membuat nama baik UTM tercemar. Misalnya saja, pelaksanaan PKKMB yang harusnya jadi ajang bersenang-senang, di UTM sering meninggalkan kesan yang kurang nyaman.

Baca Juga:

Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?

5 Dosa tukang cukur Madura yang bikin pelanggan risih dan kapok balik lagi

PKKMB terakhir kemarin saja, bahkan melibatkan presiden mahasiswanya dalam penculikan penganiayaan mahasiswa baru. Haduh!

Tapi, bukan itu saja yang menurut saya membuat reputasi Universitas Trunojoyo Madura menurun. Dunia politik di kampus itu juga sangat tidak sehat. Segala cara agaknya dibenarkan untuk mendapat kursi jabatan. Misalnya, presma yang jadi pelaku kekerasan, eh tetap menjabat sampai akhir. Presma pengganti yang sekarang, legitimasinya juga dipertanyakan, kapan pemilunya, siapa lawannya, kok tiba-tiba kepilih jadi presma. Hadeh!

Terakhir, yang juga bikin saya geram, mahasiswa nonaktif bisa menjabat jajaran eksekutif di kampus kebanggaan orang Madura ini. Isu ini saya diberi tahu teman saya yang kuliah di UTM. Bahkan, saya dikasih lihat NIM si mahasiswa, sampai statusnya di PDDIKTI. Gila, kan!

BACA JUGA: Mahasiswa Sok Jagoan yang Bikin Onar Saat Ospek, Borok Paling Menyedihkan yang Melekat pada Universitas Trunojoyo Madura

UTM harus segera berbenah

Ada pepatah mengatakan ikan busuk dimulai dari kepalanya, bukan dari ekornya. Artinya, kalau mau kualitasnya bagus, harus dijamin dulu kepalanya harus bagus. Maksud saya, dalam kasus UTM, nama baik kampus ini sebetulnya bisa saja dikembalikan, caranya para pimpinan di universitasnya harus mau mulai berbenah.

Misalnya, pertama, bentuklah lingkungan universitas yang sehat dan tegas. Terutama dunia politik mahasiswa yang mulai seenaknya saja. Kedua, fokus kualitas, jangan kuantitas. Percuma naro kursi daya tampung puluhan bahkan ratusan, tapi yang kesaring nggak niat belajar. Terakhir, mulailah jadi teladan sebagai kelompok intelektual akademik, kurang-kurangi terlibat masalah politik. Bayangin, kalau pimpinan universitasnya saja nimbrung di kursi politik, bagaimana mahasiswanya nanti.

Ya itulah saran dari saya sebagai warga Madura yang sampai saat ini masih bangga dengan kampus UTM. Saya harap kampus ini benar-benar mau memperbaiki diri, karena, bisa dibilang, kampus UTM lah yang menjadi pondasi keilmuan di Pulau Garam ini!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Gelap Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura, Kampus Murah yang Nggak Semua Orang Bisa Betah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2026 oleh

Tags: madurauniversitas di madurauniversitas trunojoyo madura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Bangkalan Madura Adalah Pilihan Paling Tidak Rasional untuk Menempuh Pendidikan Tinggi, Bukannya Belajar Malah Jadi Kader Partai UTM

Ironi Bangkalan Madura: Miskin Kotanya, Sejahtera Pejabatnya

20 Maret 2024
4 Alasan Rumah Madura Punya Teras Depan yang Luas (Wikimedia Commons)

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

17 Juni 2026
Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan, Bukti Orang Madura Gagal Paham Konsep Buang Sampah pada Tempatnya Mojok.co

Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan, Bukti Orang Madura Gagal Paham Konsep Buang Sampah pada Tempatnya

8 Juni 2024
Kuliah di Jogja Adalah Perjalanan Hidup yang Paling Saya Syukuri surabaya

Jogja (Mungkin) Masih Kota Pelajar, Surabaya Nanti Dulu

8 Maret 2023
Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

2 Agustus 2024
Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Berkat untuk Dibawa Pulang Mojok.co

Culture Shock Resepsi Pernikahan di Sumenep: Nggak Dapat Hidangan, Cuma Diberi Nasi Berkat untuk Dibawa Pulang

31 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026
Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa Mojok.co

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa

28 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
Bodoh! Ngapain iuran 100 ribu demi mengundang sound horeg (Pexels)

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

29 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.